AS Gertak Iran akan Serang Pakai “MOAB”

Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KILATAN Cahaya Senjata Iran saat Serang Pangkalan AS [xin]

KILATAN Cahaya Senjata Iran saat Serang Pangkalan AS [xin]

WASHINGTON- Militer Amerika Serikat (AS) telah menyusun rencana serangan baru yang dapat melibatkan penggunaan apa yang disebut sebagai “Induk dari Semua Bom” (Mother of All Bombs/MOAB) untuk menargetkan infrastruktur energi dan fasilitas nuklir Iran jika Presiden Donald Trump memerintahkan dimulainya kembali operasi tempur, baik sebelum maupun setelah pemilu sela, lapor CNN pada Kamis (15/10) dengan mengutip sejumlah pejabat AS yang mengetahui persoalan tersebut.

“Penggunaan GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast Bomb atau MOAB, bom nonnuklir terbesar dalam persenjataan AS, untuk pertama kalinya dalam konflik dengan Iran akan menandai eskalasi yang signifikan, meskipun terdapat keraguan mengenai seberapa efektif senjata tersebut dalam mencapai tujuan strategis yang telah dinyatakan Trump atau membalikkan keseimbangan perang,” papar laporan CNN tersebut, mengutip sejumlah sumber yang mengetahui pembahasan internal perencanaan militer mengenai kemungkinan pengerahan senjata tersebut.

Baca Juga:  Pemukim Israel Rusuh, Halangi Kepulangan Keluarga Palestina

Perkembangan ini terjadi di tengah berlanjutnya ketegangan antara Washington dan Teheran, meskipun berbagai upaya diplomatik dilakukan untuk mengakhiri konflik. Pada 8 Oktober, Trump mengatakan AS tidak akan melancarkan serangan baru terhadap Iran sebelum pemilu sela pada 3 November, dengan alasan masih berlangsungnya pembahasan dengan para pejabat Iran, sembari tetap membuka kemungkinan dilakukannya tindakan militer lebih lanjut setelah pemilu tersebut.

Baca Juga:  Ken Setiawan dan UIN RIL Sepakati MoU Edukasi Toleransi Melalui Film

Konflik saat ini juga menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan regional dan pasokan energi global, khususnya di sekitar Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang dilalui oleh porsi signifikan pengiriman minyak dunia sebelum perang pecah.MOAB, yang berbobot sekitar 21.000 pon (9.525 kilogram), dirancang untuk menghancurkan sasaran di area yang luas.[]


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

18 Tewas Akibat Atap Sekolah Ambruk
Gubernur Mirza Raih Grand BAZNAS Awards 2026
Warga Palestina Terluka, Bentrok Pemukim vs Pasukan Israel
Mayjen TNI Kristomei Sianturi Jadi Kepala BNPB
Hadeh, Karhutla Belum Selesai, BNPB di OTT KPK
Karhutla, Penyelamatan Anak dan Orang Tua Diutamakan
2.000 Pasien Meninggal saat Menunggu Pengobatan di Gaza
Egi; Lampung Selatan Punya Desa HELAU, Semoga SPPG-nya juga HELAU

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:36 WIB

AS Gertak Iran akan Serang Pakai “MOAB”

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:32 WIB

18 Tewas Akibat Atap Sekolah Ambruk

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Gubernur Mirza Raih Grand BAZNAS Awards 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Warga Palestina Terluka, Bentrok Pemukim vs Pasukan Israel

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:19 WIB

Mayjen TNI Kristomei Sianturi Jadi Kepala BNPB

Berita Terbaru

KILATAN Cahaya Senjata Iran saat Serang Pangkalan AS [xin]

Bencana

AS Gertak Iran akan Serang Pakai “MOAB”

Kamis, 15 Okt 2026 - 23:36 WIB

Bencana

18 Tewas Akibat Atap Sekolah Ambruk

Kamis, 15 Okt 2026 - 23:32 WIB

Berita Utama

Gubernur Mirza Raih Grand BAZNAS Awards 2026

Kamis, 15 Okt 2026 - 18:52 WIB

Seorang pria Palestina memeriksa rumah yang hangus terbakar di Hawara, selatan Nablus, Tepi Barat bagian utara, menyusul serangan yang menurut laporan dilakukan oleh para pemukim Israel, pada 4 Desember 2024. (Xinhua)

Berita Utama

Warga Palestina Terluka, Bentrok Pemukim vs Pasukan Israel

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:21 WIB

Berita TNI

Mayjen TNI Kristomei Sianturi Jadi Kepala BNPB

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:19 WIB