Normalisasi Sungai Way Pisang Lampung Selatan Capai 90%

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG SELATAN-Pekerjaan normalisasi Sungai Way Pisang di Desa Bumi Restu, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, sudah hampir selesai. Perbaikan saluran yang pengerjaannya telah mencapai 90 persen ini diharapkan dapat mengatasi masalah sedimentasi dan pertumbuhan gulma, sekaligus memperbaiki tata air yang berdampak langsung pada lahan persawahan petani.
Guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai kebutuhan di lapangan, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Diana Kusumastuti meninjau langsung lokasi tersebut bersama Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto, Camat Palas Rosalina, serta jajaran terkait, kemarin (15/10).
Dalam peninjauan tersebut, Diana menjelaskan bahwa normalisasi dilakukan menyusul adanya keluhan dari para petani mengenai kondisi lahan pertanian yang terdampak masuknya air laut ke saluran irigasi. Kondisi tersebut mengganggu pertumbuhan tanaman padi dan memengaruhi kegiatan pertanian, terutama pada musim kemarau.
“Oleh karena itu, melalui Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung, kami melakukan normalisasi di sini, yaitu membuka kembali saluran-saluran yang mengalami sedimentasi dan membersihkan gulma,” ujar Diana.
Pekerjaan tersebut dilakukan melalui pengerukan endapan sedimen dan pembersihan gulma agar aliran air pada saluran irigasi dapat berfungsi lebih baik. Dengan kondisi saluran yang lebih optimal, kebutuhan pengairan lahan persawahan diharapkan dapat terpenuhi, sehingga petani mendapatkan dukungan yang lebih baik untuk menjaga produktivitas tanaman. Diana menyampaikan bahwa berdasarkan laporan hasil peninjauan di lokasi, hasil panen padi di wilayah tersebut kini dapat mencapai 8 hingga 9 ton per hektar.
“Alhamdulillah, saat ini para petani dapat menghasilkan panen padi di lokasi tersebut sebesar 8–9 ton per hektar,” ungkapnya.
Di sisi lain, para petani juga menyampaikan sejumlah kebutuhan infrastruktur yang dinilai penting untuk menunjang kegiatan pertanian. Aspirasi tersebut meliputi peninggian tanggul, perbaikan jembatan, serta perbaikan jalan guna memudahkan akses dan pengangkutan hasil panen.[]

Penulis : Romy Agus

Baca Juga:  Beri Kemudahan Masyarakat Mesuji, Elfianah Gagas Integrasi Setiap Layanan Publik

Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Lampung Selatan

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Jambore Nasional PPAJI, Spirit of Krakatoa
Revitalisasi Sekolah: Menilai Kebijakan dari Kebutuhan, Bukan Prasangka
AS Gertak Iran akan Serang Pakai “MOAB”
18 Tewas Akibat Atap Sekolah Ambruk
Gubernur Mirza Raih Grand BAZNAS Awards 2026
Warga Palestina Terluka, Bentrok Pemukim vs Pasukan Israel
Mayjen TNI Kristomei Sianturi Jadi Kepala BNPB
Hadeh, Karhutla Belum Selesai, BNPB di OTT KPK

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 04:04 WIB

Normalisasi Sungai Way Pisang Lampung Selatan Capai 90%

Jumat, 16 Oktober 2026 - 03:53 WIB

Jambore Nasional PPAJI, Spirit of Krakatoa

Jumat, 16 Oktober 2026 - 01:34 WIB

Revitalisasi Sekolah: Menilai Kebijakan dari Kebutuhan, Bukan Prasangka

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:36 WIB

AS Gertak Iran akan Serang Pakai “MOAB”

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:32 WIB

18 Tewas Akibat Atap Sekolah Ambruk

Berita Terbaru

Berita Utama

Normalisasi Sungai Way Pisang Lampung Selatan Capai 90%

Jumat, 16 Okt 2026 - 04:04 WIB

Berita Utama

Jambore Nasional PPAJI, Spirit of Krakatoa

Jumat, 16 Okt 2026 - 03:53 WIB

KILATAN Cahaya Senjata Iran saat Serang Pangkalan AS [xin]

Bencana

AS Gertak Iran akan Serang Pakai “MOAB”

Kamis, 15 Okt 2026 - 23:36 WIB

Bencana

18 Tewas Akibat Atap Sekolah Ambruk

Kamis, 15 Okt 2026 - 23:32 WIB