Karhutla, Penyelamatan Anak dan Orang Tua Diutamakan

Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA-Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan mengusulkan pemerintah agar anak-anak hingga orang tua yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diungsikan lebih dulu ke daerah yang aman dari asap. Tak lupa ia mendorong pemerintah agar menetapkan karhutla sebagai bencana nasional.

“Bila perlu anak-anak kecil orang tua diungsikan dulu ke daerah yang aman dari asap, ini adalah tanggung jawab besar negara untuk melindungi segala tumpah darah rakyat Indonesia,” kata Daniel dalam keterangannya, kemarin (12/10).

Sebagai anggota Legislator Dapil Kalimantan Barat I, Daniel mengatakan, kondisi karhutla saat ini dinilainya sebagai kondisi darurat kesehatan, darurat lingkungan, hingga sosial dan ekonomi bagi daerah terdampak asap karhutla. “Kami atas nama rakyat yang terdampak memohon kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan ini dengan menetapkan status kebencanaan ini sebagai bencana nasional,” ujarnya.

Baca Juga:  Paulus Petrus dalam 'Ageman'; Tokoh Tionghoa ini Pesankan Kesejatian Beragama

Selama tiga bulan terakhir, Daniel menyebut, masyarakat di Kalimantan sudah hidup dikepung asap dan api. Kondisi tersebut sangat membahayakan kesehatan masyarakat.

“Kondisi saat ini sudah di ambang sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat, 3 bulan karhutla sudah seperti hidup di neraka bagi masyarakat terdampak. Penderitaan apalagi yang kau dustakan,” ucap dia. Politikus PKB ini mengatakan, pemerintah juga sudah melakukan upaya terkait pemadaman karhutla.

Namun, upaya tersebut masih belum menunjukkan hasil signifikan karena dampak karhutla masih dirasakan masyarakat. “Asap masih tebal, berdampak pada aktivitas masyarakat, mengganggu penerbangan, kesehatan, sekolah dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:  Hadeh, Karhutla Belum Selesai, BNPB di OTT KPK

Ia mendorong, pemerintah menetapkan langkah strategis dan menyarankan lagi agar karhutla ditetapkan sebagai bencana nasional. Terlebih, dampak karhutla turut dirasakan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Ia juga menyoroti, Malaysia dan Singapura juga telah membuka diri untuk membantu mengatasi persoalan-persoalan karhutla ini. “Faktanya malah sudah bencana internasional. Agar segala kekuatan dapat dikerahkan untuk mengatasi kebakaran, bantuan luar negeri juga kita butuhkan, kita tidak menutup diri,” ucap Daniel.

“Ini bukan menunjukkan pemerintah lemah tapi ini masalah yang sangat besar, dan berdampak antarnegara yang butuh kerja sama antar kawasan,” sambungnya.[]


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Hadeh, Karhutla Belum Selesai, BNPB di OTT KPK
2.000 Pasien Meninggal saat Menunggu Pengobatan di Gaza
Egi; Lampung Selatan Punya Desa HELAU, Semoga SPPG-nya juga HELAU
Ken Setiawan dan UIN RIL Sepakati MoU Edukasi Toleransi Melalui Film
Misbakhun Ajak Kader Golkar Sukseskan Program Prabowo
BNPB Hormati Proses Hukum KPK Terkait Kasus Korupsi Dana Siap Pakai
Hetifah : Keamanan, Kesehatan, dan Masa Depan Anak Harus Jadi Prioritas
Denny Indrayana Laporkan KPU Ke DKPP Dugaan Penyelundupan Hukum Terkait Gibran

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Hadeh, Karhutla Belum Selesai, BNPB di OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:45 WIB

Karhutla, Penyelamatan Anak dan Orang Tua Diutamakan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:00 WIB

2.000 Pasien Meninggal saat Menunggu Pengobatan di Gaza

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Egi; Lampung Selatan Punya Desa HELAU, Semoga SPPG-nya juga HELAU

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:39 WIB

Ken Setiawan dan UIN RIL Sepakati MoU Edukasi Toleransi Melalui Film

Berita Terbaru

Bencana

Hadeh, Karhutla Belum Selesai, BNPB di OTT KPK

Kamis, 15 Okt 2026 - 15:19 WIB

Bencana

Karhutla, Penyelamatan Anak dan Orang Tua Diutamakan

Kamis, 15 Okt 2026 - 14:45 WIB

Seorang warga Palestina terlihat di sebuah jalan yang dipenuhi bangunan yang hancur di kamp pengungsi Jabalia, Jalur Gaza utara, pada 27 Oktober 2025. (Xinhua)

Berita Utama

2.000 Pasien Meninggal saat Menunggu Pengobatan di Gaza

Kamis, 15 Okt 2026 - 14:00 WIB