2.000 Pasien Meninggal saat Menunggu Pengobatan di Gaza

Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang warga Palestina terlihat di sebuah jalan yang dipenuhi bangunan yang hancur di kamp pengungsi Jabalia, Jalur Gaza utara, pada 27 Oktober 2025. (Xinhua)

Seorang warga Palestina terlihat di sebuah jalan yang dipenuhi bangunan yang hancur di kamp pengungsi Jabalia, Jalur Gaza utara, pada 27 Oktober 2025. (Xinhua)

GAZA-Sebanyak 2.027 pasien di Jalur Gaza meninggal dunia saat menunggu pengobatan dan evakuasi medis, di tengah penutupan perlintasan yang masih berlangsung serta pembatasan masuknya obat-obatan dan pasokan medis, kata seorang pejabat medis pada Rabu (14/10).

Mohammed Abu Afash, direktur bantuan medis di Gaza City, mengatakan kepada radio resmi Voice of Palestine bahwa lebih dari 21.000 pasien membutuhkan evakuasi medis. Dia menambahkan, tidak ada pasien yang meninggalkan wilayah kantong tersebut melalui perlintasan Rafah dalam lima hari terakhir.

Abu Afash mengatakan penutupan perlintasan dan tertundanya evakuasi medis telah memperburuk kondisi kesehatan pasien serta memicu komplikasi serius, terutama pada pasien kanker, gagal ginjal, penyakit jantung, dan penyakit kronis lainnya.

Baca Juga:  Tekan Microsleep, PT BTB Gelar Operasi Simpatik di KM 87 B

Rumah sakit di seluruh Jalur Gaza menghadapi kekurangan sumber daya medis dan perlengkapan diagnostik yang parah, termasuk layanan laboratorium dan radiologi, ruang operasi, obat-obatan, serta berbagai pasokan medis lainnya, katanya. Kekurangan tersebut membuat pasien tidak dapat memperoleh perawatan yang memadai.

Sebelum perang, lebih dari 574 pusat kesehatan beroperasi di Jalur Gaza. Namun, saat ini hanya 227 pusat kesehatan yang masih beroperasi dengan sumber daya terbatas, kata Abu Afash, seraya menambahkan situasi tersebut berdampak buruk pada layanan kesehatan bagi ibu hamil dan anak-anak.

Baca Juga:  Israel Perintahkan Militernya buru Pelaku Serangan 7 Oktober

Sementara itu, otoritas kesehatan Gaza mengatakan rumah sakit menerima tiga jenazah dan 17 orang terluka dalam 24 jam terakhir. Dengan demikian, jumlah korban yang tercatat sejak gencatan senjata pada Oktober 2025 mencapai 1.501 orang tewas dan 5.323 orang terluka.

Dalam laporan harian, otoritas itu menyebutkan bahwa jumlah kumulatif korban tewas di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 mencapai 74.392 orang, sementara 175.440 orang lainnya mengalami luka-luka. []


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Egi; Lampung Selatan Punya Desa HELAU, Semoga SPPG-nya juga HELAU
Ken Setiawan dan UIN RIL Sepakati MoU Edukasi Toleransi Melalui Film
Misbakhun Ajak Kader Golkar Sukseskan Program Prabowo
BNPB Hormati Proses Hukum KPK Terkait Kasus Korupsi Dana Siap Pakai
Hetifah : Keamanan, Kesehatan, dan Masa Depan Anak Harus Jadi Prioritas
Denny Indrayana Laporkan KPU Ke DKPP Dugaan Penyelundupan Hukum Terkait Gibran
DPR Ingatkan Beban Utang Negara , Bunga Capai Rp 599,4 Triliun
Kwarcab Way Kanan Gelar Apel Besar Hari Pramuka 2026

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:00 WIB

2.000 Pasien Meninggal saat Menunggu Pengobatan di Gaza

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Egi; Lampung Selatan Punya Desa HELAU, Semoga SPPG-nya juga HELAU

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:39 WIB

Ken Setiawan dan UIN RIL Sepakati MoU Edukasi Toleransi Melalui Film

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Misbakhun Ajak Kader Golkar Sukseskan Program Prabowo

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:29 WIB

BNPB Hormati Proses Hukum KPK Terkait Kasus Korupsi Dana Siap Pakai

Berita Terbaru

Seorang warga Palestina terlihat di sebuah jalan yang dipenuhi bangunan yang hancur di kamp pengungsi Jabalia, Jalur Gaza utara, pada 27 Oktober 2025. (Xinhua)

Berita Utama

2.000 Pasien Meninggal saat Menunggu Pengobatan di Gaza

Kamis, 15 Okt 2026 - 14:00 WIB

Berita Utama

Misbakhun Ajak Kader Golkar Sukseskan Program Prabowo

Kamis, 15 Okt 2026 - 13:33 WIB