PBB-Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Rabu (16/9) menyerukan deeskalasi di Timur Tengah dan Ukraina.,Seruan tersebut disampaikannya dalam konferensi pers menjelang pekan tingkat tinggi Majelis Umum PBB tahun ini.
“Pada momen krusial ini di Timur Tengah, deeskalasi harus menjadi prioritas pertama, prioritas kedua, dan prioritas ketiga,” kata Guterres. “Semua pihak harus menghentikan setiap tindakan yang merugikan warga sipil serta memastikan operasi kemanusiaan dapat berlangsung dengan aman dan tanpa hambatan.”
Dia menambahkan bahwa hak dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz dan Selat Bab al-Mandab serta perairan di sekitarnya harus dipulihkan sepenuhnya dan dihormati oleh semua pihak sesuai hukum internasional.
“Satu-satunya jalan ke depan adalah deeskalasi, diplomasi, dan dialog. Saya akan terus menekankan pesan ini dalam komunikasi yang sedang saya lakukan dengan para pemimpin,” ujarnya.
Mengenai konflik di Ukraina, Guterres mengatakan sudah waktunya untuk segera mencapai gencatan senjata sebagai langkah pertama menuju perdamaian yang adil, langgeng, dan menyeluruh, sesuai dengan Piagam PBB, hukum internasional, serta resolusi-resolusi PBB yang relevan. Konflik Ukraina telah memasuki tahun kelima, dengan penderitaan warga sipil yang sangat besar, dampak global yang terus meluas, dan tanda-tanda berakhir yang belum terlihat, ujar Guterres.
Terkait rencana perdamaian untuk Gaza, dia mengatakan bahwa rencana tersebut harus dilaksanakan sepenuhnya dengan bantuan kemanusiaan tanpa hambatan. Selain itu, aneksasi bertahap di Tepi Barat harus dihentikan, kata Guterres. “Tidak akan ada perdamaian di Timur Tengah tanpa mewujudkan solusi dua negara.” []
Penulis : Heri Suroyo
Editor : Rudi Alfian
Sumber Berita : Jakarta

















