KUNMING-Upacara penutupan program Benchmarking Kepala Desa 2026 digelar di Universitas Yunnan Minzu di Kunming, Provinsi Yunnan, Tiongkok barat daya, pada Selasa (15/9).
Lebih dari 20 pejabat desa dan perangkat terkait asal Indonesia telah merampungkan studi banding (benchmarking) selama sepekan di Provinsi Yunnan, Tiongkok barat daya, pada Senin (14/9). Mereka mengunjungi Kunming dan Xishuangbanna dari 9 hingga 15 September untuk mempelajari pengalaman Tiongkok dalam revitalisasi pedesaan, tata kelola akar rumput, dan industri unggulan yang berciri khas lokal.
Selama program tersebut, para partisipan mengunjungi Desa Haiyan, Pusat Perdagangan Internasional Luosiwan, dan Pasar Bunga Dounan di Kunming, di mana mereka mempelajari tentang pembangunan pedesaan, perdagangan, dan industri khas daerah. Di Xishuangbanna, mereka mengunjungi berbagai proyek kopi, inisiatif pembangunan desa bersama, program warisan budaya takbenda tradisional, serta proyek-proyek pertanian digital, sekaligus bertukar pandangan dengan para perangkat dan warga desa setempat.
“Para kepala desa dapat secara langsung mengamati proses penanaman dan metode-metode praktis. Hal ini jauh lebih efektif daripada mempelajari teori di ruang kelas,” ujar Mulyadin Malik, kepala Badan Pengembangan dan Informasi (BPI) Desa dan Daerah Tertinggal, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).
Malik menyatakan program tersebut memberikan pemahaman yang lebih langsung kepada para partisipan dari Indonesia tentang pendekatan Tiongkok terhadap tata kelola pedesaan dan pengembangan industri. Dia menyampaikan harapannya agar para peserta dapat membawa pulang ilmu yang mereka peroleh ke desa masing-masing serta menyesuaikan pengalaman tersebut dengan kondisi setempat.
Beberapa partisipan menyebutkan bahwa kunjungan lapangan memberikan wawasan praktis mengenai pengembangan industri pedesaan, promosi pariwisata pedesaan, dan pelestarian budaya tradisional, serta bahwa pengalaman itu dapat menjadi referensi yang berguna bagi pengembangan pedesaan di Indonesia.
Shao Weiqing, wakil rektor Universitas Yunnan Minzu, menyampaikan bahwa pihak universitas berharap dapat memanfaatkan program itu sebagai kesempatan untuk semakin memperkuat pertukaran dan kerja sama praktis antara Tiongkok dan Indonesia, serta mendorong pembelajaran bersama dan pembangunan bersama.
Diluncurkan pada 2019, program Benchmarking Kepala Desa telah digelar sebanyak enam angkatan dan mendatangkan lebih dari 100 kepala desa asal Indonesia ke Tiongkok untuk melakukan kunjungan studi.
Pada Oktober 2023, Tiongkok dan Indonesia menandatangani sebuah nota kesepahaman (MoU) mengenai kerja sama dalam pengembangan pedesaan dan pengentasan kemiskinan, yang menjadi kerangka kerja untuk pertukaran kebijakan, berbagi pengalaman, dan pengembangan kapasitas di bidang-bidang terkait. Program terbaru itu diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia dengan Universitas Yunnan Minzu sebagai tuan rumah. []
Penulis : Anis
Editor : Nara J Afkar
Sumber Berita : Jakarta

















