MOSKOW-Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov pada Rabu (16/9) mengatakan bahwa Rusia akan menganggap pengerahan pasukan Barat di wilayah Ukraina sebagai deklarasi perang langsung.
“Perlu saya tekankan bahwa kami tidak punya kepentingan untuk terlibat dalam hal ini. Namun, jika Eropa, yang setiap hari berbicara tentang persiapan perang melawan Rusia, menyerang Federasi Rusia, itu akan menjadi perang yang sama sekali berbeda, dan akan berlangsung sangat singkat,” katanya dalam Festival Pemuda Internasional di Yekaterinburg.
Lavrov menambahkan bahwa Moskow tetap siap menempuh penyelesaian secara diplomatik, termasuk melalui format trilateral yang kembali diusulkan oleh Amerika Serikat. Namun, dia menyatakan bahwa posisi Rusia mengenai penyelesaian konflik tersebut masih mencakup pemenuhan tujuan yang telah ditetapkan sejak awal serta penghapusan akar penyebab konflik.
“Oleh karena itu, bagi kami, mengatasi akar penyebab ancaman dan melindungi hak-hak rakyat Rusia, termasuk hak mereka atas bahasa ibu dan keyakinan Ortodoks, merupakan tujuan yang sangat jelas dan terdefinisi dengan baik dari operasi militer khusus,” ujarnya.
“Saya yakin bahwa pencapaian tujuan-tujuan tersebut, sebagaimana dirumuskan oleh Presiden Vladimir Putin, tidak hanya akan membantu menyelesaikan krisis ini, tetapi juga memperbaiki situasi di seluruh benua Eurasia, terutama di bagian baratnya, yaitu kawasan Eropa dan sekitarnya. Hal ini akan berkontribusi pada terbentuknya tatanan dunia yang berlandaskan keseimbangan kepentingan dan aturan internasional,” imbuh Lavrov.[]
Penulis : Heri Suroyo
Editor : Rudi Alfian
Sumber Berita : Jakarta

















