Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak KM Arupadhatu 1 Dihentikan

Kamis, 17 September 2026 | 21:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dihentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 ABK oleh Tim Pencarian

Dihentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 ABK oleh Tim Pencarian

JAKARTA – Operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak KM Arupadhatu 1 yang hilang di perairan Selat Sunda resmi dihentikan setelah upaya pencarian petugas telah memasuki hari ke-10, Kamis (17/9/2026). Meski demikian, operasi dapat kembali dibuka apabila ditemukan petunjuk baru mengenai keberadaan korban maupun kapal.

Keputusan penghentian operasi diambil setelah tim SAR gabungan bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melakukan evaluasi terhadap hasil pencarian selama 10 hari, termasuk perpanjangan operasi selama 3 hari. Hingga operasi berakhir, tim SAR belum menemukan tanda-tanda keberadaan KM Arupadhatu 1 maupun delapan orang yang berada di dalam kapal tersebut.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan keputusan penghentian operasi diambil setelah tim SAR menilai pencarian yang dilakukan tidak lagi efektif berdasarkan hasil operasi di lapangan.

“Sejak pelaksanaan hari pertama operasi gabungan sampai dengan hari ke-10, setelah perpanjangan tiga hari, secara umum tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun penumpang atau awak yang berada di kapal tersebut,” kata Andra Soni di Posko SAR Basarnas Pantai Marina, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis (17/9/2026).

Andra menjelaskan, selama operasi berlangsung, tim SAR menemukan sejumlah material yang diduga berkaitan dengan kecelakaan di laut. Namun, setelah diperiksa dan dicocokkan, seluruh temuan tersebut belum dapat dipastikan berasal dari KM Arupadhatu 1. Menurut Andra, terdapat 13 objek yang ditemukan selama operasi. Setelah dikonfirmasi dan diteliti, objek-objek tersebut dinyatakan tidak memiliki keterkaitan dengan KM Arupadhatu 1.

“Namun jika ada informasi dari masyarakat, baik nelayan, kapal yang melintas, atau pihak mana pun, operasi ini bisa dihidupkan kembali apabila ada penemuan petunjuk baru,” ujarnya.

Baca Juga:  Reformasi DK PBB Batasi Keterwakilan Negara Maju

Pada hari terakhir pencarian, tim SAR gabungan mengerahkan 24 kapal dan satu helikopter untuk menyisir 10 sektor dengan luas area pencarian mencapai 8.509 mil laut persegi. Operasi melibatkan berbagai unsur, antara lain Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta unsur terkait lainnya. Wilayah pencarian juga diperluas hingga perairan Selat Sunda yang mengarah ke Lampung.

Penghentian operasi belum menyurutkan harapan keluarga. Istri salah satu jurnalis, Muhammad Bagus Khoirunnas, Desi, meminta pemerintah dan tim SAR mempertimbangkan kembali perpanjangan operasi pencarian. Desi mengatakan keluarga sebenarnya memahami pencarian selama 10 hari telah dilakukan secara maksimal. Namun, belum ditemukannya delapan orang tersebut membuat keluarga berharap operasi tetap dilanjutkan dengan memperluas metode dan lokasi penyisiran.

“Saya memohon untuk proses pencarian ini dapat diperpanjang kembali. Saya berharap proses pencarian ini diperpanjang dan lebih dimaksimalkan lagi,” kata Desi.

Menurut Desi, terdapat sejumlah wilayah yang dinilai perlu diperiksa kembali, terutama pulau-pulau di sekitar jalur pencarian. Ia meminta pencarian tidak hanya dilakukan dari laut, tetapi juga dengan menurunkan personel untuk menyusuri bagian dalam pulau.

“Untuk proses pengecekan pulaunya kami juga memohon dapat dilakukan langsung turun ke pulaunya, menyusuri setiap pulau, dicek ke dalam pulau-pulaunya,” ujarnya.

Sejumlah lokasi yang disebut Desi antara lain Pulau Tinjil Besar dan Tinjil Kecil. Ia juga meminta penyisiran dilakukan dari arah selatan Binuangeun. Selain itu, keluarga meminta pengecekan dilakukan terhadap sejumlah pulau di wilayah Lampung, seperti Pulau Panjurit, Pandang Runik, Pandang Balak, dan Pulau Penyu. Di wilayah sekitar Panaitan, keluarga juga meminta pengecekan terhadap Pulau Panaitan, Sangiang, Buku, dan Handelem. Desi berharap apabila operasi kembali dibuka, wilayah-wilayah tersebut dapat diperiksa secara langsung dengan metode penyisiran darat dan laut.

Baca Juga:  Sambut Lamsel Fest 2026, Gema HELAU Beraksi!

“Kami dari pihak keluarga sangat berharap dan yakin mereka pasti bisa ditemukan,” tegas Desi.

KM Arupadhatu 1 sebelumnya dilaporkan hilang kontak setelah berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026). Kapal tersebut membawa lima jurnalis dan tiga awak yang hendak melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Lima jurnalis yang masih dalam pencarian yakni Muhammad Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudistiro dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis lepas. Sementara itu, tiga awak kapal terdiri atas Warta selaku kapten, Surakman sebagai anak buah kapal, dan Haryanto sebagai pemandu.

Selama 10 hari operasi pencarian belum memberikan titik terang mengenai keberadaan mereka. Meski operasi resmi dihentikan, pemerintah memastikan pencarian dapat kembali dilakukan apabila muncul informasi atau petunjuk baru yang dinilai relevan. Andra Soni menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut. Ia juga menyatakan keprihatinan atas belum ditemukannya delapan orang yang berada di KM Arupadhatu 1.

“Kami juga ingin menyampaikan keprihatinan mendalam atas belum ditemukannya sahabat-sahabat kita, keluarga-keluarga kita yang berada di Arupadhatu 1. Semoga kita mendapatkan informasi yang bisa kita tindaklanjuti,” tutup Andra.[]


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Unjuk Rasa di Prancis, Menara Eiffel Ditutup
Kamar Dagang Hangzhou Resmi Dibentuk di Indonesia
H-4 Lamsel Fest 2026: Seluruh Lini Dipastikan Siap
Sambut Lamsel Fest 2026, Gema HELAU Beraksi!
DPR AS Kemungkinan Makzulkan Menteri Perang Pete Hegseth
Masuki Musim Penghujan, DLH Lampura Mitigasi Pohon Tumbang
Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan
RSM Indonesia dan RSM China Bentuk China Desk

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 22:18 WIB

Unjuk Rasa di Prancis, Menara Eiffel Ditutup

Jumat, 6 November 2026 - 21:14 WIB

Kamar Dagang Hangzhou Resmi Dibentuk di Indonesia

Jumat, 6 November 2026 - 21:05 WIB

H-4 Lamsel Fest 2026: Seluruh Lini Dipastikan Siap

Jumat, 6 November 2026 - 21:00 WIB

Sambut Lamsel Fest 2026, Gema HELAU Beraksi!

Jumat, 6 November 2026 - 20:11 WIB

DPR AS Kemungkinan Makzulkan Menteri Perang Pete Hegseth

Berita Terbaru

Foto yang diabadikan pada 25 Februari 2026 ini menunjukkan tepian Sungai Seine yang tergenang banjir dengan Menara Eiffel di belakangnya di Paris, Prancis. (Xinhua)

Berita Utama

Unjuk Rasa di Prancis, Menara Eiffel Ditutup

Jumat, 6 Nov 2026 - 22:18 WIB


Pengukuhan dan penyerahan plakat yang dilaksanakan di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, pada 5 November 2026 resmi menandai pembentukan Kamar Dagang Hangzhou di Indonesia. (Xinhua)

Berita Utama

Kamar Dagang Hangzhou Resmi Dibentuk di Indonesia

Jumat, 6 Nov 2026 - 21:14 WIB

Berita Utama

H-4 Lamsel Fest 2026: Seluruh Lini Dipastikan Siap

Jumat, 6 Nov 2026 - 21:05 WIB

Berita Utama

Sambut Lamsel Fest 2026, Gema HELAU Beraksi!

Jumat, 6 Nov 2026 - 21:00 WIB

Menteri Perang Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth berbicara dalam konferensi pers di Gedung Putih di Washington DC, AS, pada 6 April 2026. (Xinhua)

Berita Utama

DPR AS Kemungkinan Makzulkan Menteri Perang Pete Hegseth

Jumat, 6 Nov 2026 - 20:11 WIB