WASHINGTONMerasa khawatir dengan kekalahan dalam pemilihan umum (pemilu) sela Selasa (3/11), banyak anggota parlemen dari Partai Republik bergerak cepat untuk menyalahkan Menteri Perang Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS pun kemungkinan akan melakukan pemungutan suara paling cepat pekan depan untuk memakzulkannya, demikian dilaporkan CNN pada Rabu (4/11).
Para anggota parlemen Partai Republik itu berargumen di balik layar bahwa Hegseth memainkan peran utama dalam meyakinkan Presiden Donald Trump untuk menyerang Iran “tanpa strategi untuk mengakhiri perang” dan “tanpa rencana untuk menangani dampak politik yang tak terhindarkan,” papar laporan CNN tersebut.
Partai Demokrat diperkirakan akan merebut kendali atas DPR dan Senat, ungkap laporan lembaga prakiraan pemilu Decision Desk HQ. Beberapa outlet media menggambarkan hasil pemilu sela tersebut sebagai “gelombang biru” (blue wave) atau bahkan “tsunami biru” (blue tsunami).
Menurut proyeksi terbaru NBC News, Demokrat diperkirakan akan memenangkan sedikitnya 54 kursi Senat, dengan kenaikan tujuh kursi dari total prapemilu. Demokrat berhasil merebut sejumlah negara bagian kunci yang menjadi medan persaingan ketat, termasuk Texas, Kansas, Iowa, Ohio, dan Maine.
NBC News juga memproyeksikan bahwa Demokrat akan memenangkan sedikitnya 242 kursi di DPR, dengan kenaikan 34 kursi. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat seiring berlanjutnya penghitungan suara.
Trump mengatakan kepada The Wall Street Journal pada Selasa malam waktu setempat bahwa perang di Iran turut menjadi penyebab kekalahan Partai Republik di berbagai wilayah dalam pemilu sela. Namun, Trump menegaskan dirinya tidak menyesal telah melancarkan perang tersebut sebelumnya pada tahun ini.
“Iran adalah salah satu penyebabnya,” ujar Trump dalam sebuah wawancara via telepon dengan harian AS tersebut ketika ditanya apakah perang itu berkontribusi terhadap kinerja buruk Partai Republik dalam pemilu.
Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan di media sosial pada Rabu bahwa “alasan kami kalah adalah perang. Presiden sendiri mengatakan demikian tadi malam.” []
Penulis : Nara J Afkar
Editor : Rudi Alfian
Sumber Berita : Jakarta
















