LAMPUNG UTARA – Guna mengantisipasi potensi bencana pohon tumbang jelang musim penghujan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lampung Utara (Lampura) mengambil langkah preventif melalui pemangkasan pohon di sejumlah ruas jalan arteri perkotaan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Kepala DLH Lampura, Gunaido Uthama, dalam menjaga keselamatan masyarakat di Bumi Ragem Tunas Lampung sekaligus merawat keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) agar lingkungan perkotaan tetap tertata, bersih, dan asri.
“Kegiatan pemangkasan difokuskan pada tiga ruas jalan utama, yakni Jalan Alamsyah Ratu Prawiranegara, Jalan Jenderal Sudirman, serta Jalan Soekarno-Hatta,” terang Gunaido kepada lintaslampung, Jumat 06 November 2026.
Sejumlah pohon yang dinilai memiliki dahan dan ranting berpotensi patah atau tumbang menjadi sasaran pemangkasan. Langkah itu dimaksudkan untuk meminimalkan risiko kejadian yang dapat membahayakan pengendara, pejalan kaki, maupun bangunan di sekitar lokasi.
“Pemangkasan ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi potensi pohon tumbang yang dapat membahayakan masyarakat,” tegasnya.
“Kami ingin memastikan pohon-pohon di sepanjang jalan protokol tetap terpelihara dengan baik, sehingga keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas,” timpalnya lagi.
Menurutnya, penanganan pohon tidak hanya berorientasi pada aspek keselamatan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga estetika dan kualitas lingkungan perkotaan.
Pihaknya menginstruksikan tim internal pemangkasan dan kebersihan untuk bergerak cepat dan terkoordinasi. Hal itu dilakukan agar pekerjaan dapat diselesaikan tanpa menimbulkan gangguan mobilitas kendaraan.
Sampah hasil pemangkasan, sambung dia, langsung ditangani oleh petugas kebersihan untuk selanjutnya diangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Alam Kari.
“Kami juga memastikan sampah organik hasil pemangkasan langsung diangkut petugas kebersihan menuju TPA Alam Kari. Jadi, setelah pemangkasan selesai, lokasi harus kembali bersih,” tuturnya.
Gunaido menargetkan kegiatan pemangkasan pohon di sejumlah titik tersebut dapat dirampungkan hingga akhir tahun 2026. Bahkan, tidak menutup kemungkinan berlanjut hingga awal tahun 2027.
“Harapannya, memasuki puncak musim penghujan nanti, risiko pohon tumbang dapat diminimalisir dan zero accident,” tandasnya. []
Penulis : Rudi Alfian
Editor : Nara J.Afkar
Sumber Berita : Lampung
















