Pasar Digital Indonesia Paling Aktif

Kamis, 5 November 2026 | 16:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infografis ini menampilkan sejumlah sorotan dari laporan

Infografis ini menampilkan sejumlah sorotan dari laporan "Digital 2027: Indonesia" yang dirilis We Are Social dan Meltwater pada Kamis (5/11). (Xinhua)

JAKARTA-Jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 231 juta orang atau 80,2 persen dari total populasi. Angka itu tercatat dalam laporan “Digital 2027: Indonesia” yang dirilis We Are Social bersama Meltwater pada Kamis (5/11).

Laporan tahunan tersebut memotret perilaku masyarakat Indonesia dalam menggunakan internet, media sosial, dan teknologi digital. Indonesia menjadi salah satu negara dengan aktivitas digital paling tinggi di dunia. Negara ini berada di posisi teratas untuk sejumlah indikator, di antaranya keyakinan terhadap manfaat kecerdasan buatan (AI) dan penggunaan layanan buy now, pay later (BNPL).

Identitas pengguna media sosial di Indonesia tercatat 240 juta, setara 83,2 persen populasi. Angka ini tidak selalu mencerminkan jumlah individu karena satu orang dapat memiliki lebih dari satu akun. Pengguna internet berusia 16 tahun ke atas rata-rata memakai 7,5 platform media sosial setiap bulan, peringkat kedelapan tertinggi dalam laporan.

Aplikasi perpesanan tetap menjadi sarana komunikasi utama. WhatsApp digunakan 92,7 persen pengguna internet. Pengguna aktifnya menghabiskan rata-rata 1 jam 55 menit per hari di aplikasi itu, durasi tertinggi dalam laporan. Instagram dan TikTok menyusul sebagai platform yang paling banyak dipakai. Media sosial juga berperan dalam keputusan pembelian. Sebanyak 60 persen pengguna internet memakainya untuk mencari informasi tentang merek, menjadikannya kanal riset merek yang paling banyak digunakan.

Baca Juga:  DPR Ingatkan Beban Utang Negara , Bunga Capai Rp 599,4 Triliun

AI Paling Banyak Dipakai

Dalam sebulan terakhir, 94,9 persen pengguna internet berusia 16 tahun ke atas menggunakan perangkat berbasis AI, peringkat keempat tertinggi dalam laporan. Di antara pengguna AI, sebanyak 43,7 persen memanfaatkannya untuk membuat atau menyempurnakan gambar dan video. ChatGPT dan Google Gemini masing-masing digunakan hampir separuh pengguna internet.

Sebanyak 47,2 persen pengguna internet Indonesia meyakini AI bermanfaat bagi masyarakat, angka tertinggi di antara negara-negara yang dicakup laporan. Namun, hanya 28,3 persen yang mengaku nyaman menggunakannya, di bawah rata-rata global.

APAC Vice President of Enterprise Sales Meltwater Mimrah Mahmood mengatakan masyarakat Indonesia telah menjadikan teknologi digital bagian dari keseharian, meski kepercayaan terhadap teknologi itu masih berkembang. Menurut dia, masyarakat melihat potensi AI bagi publik dan makin nyaman berbelanja online, tetapi tetap mempertimbangkan sejauh mana informasi yang mereka temui dapat dipercaya. Perkembangan kepercayaan itu, kata dia, akan ikut menentukan arah pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Belanja Online dan GIM Paling Menonjol

Sebanyak 73,1 persen pengguna internet lebih memilih berbelanja online daripada ke toko fisik, tertinggi kedua dalam laporan. Sebanyak 34,7 persen menggunakan layanan BNPL setiap minggu, lebih dari dua kali lipat rata-rata global. Di ranah hiburan, 95,6 persen pengguna internet bermain gim video, menempatkan Indonesia di posisi kedua setelah Filipina.

Baca Juga:  Lampung Matangkan Persiapan Jadi Tuan Rumah Pornas Korpri 2027

Lebih dari dua pertiga pengguna internet melakukan riset online sebelum membeli produk, persentase tertinggi dalam laporan. Di sisi lain, Indonesia mencatat penggunaan pemblokir iklan tertinggi, yakni 39,4 persen pengguna internet. Hanya 13,2 persen yang merasa terwakili oleh iklan yang mereka lihat.

Managing Director We Are Social Indonesia Yudhi Hastiardi menyoroti perubahan dalam cara merek dipertimbangkan konsumen. Sebanyak 28,2 persen pengguna internet sudah menjadikan AI sebagai salah satu sumber utama riset merek. Karena itu, katanya lebih lanjut, merek kini tidak hanya bersaing untuk terlihat, tetapi juga perlu memperhatikan bagaimana mereka muncul dan direpresentasikan di berbagai sumber rujukan audiens, termasuk AI. Menurut Yudhi, apa yang dikatakan orang tentang sebuah merek dan kredibilitas informasinya berperan sama pentingnya dengan pesan dari merek itu sendiri. []


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Nara J.Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Sungai Berbusa dan Bau, Warga Bernung Keluhkan Limbah Ayam
Jokowi Akhirnya Tunjukkan Ijazah Di Persidangan Roy Suryo Di PN Jaktim
Pastikan Mutu Kesehatan, Wagub Jihan Sambangi RSUD KH. Muhammad Thohir
Tinjau Kampung Nelayan Krui, Wagub Jihan Dorong Ekonomi Pesisir
Pemprov Lampung Perkuat Kepastian Hukum Lingkungan, Iklim Investasi Tetap Dijaga
Tinjau Pasar Way Batu, Wagub Jihan Pastikan Pasokan Pangan Terjaga
Indonesia-Tiongkok Perkuat Kerjasama Pertanian
RRDK sebut AS Terus Kirim Sinyal “Permusuhan”

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:24 WIB

Sungai Berbusa dan Bau, Warga Bernung Keluhkan Limbah Ayam

Kamis, 5 November 2026 - 16:45 WIB

Pasar Digital Indonesia Paling Aktif

Kamis, 5 November 2026 - 12:05 WIB

Jokowi Akhirnya Tunjukkan Ijazah Di Persidangan Roy Suryo Di PN Jaktim

Kamis, 5 November 2026 - 10:37 WIB

Pastikan Mutu Kesehatan, Wagub Jihan Sambangi RSUD KH. Muhammad Thohir

Kamis, 5 November 2026 - 10:29 WIB

Tinjau Kampung Nelayan Krui, Wagub Jihan Dorong Ekonomi Pesisir

Berita Terbaru

Berita Utama

Sungai Berbusa dan Bau, Warga Bernung Keluhkan Limbah Ayam

Kamis, 5 Nov 2026 - 17:24 WIB

Infografis ini menampilkan sejumlah sorotan dari laporan

Berita Utama

Pasar Digital Indonesia Paling Aktif

Kamis, 5 Nov 2026 - 16:45 WIB

Berita Utama

Tinjau Kampung Nelayan Krui, Wagub Jihan Dorong Ekonomi Pesisir

Kamis, 5 Nov 2026 - 10:29 WIB