PYONGYANG-Seorang pejabat senior Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK) pada Rabu (4/11) menyampaikan bahwa Amerika Serikat (AS) terus mengirim “sinyal-sinyal permusuhan,” yang mendorong negaranya untuk “mempertimbangkan kembali entitas AS dalam berbagai aspek.”
Kim Yo Jong, direktur departemen Komite Sentral Partai Buruh Korea, menyampaikan hal itu dalam sebuah pernyataan pers yang disiarkan oleh kantor berita resmi Korean Central News Agency (KCNA).
Dalam tanggapan terbaru terhadap tudingan AS yang mengaitkan pencurian mata uang kripto baru-baru ini yang melibatkan dana senilai miliaran dolar AS di Binance dengan sebuah kelompok peretas yang diduga mendapat “dukungan” dari RRDK, Kim menyebut hal tersebut “tidak lebih dari puncak gunung es yang menunjukkan esensi kebijakan permusuhan AS terhadap RRDK,” kata KCNA dalam laporannya, mengutip pernyataan Kim.
“Kami tidak menganggap insiden peretasan Binance sebagai kasus yang bersifat kebetulan dan mendadak ataupun skema pribadi yang terisolasi, melainkan sebagai kelanjutan dari kebijakan permusuhan Washington yang tidak berubah terhadap RRDK,” ujar Kim, seperti dikutip KCNA.
“Upaya jahat AS untuk meraih keuntungan politik dan strategis dengan menyalahgunakan kasus tersebut justru menimbulkan efek samping politik,” ujarnya.
Mengecam keras Washington karena menggelar latihan militer gabungan dengan Jepang dan Republik Korea (Korea Selatan) di bawah berbagai misi, serta menjatuhkan sanksi sepihak dan multilateral serta menerbitkan “Laporan Perdagangan Orang” (Trafficking in Persons Report), pernyataan tersebut menyebutkan bahwa AS baru-baru ini mencetak “rekor baru permusuhan anti-RRDK” di ranah denuklirisasi, hak asasi manusia, siber, sanksi, dan urusan militer.
Seiring dengan terciptanya rekor-rekor baru dalam penerapan kebijakan permusuhan AS terhadap RRDK, “Sudah sewajarnya rekor baru juga tercipta dalam tindakan balasan reflektif kami,” tutur pejabat tersebut.
“Langkah AS menanggalkan kebijakan permusuhannya terhadap RRDK merupakan premis utama sekaligus kunci untuk menyelesaikan semua masalah,” ujar Kim.[]
Penulis : Rudi Alfian
Editor : Nara J Afkar
Sumber Berita : Jakarta
















