RRDK sebut AS Terus Kirim Sinyal “Permusuhan”

Rabu, 4 November 2026 | 23:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto yang bersumber dari Korean Central News Agency (KCNA) pada 4 November 2026 ini memperlihatkan Kim Jong Un, sekretaris jenderal Partai Buruh Korea sekaligus presiden urusan negara Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK), mengunjungi Galangan Kapal Nampho di RRDK. (KCNA/Xinhua)

Foto yang bersumber dari Korean Central News Agency (KCNA) pada 4 November 2026 ini memperlihatkan Kim Jong Un, sekretaris jenderal Partai Buruh Korea sekaligus presiden urusan negara Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK), mengunjungi Galangan Kapal Nampho di RRDK. (KCNA/Xinhua)

PYONGYANG-Seorang pejabat senior Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK) pada Rabu (4/11) menyampaikan bahwa Amerika Serikat (AS) terus mengirim “sinyal-sinyal permusuhan,” yang mendorong negaranya untuk “mempertimbangkan kembali entitas AS dalam berbagai aspek.”

Kim Yo Jong, direktur departemen Komite Sentral Partai Buruh Korea, menyampaikan hal itu dalam sebuah pernyataan pers yang disiarkan oleh kantor berita resmi Korean Central News Agency (KCNA).

Dalam tanggapan terbaru terhadap tudingan AS yang mengaitkan pencurian mata uang kripto baru-baru ini yang melibatkan dana senilai miliaran dolar AS di Binance dengan sebuah kelompok peretas yang diduga mendapat “dukungan” dari RRDK, Kim menyebut hal tersebut “tidak lebih dari puncak gunung es yang menunjukkan esensi kebijakan permusuhan AS terhadap RRDK,” kata KCNA dalam laporannya, mengutip pernyataan Kim.

Baca Juga:  Hetifah : Keamanan, Kesehatan, dan Masa Depan Anak Harus Jadi Prioritas

“Kami tidak menganggap insiden peretasan Binance sebagai kasus yang bersifat kebetulan dan mendadak ataupun skema pribadi yang terisolasi, melainkan sebagai kelanjutan dari kebijakan permusuhan Washington yang tidak berubah terhadap RRDK,” ujar Kim, seperti dikutip KCNA.

“Upaya jahat AS untuk meraih keuntungan politik dan strategis dengan menyalahgunakan kasus tersebut justru menimbulkan efek samping politik,” ujarnya.

Mengecam keras Washington karena menggelar latihan militer gabungan dengan Jepang dan Republik Korea (Korea Selatan) di bawah berbagai misi, serta menjatuhkan sanksi sepihak dan multilateral serta menerbitkan “Laporan Perdagangan Orang” (Trafficking in Persons Report), pernyataan tersebut menyebutkan bahwa AS baru-baru ini mencetak “rekor baru permusuhan anti-RRDK” di ranah denuklirisasi, hak asasi manusia, siber, sanksi, dan urusan militer.

Baca Juga:  Dayabumi dan GEM Kembangkan PLTS 90 MWp di Sulteng

Seiring dengan terciptanya rekor-rekor baru dalam penerapan kebijakan permusuhan AS terhadap RRDK, “Sudah sewajarnya rekor baru juga tercipta dalam tindakan balasan reflektif kami,” tutur pejabat tersebut.

“Langkah AS menanggalkan kebijakan permusuhannya terhadap RRDK merupakan premis utama sekaligus kunci untuk menyelesaikan semua masalah,” ujar Kim.[]


Penulis : Rudi Alfian


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kerjasama Pertanian
Trump Akui Perangi Iran Penyebab Kekalahan di Pemilu Sela
Lamsel Fest 2026 Usung Konsep Baru; Pesta UMKM, Atraksi Budaya dan Night Lava Run
Pemilu Sela AS, Ditengah Harga Bensin Menjulang Tinggi
Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
PLN UID Lampung Perkuat Pelayanan Masyarakat melalui Kolaborasi Edukasi Kelistrikan.
Pengerahan Prajurit TNI Dalam Jumlah Besar Ke Jakarta Untuk Mempertebal Pengamanan
DPR Minta Presiden Prabowo Cabut Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Listyo Sigit

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 23:58 WIB

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kerjasama Pertanian

Rabu, 4 November 2026 - 23:45 WIB

RRDK sebut AS Terus Kirim Sinyal “Permusuhan”

Rabu, 4 November 2026 - 21:52 WIB

Trump Akui Perangi Iran Penyebab Kekalahan di Pemilu Sela

Rabu, 4 November 2026 - 20:20 WIB

Lamsel Fest 2026 Usung Konsep Baru; Pesta UMKM, Atraksi Budaya dan Night Lava Run

Rabu, 4 November 2026 - 19:49 WIB

Pemilu Sela AS, Ditengah Harga Bensin Menjulang Tinggi

Berita Terbaru

Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman dan Menteri Pertanian Tiongkok Zhang Zhu mengadakan pertemuan bilateral di Beijing, Tiongkok, pada 2 November 2026. (Kementerian Pertanian RI/Xinhua).

Berita Utama

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kerjasama Pertanian

Rabu, 4 Nov 2026 - 23:58 WIB

Foto yang bersumber dari Korean Central News Agency (KCNA) pada 4 November 2026 ini memperlihatkan Kim Jong Un, sekretaris jenderal Partai Buruh Korea sekaligus presiden urusan negara Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK), mengunjungi Galangan Kapal Nampho di RRDK. (KCNA/Xinhua)

Berita Utama

RRDK sebut AS Terus Kirim Sinyal “Permusuhan”

Rabu, 4 Nov 2026 - 23:45 WIB

Sejumlah pemilih bersiap memberikan suara dalam Hari Pemilihan Umum (Pemilu) untuk pemilu sela di sebuah tempat pemungutan suara di Los Angeles, California, Amerika Serikat, pada 3 November 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Trump Akui Perangi Iran Penyebab Kekalahan di Pemilu Sela

Rabu, 4 Nov 2026 - 21:52 WIB

Para pemilih mengantre di sebuah tempat pemungutan suara untuk pemungutan suara awal di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat (AS), pada 30 Oktober 2026, beberapa hari sebelum hari pemilu sela AS yang jatuh pada 3 November. (Xinhua)

Berita Utama

Pemilu Sela AS, Ditengah Harga Bensin Menjulang Tinggi

Rabu, 4 Nov 2026 - 19:49 WIB