JAKARTA-Pemerintah Indonesia memperkuat kesiapan tenaga kerja lokal untuk memenuhi kebutuhan industri pengolahan logam yang terus berkembang di wilayah timur negara tersebut melalui peningkatan pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, dan pendidikan tinggi.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kerja sama antara Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Tanjung Ulie, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, pada Senin (2/11). Kesepakatan yang berlaku selama dua tahun atau hingga 2028 itu ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi dan Presiden Direktur PT IWIP Kevin He.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan bahwa perkembangan investasi berskala besar di sektor pengolahan logam harus diimbangi dengan penyiapan sumber daya manusia (SDM) berkualitas agar masyarakat setempat dapat mengambil bagian dalam pertumbuhan industri.
Menurut dia, pemerintah mendorong perusahaan menyusun peta jalan kebutuhan tenaga kerja untuk lima tahun mendatang, mulai dari tingkat operator, supervisor, hingga insinyur muda. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat penyerapan tenaga kerja domestik sekaligus meningkatkan kompetensi pekerja sesuai kebutuhan industri.
Menurut Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada awal Oktober lalu, kawasan industri IWIP telah menyerap sekitar 117.000 tenaga kerja sejak mulai dikembangkan pada 2018.
Kemnaker juga mendorong agar penggunaan tenaga kerja asing (TKA) dibatasi pada kebutuhan teknis khusus yang belum dapat dipenuhi tenaga kerja domestik. Penggunaannya akan disertai dengan transfer pengetahuan agar kemampuan tenaga kerja lokal terus berkembang.
“Kita ingin menjadikan PT IWIP sebagai benchmark Integrated Talent Engine in Indonesia, yakni sebuah kawasan industri yang mampu menarik ekosistem pelatihan dan pendidikan secara mandiri dan terintegrasi,” kata Yassierli dalam keterangannya.
Untuk mendukung upaya tersebut, Kemnaker menyiapkan penguatan ekosistem pendidikan dan pelatihan vokasi melalui penyediaan kuota pelatihan serta sertifikasi kompetensi gratis di Balai Latihan Kerja (BLK). Pemerintah juga menyediakan beasiswa penuh di Politeknik Ketenagakerjaan bagi putra-putri daerah Provinsi Maluku Utara.
Kerja sama itu turut mencakup perluasan kesempatan pelatihan bagi penyandang disabilitas serta alokasi 80 persen peserta Program Magang Nasional untuk menjalani pemagangan langsung di kawasan industri IWIP.
Selain peningkatan kompetensi, penguatan hubungan industrial juga menjadi bagian dari kolaborasi tersebut. Yassierli menekankan pentingnya hubungan kerja yang harmonis melalui keberadaan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara manajemen perusahaan dan serikat pekerja.
“Prinsip kita tegas, industri harus maju, dan pekerja harus sejahtera. Dua hal ini tidak boleh dipertentangkan, melainkan harus berjalan seiring dan saling menguatkan,” ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, pemerintah Indonesia berharap pertumbuhan kawasan industri di Halmahera Tengah tidak hanya memperkuat kapasitas industri nasional, tetapi juga membuka peluang peningkatan keterampilan, kesempatan kerja, dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Maluku Utara dan wilayah sekitarnya. []
Penulis : Heri Suroyo
Editor : Nara J.Afkar
Sumber Berita : Jakarta














