Tiongkok-Indonesia Bahas Teknologi Pelestarian Alam

Kamis, 17 September 2026 | 22:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Foto yang diabadikan pada 15 September 2026 ini menunjukkan Bennasita Dyah Ramya, analis kebijakan dari Kementerian Pariwisata Indonesia, menyampaikan pidato dalam acara Seminar tentang Perlindungan dan Pengelolaan Situs Warisan Alam untuk Negara-Negara Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (Belt and Road Initiative/BRI), yang digelar di Huangshan, Provinsi Anhui, Tiongkok timur. (Xinhua)

Foto yang diabadikan pada 15 September 2026 ini menunjukkan Bennasita Dyah Ramya, analis kebijakan dari Kementerian Pariwisata Indonesia, menyampaikan pidato dalam acara Seminar tentang Perlindungan dan Pengelolaan Situs Warisan Alam untuk Negara-Negara Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (Belt and Road Initiative/BRI), yang digelar di Huangshan, Provinsi Anhui, Tiongkok timur. (Xinhua)

HEFEI-Para pejabat dari Tiongkok dan Indonesia sedang menjajaki bagaimana teknologi modern dapat berkontribusi pada konservasi dan pengelolaan situs warisan alam seiring dimulainya program pelatihan bagi para pejabat warisan dari negara-negara Sabuk dan Jalur Sutra di Huangshan, Provinsi Anhui, Tiongkok timur.

Bagi peserta Indonesia, pendekatan Tiongkok dalam menyeimbangkan konservasi warisan dengan pariwisata berkelanjutan menjadi fokus perhatian khusus.

“Saya sangat tertarik pada bagaimana Huangshan mengelola pariwisata sembari melestarikan nilai-nilai alam dan budaya situs tersebut, serta bagaimana mereka melaksanakan perencanaan jangka panjang dan pengelolaan risiko,” kata Bennasita Dyah Ramya, analis kebijakan di Kementerian Pariwisata Indonesia.

Dalam seminar itu, para peserta mempelajari bagaimana teknologi seperti kecerdasan buatan dan pemantauan berkelanjutan digunakan untuk mengamati dan menganalisis situs warisan serta mengidentifikasi potensi risiko. Pendekatan tersebut juga dapat diterapkan untuk memantau unsur-unsur ekologis, termasuk tumbuhan dan hewan, serta faktor-faktor yang dapat menimbulkan risiko bagi situs warisan.

Baca Juga:  Mirza Buka "Gubernur Lampung Badminton Open 2026"

“Ini sesuatu yang benar-benar membuat saya tertarik, karena teknologi modern menjadi faktor penting dalam pengelolaan warisan,” katanya.

Pejabat Indonesia, Muhammad Asad Nuzulul, analis kebijakan teknis di Kementerian Kehutanan Indonesia, mengatakan seminar tersebut menyediakan platform penting bagi para profesional warisan dari berbagai negara Sabuk dan Jalur Sutra untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Dirinya berharap pertukaran itu akan membantu para peserta mengeksplorasi solusi inovatif, memperdalam kerja sama internasional, dan bekerja sama untuk melindungi warisan tak tergantikan yang dimiliki bersama oleh umat manusia.

Baca Juga:  Kades Tanjung Waras Sebut Belum Ada Bukti Perselingkuhan

Huangshan ditetapkan sebagai basis pelatihan oleh Administrasi Kehutanan dan Padang Rumput Nasional Tiongkok pada 2023. Sejak saat itu, daerah tersebut telah memberikan pelatihan kepada hampir 300 pejabat konservasi warisan dari negara-negara Sabuk dan Jalur Sutra.

Dalam program yang berlangsung selama sepekan itu, para peserta akan mengunjungi Huangshan, Desa Hongcun, sebuah situs Warisan Dunia UNESCO, serta Museum Sejarah Huizhou dan Jalan Kuno Tunxi. Kunjungan-kunjungan tersebut akan memberikan kesempatan kepada para peserta untuk mempelajari lebih lanjut tentang pendekatan Tiongkok dalam melestarikan, menjaga, dan memanfaatkan warisan alam dan budaya secara berkelanjutan.[]


Penulis : Romy Agus


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi
Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar
Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri
Beda TMT, Beda Waktu Gaji PPPK Paruh Waktu, BKD Lampung Selatan Pastikan SK Perpanjangan Segera Terbit
Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing
Mesir Kirim 2.600 Ton Bantuan ke Gaza
Senator AS Curigai Pentagon Soal Perang Iran
Lampung Kawal Percepatan Pengembangan PLTP Rajabasa

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Beda TMT, Beda Waktu Gaji PPPK Paruh Waktu, BKD Lampung Selatan Pastikan SK Perpanjangan Segera Terbit

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing

Berita Terbaru

Berita Utama

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi

Kamis, 8 Okt 2026 - 14:09 WIB

Berita Utama

Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar

Kamis, 8 Okt 2026 - 14:06 WIB

Berita Utama

Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing

Kamis, 8 Okt 2026 - 06:47 WIB