PBB khawatirkan Keselamatan Warga Sipil Palestina

Kamis, 3 September 2026 | 22:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Seorang warga Palestina memadamkan api pada sebuah kendaraan yang hancur akibat serangan drone Israel di kawasan permukiman Tel al-Hawa, Gaza City, pada 31 Agustus 2026. (Xinhua)

Seorang warga Palestina memadamkan api pada sebuah kendaraan yang hancur akibat serangan drone Israel di kawasan permukiman Tel al-Hawa, Gaza City, pada 31 Agustus 2026. (Xinhua)

PBB-Badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (2/9) menyatakan kekhawatiran mendalam terhadap keselamatan dan kesejahteraan warga sipil di wilayah Palestina yang di duduki, setelah tiga anak dilaporkan tewas dalam kurun 24 jam.

UNICEF mengatakan pada Rabu melalui laman Facebook bahwa dua anak perempuan dan seorang anak laki-laki berusia 3 hingga 13 tahun dilaporkan tewas dalam 24 jam terakhir di Gaza, dengan sedikitnya lima anak lainnya mengalami luka-luka.

UNICEF mengatakan bahwa untuk melindungi anak-anak, penggunaan senjata peledak dan tembakan yang tidak pandang bulu harus dihindari.Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan tiga penjaga yang bekerja untuk mitra kemanusiaan mengalami luka ringan pada Selasa (1/9) dalam bentrokan bersenjata di Gaza City.

Di Deir al-Balah, dinding luar dua wisma tamu PBB terkena proyektil hingga menyebabkan kerusakan ringan. Sebuah drone dengan empat baling-baling (quadcopter) milik Israel terlihat di dekat lokasi tersebut, kata OCHA.

Baca Juga:  Meramal Peran AI Buat Masa Depan Seni Rupa Indonesia

OCHA menyampaikan bahwa pada Rabu, untuk hari kedua berturut-turut, sekitar 1 juta penduduk Gaza yang bergantung pada jaringan pasokan air Israel terdampak oleh berkurangnya pasokan. Air yang didistribusikan dari sumber-sumber lain menggunakan truk hanya mampu mengatasi sebagian dari kekurangan tersebut.

Di Tepi Barat, OCHA mengatakan bahwa mitra-mitra kemanusiaannya sangat prihatin dengan laporan bahwa seluruh komunitas Khirbet at Tabban dihancurkan oleh pasukan Israel.

Khirbet merupakan salah satu dari 13 komunitas penggembala di area Masafer Yatta, Hebron. Ketiga belas komunitas tersebut berpenduduk lebih dari 1.000 orang dan seluruhnya berada di dalam 18 persen wilayah Tepi Barat yang dinyatakan oleh otoritas Israel sebagai “zona tembak” dan dialokasikan untuk latihan militer, sebut OCHA.

Komunitas-komunitas ini telah lama menghadapi perintah penghancuran yang dikeluarkan terhadap semua bangunan karena tidak memiliki izin, meski otoritas Israel tidak menerbitkan izin yang diperlukan untuk warga Palestina. Selama dua tahun terakhir, belasan pos pemukim telah didirikan di wilayah yang sama, dengan kekerasan oleh para pemukim makin menambah tekanan bagi warga Palestina agar meninggalkan wilayah tersebut.

Baca Juga:  PBB: Israel Lakukan Kejahatan Perang dan Kemanusiaan di Palestina

OCHA mengatakan bahwa mitra-mitranya sedang mengerahkan upaya tanggap darurat untuk mendukung para pengungsi baru, sekaligus mendukung penghidupan komunitas-komunitas rentan di seluruh Tepi Barat, yang berada di bawah tekanan untuk meninggalkan tanah mereka.

Dalam konteks ini, Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) pada Rabu mengatakan bahwa para penggembala di Tepi Barat telah menerima 3,3 juta dosis vaksin dari badan tersebut dan Kementerian Pertanian Palestina untuk melindungi ternak dan sumber pendapatan mereka selama dua tahun terakhir.[]


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Perkim Akan Tinjau Ulang Keputusan Serah Terima PSU Perumahan Griya Suka Rame
Ceo Sumut25 Anto Genk Mantu, Tertautnya Dua Budaya, Jawa dan Mandailing
Gubernur Inginkan Mulang Maya jadi Desa Wisata Budaya Unggulan Lampung
Way Rarem Jadi Destinasi Wisata Unggulan di Lampung
SANY Indonesia Finance Bidik Pembiayaan Rp1,5 Triliun
Empat Warga Palestina Tewas dalam Serangan Israel di Jalur Gaza
Pertempuran Sengit, Serangan Udara Hantam Yaman
Kemenpar Ajak Agen Perjalanan Tiongkok Garap Labuan Bajo

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Perkim Akan Tinjau Ulang Keputusan Serah Terima PSU Perumahan Griya Suka Rame

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Ceo Sumut25 Anto Genk Mantu, Tertautnya Dua Budaya, Jawa dan Mandailing

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Gubernur Inginkan Mulang Maya jadi Desa Wisata Budaya Unggulan Lampung

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Way Rarem Jadi Destinasi Wisata Unggulan di Lampung

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:56 WIB

SANY Indonesia Finance Bidik Pembiayaan Rp1,5 Triliun

Berita Terbaru

Berita Utama

Way Rarem Jadi Destinasi Wisata Unggulan di Lampung

Jumat, 30 Okt 2026 - 09:46 WIB

CEO PT SANY Indonesia Finance Bryan Kasenda (tengah) berbicara dalam konferensi pers acara Official Inauguration & Commercial Market Launch di Park Hyatt, Jakarta Pusat, pada 29 Oktober 2026. (Istimewa)

Beijing

SANY Indonesia Finance Bidik Pembiayaan Rp1,5 Triliun

Kamis, 29 Okt 2026 - 20:56 WIB