Tak Peka, Gubernur DKI Diminta Evaluasi Kadisdik Nahdiana

Kamis, 3 September 2026 | 17:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur DKI Evakuasi Kadisdik [EK]

Gubernur DKI Evakuasi Kadisdik [EK]

JAKARTA-Berbagai kalangan mengapresiasi gerak cepat Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam mengambil alih tanggung jawab untuk membangun kembali SDN 09 Kebayoran Lama Selatan yang rubuh dan terbengkalai selama dua tahun.

Namun di sisi lain, Pramono diminta untuk mengevaluasi Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana yang dianggap tak peka dan ybs merupakan orang yang paling bertanggung jawab dalam kejadian memalukan ini.

“Ini menjadi sebuah catatan bagi kami. Seharusnya Kepala Dinas Pendidikan memiliki sistem pengawasan yang baik terhadap pemeliharaan rutin fasilitas pendidikan. Dengan begitu, kerusakan bangunan dapat diketahui dan ditangani lebih dini sehingga kejadian sekolah ambruk tidak terulang di masa mendatang,” ujar Kordinator Presidium Forum Silaturahmi Pemuda Islam (FSPI), Zuhelmi Tanjung, dalam keterangan kepada redaksi.

Zuhelmi secara khusus mempertanyakan peran Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, dalam memastikan penanganan fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan berat.

“Kami sangat menyayangkan apabila persoalan bangunan sekolah yang sudah ambruk dapat berlangsung selama lebih dari dua tahun tanpa penyelesaian yang cepat dan konkret. Ini bukan sekadar persoalan bangunan, tetapi menyangkut keselamatan siswa dan keberlangsungan proses pendidikan,” tegasnya.

Baca Juga:  Dampak Erupsi Menurun, Sekolah Kembali Dibuka dan Penerbangan Mulai Normal

FSPI menilai pembangunan kembali sekolah tersebut harus menjadi momentum bagi Pemprov DKI untuk memperbaiki sistem pengawasan, pemeliharaan, dan respons terhadap kerusakan fasilitas pendidikan.

Setelah Gubernur DKI Jakarta menyatakan pembangunan akan dimulai pada awal September 2026, FSPI meminta seluruh jajaran terkait memastikan proses pembangunan berjalan transparan, tepat waktu, dan sesuai standar kualitas konstruksi.

“Kami tentu mengapresiasi ketika gubernur menepati janjinya untuk memulai pembangunan pada awal September. Tetapi pembangunan ini jangan berhenti pada seremoni atau pencitraan. Harus ada pengawasan yang ketat agar dapat selesai sesuai target, sekitar 10 bulan atau paling lambat 12 bulan,” katanya.

FSPI juga mempertanyakan langkah dan kinerja Dinas Pendidikan selama kurun waktu dua tahun sejak bangunan sekolah tersebut ambruk.

“Pertanyaan kami sederhana, selama dua tahun sejak bangunan itu ambruk, apa peran Kepala Dinas Pendidikan? Mengapa penyelesaiannya baru terlihat serius setelah persoalan ini mendapat perhatian publik dan ramai diberitakan media?” ujarnya.

Menurut FSPI, Nahdiana tidak seharusnya baru menunjukkan respons ketika sebuah persoalan telah menjadi sorotan masyarakat. Sistem birokrasi semestinya mampu mendeteksi persoalan sejak awal dan mengambil langkah sebelum kerusakan berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Baca Juga:  Trump Takut Kalah Saing di Antariksa, Paksa Perusahaan AS Tarik Diri dari KTT Paris

“Gubernur DKI Jakarta perlu segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Nahdiana selaku Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Evaluasi ini penting untuk memastikan seluruh persoalan pendidikan dapat diatasi dengan cepat dan semestinya,” ujar Zuhelmi lagi.

Apabila hasil evaluasi menunjukan adanya kelalaian, kelemahan pengawasan, dan ketidakmampuan melaksanakan tugas secara optimal, Gubernur perlu mengambil langkah tegas termasuk pencopotan Nahdiana dari jabatannya.

“Jangan sampai kelalaian kinerja seperti ini terus berulang sehingga pada akhirnya dapat menggerus kepercayaan publik terhadap Pemprov DKI Jakarta,” masih kata Zuhelmi.

FSPI menegaskan pihaknya akan ikut mengawal proses pembangunan SDN 09 Kebayoran Lama Selatan hingga selesai. Pengawasan tersebut diperlukan untuk memastikan pembangunan tidak kembali mengalami keterlambatan dan para siswa dapat segera memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan layak.

“Kami akan mengawal proses ini. Gubernur sudah mengambil langkah konkret dan itu patut diapresiasi. Sekarang Dinas Pendidikan harus membuktikan bahwa mereka mampu bekerja secara profesional, bukan sekadar tampil ketika persoalan sudah menjadi sorotan publik,” pungkasnya. []


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

35 Tewas dan 54 Hilang akibat Kebakaran Kapal di Filipina
Sekolah Berwawasan Lingkungan, DLH Lampung Target 160 SMA/SMK/MA Raih Adiwiyata
Trump Takut Kalah Saing di Antariksa, Paksa Perusahaan AS Tarik Diri dari KTT Paris
PP JMSI Tegaskan Akun Medsos Resmi Media Bagian Aktivitas Jurnalistik
Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping Dorong Kerja Sama Global South
IRGC Iran Sebut Hantam Drone Laut AS di Selat Hormuz
Israel Mengaku Hancurkan Infrastruktur Hizbullah
Gubernur Mirza Dorong FKLPID Jadi Penghubung Tenaga Kerja dan Dunia Industri

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 20:53 WIB

35 Tewas dan 54 Hilang akibat Kebakaran Kapal di Filipina

Sabtu, 12 September 2026 - 11:17 WIB

Sekolah Berwawasan Lingkungan, DLH Lampung Target 160 SMA/SMK/MA Raih Adiwiyata

Sabtu, 12 September 2026 - 04:19 WIB

Trump Takut Kalah Saing di Antariksa, Paksa Perusahaan AS Tarik Diri dari KTT Paris

Jumat, 11 September 2026 - 19:18 WIB

PP JMSI Tegaskan Akun Medsos Resmi Media Bagian Aktivitas Jurnalistik

Jumat, 11 September 2026 - 18:54 WIB

Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping Dorong Kerja Sama Global South

Berita Terbaru

Kapal Filipinan yang terbakar [NHK]

#indonesiaswasembada

35 Tewas dan 54 Hilang akibat Kebakaran Kapal di Filipina

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:53 WIB

#indonesiaswasembada

PP JMSI Tegaskan Akun Medsos Resmi Media Bagian Aktivitas Jurnalistik

Jumat, 11 Sep 2026 - 19:18 WIB

Xi Jinping

#indonesiaswasembada

Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping Dorong Kerja Sama Global South

Jumat, 11 Sep 2026 - 18:54 WIB