Tingkatkan Pajak , Pemerintah Perluas Basis Ekonomi Digital Dan Shadow Economy 

Kamis, 3 September 2026 | 09:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pemerintah dan Komisi XI DPR RI sepakat memperluas basis pajak pada 2027 dengan menyasar aktivitas ekonomi digital, shadow economy, dan sektor informal yang memiliki potensi penerimaan.

Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dan DPR untuk mencapai target pendapatan negara sebesar Rp 3.426 triliun dalam RAPBN 2027. Dari jumlah tersebut, penerimaan perpajakan ditargetkan mencapai Rp 2.908 triliun.

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengatakan, perluasan basis pajak akan dilakukan dengan memanfaatkan data dan teknologi untuk memetakan kegiatan ekonomi yang selama ini belum optimal masuk dalam sistem perpajakan.

“Perluasan basis pajak melalui pemanfaatan data dan teknologi terhadap aktivitas ekonomi digital, shadow economy, dan sektor informal lainnya yang dapat menjadi potensi penerimaan pajak,” kata Misbakhun dalam rapat kerja bersama pemerintah di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Baca Juga:  Tiongkok Diminati Wisatawan Indonesia

Shadow economy merupakan kegiatan ekonomi yang tidak seluruhnya tercatat atau terpantau dalam sistem resmi pemerintah. Aktivitas tersebut dapat mencakup transaksi maupun usaha yang belum tercatat dalam administrasi perpajakan, tetapi berpotensi memiliki kewajiban pajak.

Selain ekonomi digital dan shadow economy, pemerintah juga akan menyasar kegiatan sektor informal yang memiliki potensi penerimaan. Perluasan basis pajak ini diarahkan untuk meningkatkan jumlah aktivitas ekonomi yang masuk dalam administrasi perpajakan.

Untuk mendukung kebijakan tersebut, pemerintah akan memperkuat pengumpulan dan pengolahan data perpajakan. Sistem CoreTax akan dioptimalkan untuk mendukung administrasi sekaligus pengawasan terhadap wajib pajak.

Baca Juga:  Taekwondoin Indonesia Raih Emas Kategori Cadet U47 Putri di Qatar

Pemerintah juga akan menggunakan Compliance Risk Management Integrated Risk Engine (CRM I-RE). Sistem ini digunakan untuk membantu mengidentifikasi tingkat risiko kepatuhan wajib pajak sehingga pengawasan dapat dilakukan secara lebih terarah.

“Penguatan administrasi pajak dalam pengumpulan data untuk mendukung optimalisasi Coretax dan penggunaan compliance risk management integrated risk engine (CRM I-RE) guna meningkatkan kepatuhan dan penerimaan pajak,” ujar Misbakhun.

Selain memperluas basis pajak, pemerintah dan DPR menyepakati peningkatan kepatuhan melalui pemanfaatan teknologi, pengawasan, serta penegakan hukum.

Pemerintah juga akan melanjutkan reformasi dan harmonisasi kebijakan perpajakan untuk memperkuat penerimaan negara pada Tahun 2027.(*)


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Nara


Sumber Berita : DPR RI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Perkim Akan Tinjau Ulang Keputusan Serah Terima PSU Perumahan Griya Suka Rame
Ceo Sumut25 Anto Genk Mantu, Tertautnya Dua Budaya, Jawa dan Mandailing
Gubernur Inginkan Mulang Maya jadi Desa Wisata Budaya Unggulan Lampung
Way Rarem Jadi Destinasi Wisata Unggulan di Lampung
SANY Indonesia Finance Bidik Pembiayaan Rp1,5 Triliun
Empat Warga Palestina Tewas dalam Serangan Israel di Jalur Gaza
Pertempuran Sengit, Serangan Udara Hantam Yaman
Kemenpar Ajak Agen Perjalanan Tiongkok Garap Labuan Bajo
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Perkim Akan Tinjau Ulang Keputusan Serah Terima PSU Perumahan Griya Suka Rame

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Ceo Sumut25 Anto Genk Mantu, Tertautnya Dua Budaya, Jawa dan Mandailing

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Gubernur Inginkan Mulang Maya jadi Desa Wisata Budaya Unggulan Lampung

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Way Rarem Jadi Destinasi Wisata Unggulan di Lampung

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:56 WIB

SANY Indonesia Finance Bidik Pembiayaan Rp1,5 Triliun

Berita Terbaru

Berita Utama

Way Rarem Jadi Destinasi Wisata Unggulan di Lampung

Jumat, 30 Okt 2026 - 09:46 WIB

CEO PT SANY Indonesia Finance Bryan Kasenda (tengah) berbicara dalam konferensi pers acara Official Inauguration & Commercial Market Launch di Park Hyatt, Jakarta Pusat, pada 29 Oktober 2026. (Istimewa)

Beijing

SANY Indonesia Finance Bidik Pembiayaan Rp1,5 Triliun

Kamis, 29 Okt 2026 - 20:56 WIB