Polutan Akibat Karhutla Bahaya, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruang

Rabu, 2 September 2026 | 22:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Mesuji, dr. Harizal Hasni, M.M

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Mesuji, dr. Harizal Hasni, M.M

MESUJI – Berdasarkan pantauan citra satelit stasiun meteorologi kelas I Raden Inten II Lampung Selatan melalui NASA (MODIS, NOAA-20, dan SNPP), Kabupaten Mesuji tercatat sebagai wilayah dengan konsentrasi titik panas tertinggi di Provinsi Lampung yakni sebanyak 31 titik. Hal ini berakibat terhadap dampak kesehatan bagi masyarakat setempat.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Mesuji, dr. Harizal Hasni, M.M., menghimbau dan mengantisipasi dampak kesehatan masyarakat akibat melonjaknya titik panas (hotspot) yang memicu kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Masyarakat diminta untuk mengurangi aktivitas diluar rumah serta tidak lupa menggunakan masker untuk mencegah terpapar penyakit saluran pernapasan (ISPA) dan perbanyak minum air putih untuk menghindari dehidrasi dalam tubuh,” ungkapnya, rabu(02/09/26).

Baca Juga:  Jajaran Polres Mesuji Gelar Upacara Peringatan HAORNAS Tahun 2026

Pria yang juga menjabat sebagai Direktur RSUD Ratu Tara itu menegaskan, bahwa masalah kabut asap tidak boleh hanya dipandang sebagai isu lingkungan, melainkan sebagai ancaman nyata bagi kesehatan manusia, khususnya tumbuh kembang anak-anak.

“Kabut asap harus direspons dengan langkah pencegahan medis karena polutan berbahaya mengancam organ pernapasan anak yang masih dalam masa pertumbuhan,” tambahnya.

Selain itu, dokter muda ini juga berpesan untuk tidak melakukan aktivitas fisik berat di luar ruangan karena dapat meningkatkan volume pernapasan dan mempercepat penyerapan polutan ke paru-paru yang dapat berakibat fatal bagi tubuh dan kesehatan.

Baca Juga:  Inovasi Teknologi China Memukau Media Asia Pasifik Tiongkok

“Hindari olahraga berat dan dianjurkan olahraga ringan untuk menjaga daya tahan tubuh agar tetap prima, selain itu masyarakat diimbau segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami keluhan sesak napas, batuk persisten, flu, mata perih, atau iritasi tenggorokan,”tutupnya.[]


Penulis : Nara J Afkar


Editor : Romy


Sumber Berita : Mesuji

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Xi Jinping dan Prabowo Hadiri KTT BRICS
35 Tewas dan 54 Hilang akibat Kebakaran Kapal di Filipina
Sekolah Berwawasan Lingkungan, DLH Lampung Target 160 SMA/SMK/MA Raih Adiwiyata
Trump Takut Kalah Saing di Antariksa, Paksa Perusahaan AS Tarik Diri dari KTT Paris
PP JMSI Tegaskan Akun Medsos Resmi Media Bagian Aktivitas Jurnalistik
Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping Dorong Kerja Sama Global South
IRGC Iran Sebut Hantam Drone Laut AS di Selat Hormuz
Israel Mengaku Hancurkan Infrastruktur Hizbullah

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 21:03 WIB

Xi Jinping dan Prabowo Hadiri KTT BRICS

Sabtu, 12 September 2026 - 20:53 WIB

35 Tewas dan 54 Hilang akibat Kebakaran Kapal di Filipina

Sabtu, 12 September 2026 - 11:17 WIB

Sekolah Berwawasan Lingkungan, DLH Lampung Target 160 SMA/SMK/MA Raih Adiwiyata

Sabtu, 12 September 2026 - 04:19 WIB

Trump Takut Kalah Saing di Antariksa, Paksa Perusahaan AS Tarik Diri dari KTT Paris

Jumat, 11 September 2026 - 19:18 WIB

PP JMSI Tegaskan Akun Medsos Resmi Media Bagian Aktivitas Jurnalistik

Berita Terbaru

Prabowo-Xi Jinping

#indonesiaswasembada

Xi Jinping dan Prabowo Hadiri KTT BRICS

Sabtu, 12 Sep 2026 - 21:03 WIB

Kapal Filipinan yang terbakar [NHK]

#indonesiaswasembada

35 Tewas dan 54 Hilang akibat Kebakaran Kapal di Filipina

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:53 WIB

#indonesiaswasembada

PP JMSI Tegaskan Akun Medsos Resmi Media Bagian Aktivitas Jurnalistik

Jumat, 11 Sep 2026 - 19:18 WIB