Teheran tak Pernah Menolak Keinginan AS, Perang Ok, Damai Jadi!

Rabu, 2 September 2026 | 23:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi Berita Sikap Iran terhadap AS

ilustrasi Berita Sikap Iran terhadap AS

TEHERAN-Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Selasa (1/9) mengatakan bahwa jika Amerika Serikat (AS) kembali berkomitmen pada nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) perdamaian dengan Iran, Teheran siap memenuhi kewajibannya.

Pezeshkian menyampaikan pernyataan tersebut dalam pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerja Sama Shanghai (Shanghai Cooperation Organization/SCO) 2026 di Bishkek, ibu kota Kirgizstan, ungkap pernyataan dari kantornya.

Pezeshkian menegaskan bahwa AS tidak dapat lagi memaksakan tuntutan-tuntutan “ilegal”-nya kepada Iran dengan menggunakan kekuatan. Tegas dikatakan Peceshkian, perang ok, damai gak masalah.

Mengacu pada “agresi” AS dan Israel terhadap Iran yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, serta sejumlah komandan militer dan warga sipil, Pezeshkian mengatakan bahwa “kejahatan-kejahatan tersebut tidak memiliki dasar hukum apa pun, dan agresi semacam itu sama sekali tidak dapat dibenarkan.”

Baca Juga:  Hingga Tengah Malam Kapolres Mesuji dan Relawan Berjibaku Padamkan Karthutla

Dia juga mengatakan bahwa Iran akan menentang unilateralisme serta kebijakan yang didasarkan pada tekanan dan sanksi, seraya menyerukan penguatan kerja sama regional dan multilateralisme.

Pezeshkian menggambarkan hubungan Iran-Rusia sebagai hubungan yang “strategis” dan “berada pada tingkat yang sangat baik,” seraya memuji dukungan Moskow kepada Teheran.

Sementara itu, Putin menyatakan keprihatinan atas ketegangan regional yang terus berlanjut dan menyampaikan harapannya akan hasil nyata dalam perundingan AS-Iran. Dia juga menegaskan komitmen Rusia untuk mempererat hubungan dengan Teheran di segala bidang.

Secara terpisah, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei pada Selasa menolak klaim AS sekaligus menyebutnya sebagai sebuah “kebohongan” bahwa serangan terbarunya terhadap Pulau Larak, Iran, dilakukan karena pasukan Iran tengah bersiap memasang ranjau di Selat Hormuz.

Dalam konferensi pers mingguan, Baghaei menyinggung klaim berulang AS mengenai niat Iran untuk mengembangkan senjata nuklir, seraya mengatakan bahwa pola Washington adalah “selalu mengarang kebohongan untuk membenarkan kejahatannya.”

Baca Juga:  Kejari WK Gelar Rakor PAKEMĀ 

Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan sejumlah kota lain di Iran. Iran merespons dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta pangkalan dan aset militer AS di kawasan Timur Tengah, dan memperketat kendali atas Selat Hormuz.

Pada 18 Juni, AS dan Iran menandatangani MoU untuk mengakhiri perang di kawasan tersebut, dengan perundingan dijadwalkan berlangsung dalam kurun 60 hari, yang berakhir pada 17 Agustus, guna mencapai kesepakatan akhir. Namun, nasib perundingan itu masih belum jelas di tengah eskalasi yang terus berlanjut. []


Penulis : Romy Agus


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Fasilitas Minyak & Listrik Libya Disabotase
Ketua Parlemen Iran: Agresi? Dibalas Lebih Menyakitkan
Warga Diminta Kurangi Aktivtas Luar Ruang
Netanyahu Ancam Iran dengan Serangan Besar-Besaran
The Death of Expertise
Pemda Diminta Ciptakan Mesin Pertumbuhan Baru
Entry Meeting BPK Dimulai, Marindo Tegaskan Pemeriksaan untuk Pastikan APBD Tepat Sasaran
Polres Mesuji Gerak Cepat Bagikan Masker Kepada Masyarakat Pasca Erupsi GAK

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 17:40 WIB

Fasilitas Minyak & Listrik Libya Disabotase

Senin, 7 September 2026 - 15:52 WIB

Ketua Parlemen Iran: Agresi? Dibalas Lebih Menyakitkan

Senin, 7 September 2026 - 15:31 WIB

Warga Diminta Kurangi Aktivtas Luar Ruang

Senin, 7 September 2026 - 15:12 WIB

Netanyahu Ancam Iran dengan Serangan Besar-Besaran

Senin, 7 September 2026 - 15:04 WIB

The Death of Expertise

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Fasilitas Minyak & Listrik Libya Disabotase

Senin, 7 Sep 2026 - 17:40 WIB

#indonesiaswasembada

Ketua Parlemen Iran: Agresi? Dibalas Lebih Menyakitkan

Senin, 7 Sep 2026 - 15:52 WIB

#indonesiaswasembada

Warga Diminta Kurangi Aktivtas Luar Ruang

Senin, 7 Sep 2026 - 15:31 WIB

PM Israel Benjamin Netanyahu

#indonesiaswasembada

Netanyahu Ancam Iran dengan Serangan Besar-Besaran

Senin, 7 Sep 2026 - 15:12 WIB

#indonesiaswasembada

The Death of Expertise

Senin, 7 Sep 2026 - 15:04 WIB