Mediasi Tanah; Warga vs PT BTLA Berlangsung Alot

Rabu, 2 September 2026 | 20:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MESUJI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mesuji yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Mesuji Budiman jaya S.STP., M.IP., mediasi tindak lanjut penyelesaian permasalahan tanah hibah /Wakaf yayasan Darul Barokah dengan PT Bangun Tata Lampung Asri (PT BTLA) diruang rapat Sekda Mesuji Kantor Pemda Mesuji, Desa Wiralaga Mulya, Kecamatan Mesuji, Rabu (02/09/2026).

Sebelumnya ribuan masyarakat dari Yayasan Darul Barokah dijadwalkan akan menggelar demo di PT.BTLA terkait tanah hibah atau wakaf seluas 1000 hektar yang saat ini dikuasai oleh PT.BTLA.

Namun berkat upaya Pemkab dan Polres Mesuji masyarakat membatalkan demo dan memilih mengikuti langkah mediasi yang di fasilitasi oleh Pemkab Mesuji.

Dalam Mediasi itu pihak pemkab menghadirkan pihak perusahaan dan pihak dari yayasan serta dihadiri oleh Polres Mesuji dalam hal ini dihadiri Wakapolres Mesuji.Selain itu dari kodim Tulang bawang yang dihadiri Koramil Simpang Pematang, serta DPRD Mesuji.

Bupati Mesuji yang diwakili Sekda Budiman Jaya dalam mediasi itu menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada keluarga KH.Abdurahman yang sudah mengindahkan arahan Pemkab Mesuji untuk tidak melakukan demo di areal tanah yang di claim milik Yayasan Darul Barokah.

“Kami atas nama pemerintah Kabupaten Mesuji menyampikan terima kasih sebab keluarga besar Yayasan mau menerima arahan kami dan permasalahan ini kita lakukan mediasi dulu dengan PT.BTLA Pemkab Mesuji dalam permasalahan ini tegak lurus,”jelasnya.

Baca Juga:  HMI Kotabumi Fasilitasi Aspirasi Warga Binaan

Dikatakannya Pemkab Mesuji akan membantu masyrakat dan pemkab juga akan melindungi mangayomi perusahaan agar bisa dan tetap berinvestasi di Kabupaten Mesuji.

“Kami akan berlaku adil dan tegak lurus terhadap semua pihak demi kemajuan dan kondusifitas di kabupaten Mesuji.Dan kita berharap permasalahn yang ada bisa diselesaikan dengan jalan mediasi dan kekeluargaan itu harapan kami,”imbuhnya.

Dalam Mediasi itu Abdurahman selaku penerima hibah atau wakaf dari keluarga Sinungan mengapresiasi langkah Pemkab yang dinilai Arif dan Bijaksana sehingga ribuan massa yang akan berdemo di PT BTLA mengikuti arahan Pemkab untuk Mediasi terlebih dahulu.

“Terimakaaih pak sekda atas upaya Mediasi ini dan kami akan jabarkan resume yang sudah kami rangkum agar pemkab tahu bahwa sebelumnya tanah yang dikuasai oleh PT BTLA seluas 1000 Hektar itu milik Yayasan Albarokah yang dihibahkah oleh keluarga sinungan kepada yayasan tahun 1993 untuk siar islam di kabupaten Mesuji,”ungkap Abdurahman.

Dalam Resume yang disampaikan oleh Abdurahman dihadapan semua pihak bahwa di Resume no.12.5 Surat hibah tanah seluas 1000 Ha itu dibuat dan diserahkan dari keluarga besar sinungan tanggal 14 juni 1993.

Meski sedikit alot karena pihak perusahaan pada Mediasi itu berpodoman pada aturan namun pada akhirnya sekda memberikan tenggat waktu paling lama 20 hari dari mediasi awal akan dilakukan mediasi kembali dan kedua belah pihak untuk melengkapi dan membawa bukti-bukti sebelum meninjau lapangan.

Baca Juga:  Gubernur Lampung Minta Penanganan Karhutla Dipercepat, Mitigasi Diperkuat

Kesimpulan pada Mediasi itu disepakati masing-masing pihak untuk segera mengumpulkan seluruh dokumen bukti kepemilikan yang sah.Dokumen itu nantinya akan digunakan dalam cros check dan validasi guna membuktikan terkait adanya kebenaran obyek lahan yang disengketakan.

Tim akan mengecek HGU milik perusahaan sekaligus melakukan verifikasi serta validasi atas keabsahan akta notaris yang relah disampaikan oleh yayasan Darul Barokah.

Kedua belah pihak agar tetap berkomitmen menjaga situasi keamanan dan ketsrtiban masyrakat dilapangan serta menahan diri dari tindakan tindakan sepihak yang dapat melanggar hukum.Serta akan dilaksanakan pertemuan lanjutan setelah kedua belah pihak melengkapi dokumen maksimal paling lama 20 hari sejak kesepakatan ditandatangani.

Usai mediasi Abdurahman saat dikonfirmasi media ini mengatakan dengan jelas bahwa tanah seluas 1000 Ha yang telah dihibahkan keluarga sinungan kepada yayasan Darul Barokah itu terletak diluar HGU namun saat ini sudah ditanami sawit bahkan sebagian sudah peremajaan (Replanting) “Ya, tanah 1000 hektar itu diluar HGU,”pungkasnya.[]


Penulis : Nara J Afkar


Editor : Desty


Sumber Berita : Mesuji

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Perkim Akan Tinjau Ulang Keputusan Serah Terima PSU Perumahan Griya Suka Rame
Ceo Sumut25 Anto Genk Mantu, Tertautnya Dua Budaya, Jawa dan Mandailing
Gubernur Inginkan Mulang Maya jadi Desa Wisata Budaya Unggulan Lampung
Way Rarem Jadi Destinasi Wisata Unggulan di Lampung
SANY Indonesia Finance Bidik Pembiayaan Rp1,5 Triliun
Empat Warga Palestina Tewas dalam Serangan Israel di Jalur Gaza
Pertempuran Sengit, Serangan Udara Hantam Yaman
Kemenpar Ajak Agen Perjalanan Tiongkok Garap Labuan Bajo

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Perkim Akan Tinjau Ulang Keputusan Serah Terima PSU Perumahan Griya Suka Rame

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Ceo Sumut25 Anto Genk Mantu, Tertautnya Dua Budaya, Jawa dan Mandailing

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Gubernur Inginkan Mulang Maya jadi Desa Wisata Budaya Unggulan Lampung

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Way Rarem Jadi Destinasi Wisata Unggulan di Lampung

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:56 WIB

SANY Indonesia Finance Bidik Pembiayaan Rp1,5 Triliun

Berita Terbaru

Berita Utama

Way Rarem Jadi Destinasi Wisata Unggulan di Lampung

Jumat, 30 Okt 2026 - 09:46 WIB

CEO PT SANY Indonesia Finance Bryan Kasenda (tengah) berbicara dalam konferensi pers acara Official Inauguration & Commercial Market Launch di Park Hyatt, Jakarta Pusat, pada 29 Oktober 2026. (Istimewa)

Beijing

SANY Indonesia Finance Bidik Pembiayaan Rp1,5 Triliun

Kamis, 29 Okt 2026 - 20:56 WIB