JAKARTA-Kepala Eksekutif Daerah Administratif Khusus (Special Administrative Region/SAR) Makau, Tiongkok, Sam Hou Fai, pada Selasa (1/9) mengatakan Makau dan Indonesia sedang merangkul peluang baru untuk memperdalam kerja sama seiring Tiongkok menerapkan Rencana Lima Tahun ke-15 dan Makau bergerak maju dalam rencana lima tahun ketiganya.
Berbicara dalam resepsi yang diselenggarakan oleh pemerintah SAR Makau di Jakarta, Sam mengatakan bahwa sebagai simpul penting di sepanjang Jalur Sutra Maritim, Indonesia dan Makau harus lebih lanjut menggali potensi kerja sama, memperluas bidang kolaborasi, dan berkontribusi pada kerja sama yang lebih luas antara Tiongkok dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).
Makau akan terus memanfaatkan perannya sebagai gerbang penting bagi keterbukaan tingkat tinggi Tiongkok guna mempromosikan kerja sama praktis dalam perdagangan dan investasi, konvensi dan pameran, pariwisata, serta pertukaran budaya dan antarmasyarakat, katanya.
Edi Prio Pambudi, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional di bawah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, mengatakan Indonesia dan Makau telah mempertahankan hubungan ekonomi dan antarmasyarakat yang erat. Dia menyatakan harapan agar perusahaan dari kedua pihak akan semakin memperkuat hubungan dan memanfaatkan peluang kerja sama.
Dalam resepsi tersebut, sembilan kesepakatan kerja sama ditandatangani dalam bidang yang mencakup investasi, pariwisata, konvensi dan pameran, serta kedokteran dan kesehatan.
Pada Selasa yang sama, konferensi promosi ekonomi, perdagangan, pariwisata, dan investasi Makau digelar di Jakarta, dengan 36 proyek kerja sama ditandatangani. []
Penulis : Romy Agus
Editor : Nara J Afkar
Sumber Berita : Jakarta

















