Trump dan Kanada Saling Klaim Pemilik Ontario

Jumat, 28 Agustus 2026 | 23:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto yang diabadikan pada 24 Januari 2026 ini menunjukkan Danau Ontario yang membeku di Toronto, Kanada. (Xinhua)

Foto yang diabadikan pada 24 Januari 2026 ini menunjukkan Danau Ontario yang membeku di Toronto, Kanada. (Xinhua)

WASHINGTON- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis (27/8) menandatangani sebuah perintah eksekutif yang menginstruksikan Departemen Dalam Negeri AS untuk mengubah nama Danau Ontario menjadi “Danau Amerika” di tengah eskalasi ketegangan perdagangan antara AS dan Kanada.

“Kami akan mengubah nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika, yang berlaku segera,” ungkap Trump di Ruang Oval sebelum menandatangani perintah tersebut.

Langkah itu diambil hanya dua hari setelah Trump menyatakan di media sosial bahwa AS sedang “mempertimbangkan secara serius” untuk mengubah nama Danau Ontario menjadi “Danau Amerika,” dengan alasan bahwa “kami tidak berharap akan banyak berbisnis dengan Ontario lagi.”

Danau Ontario, salah satu dari lima Danau Besar di Amerika Utara, membentang di sepanjang perbatasan AS-Kanada dengan Provinsi Ontario Kanada berada di sebelah utara dan Negara Bagian New York AS berada di sebelah selatan danau tersebut.

Baca Juga:  HUT Ke-81; KCIC Gelar 'Jabar Istimewa'

Terpisah, Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney pada Kamis (27/8) mengatakan bahwa nama “Danau Ontario” memiliki sejarah panjang dan bahwa warga Kanada akan selalu menggunakan nama itu terlepas dari adanya perubahan eksternal.

Carney menulis dalam sebuah unggahan di media sosial X bahwa nama tersebut berasal dari kata Ontari’io dalam bahasa Wendat, yang berarti “danau itu indah, danau itu besar”.

PM Kanada itu menyampaikan pernyataan tersebut setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani sebuah perintah eksekutif sebelumnya pada Kamis, yang menginstruksikan Departemen Dalam Negeri AS untuk mengubah nama danau tersebut menjadi “Danau Amerika” di tengah eskalasi ketegangan perdagangan antara AS dan Kanada.

Baca Juga:  Ketua MPR RI A Muzani: Pentingnya Rawat Persaudaraan

Ribut-ribu Amerika-Kanada ini bermula, gagalnya AS dan Kanada mencapai kesepakatan perdagangan pada 21 Agustus, dan AS kemudian pada 22 Agustus memberlakukan tarif sebesar 50 persen terhadap barang-barang asal Kanada senilai total sekitar 20 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp17.717). Kanada merespons langkah AS tersebut dengan mengumumkan tarif balasan “dolar ganti dolar” terhadap barang-barang impor dari AS, yang akan mulai diberlakukan pada 8 September.[]


Penulis : Romy Agus


Editor : Heri Suroyo


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Turki Tingkatkan Belanja Pertahanan Hingga 229 Persen
Fasilitas Minyak & Listrik Libya Disabotase
Ketua Parlemen Iran: Agresi? Dibalas Lebih Menyakitkan
Warga Diminta Kurangi Aktivtas Luar Ruang
Netanyahu Ancam Iran dengan Serangan Besar-Besaran
The Death of Expertise
Pemda Diminta Ciptakan Mesin Pertumbuhan Baru
Entry Meeting BPK Dimulai, Marindo Tegaskan Pemeriksaan untuk Pastikan APBD Tepat Sasaran

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 19:48 WIB

Turki Tingkatkan Belanja Pertahanan Hingga 229 Persen

Senin, 7 September 2026 - 17:40 WIB

Fasilitas Minyak & Listrik Libya Disabotase

Senin, 7 September 2026 - 15:52 WIB

Ketua Parlemen Iran: Agresi? Dibalas Lebih Menyakitkan

Senin, 7 September 2026 - 15:31 WIB

Warga Diminta Kurangi Aktivtas Luar Ruang

Senin, 7 September 2026 - 15:12 WIB

Netanyahu Ancam Iran dengan Serangan Besar-Besaran

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Turki Tingkatkan Belanja Pertahanan Hingga 229 Persen

Senin, 7 Sep 2026 - 19:48 WIB

#indonesiaswasembada

Fasilitas Minyak & Listrik Libya Disabotase

Senin, 7 Sep 2026 - 17:40 WIB

#indonesiaswasembada

Ketua Parlemen Iran: Agresi? Dibalas Lebih Menyakitkan

Senin, 7 Sep 2026 - 15:52 WIB

#indonesiaswasembada

Warga Diminta Kurangi Aktivtas Luar Ruang

Senin, 7 Sep 2026 - 15:31 WIB

PM Israel Benjamin Netanyahu

#indonesiaswasembada

Netanyahu Ancam Iran dengan Serangan Besar-Besaran

Senin, 7 Sep 2026 - 15:12 WIB