Kontraktor Tiongkok Modern Lanjutkan Warisan Cheng Ho di Indonesia

Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rombongan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) yang sempat berkunjung medio Juli 2026 bersama Ketua Umum Dr Teguh Santosa Dibawah Prasati Chen Ho di Kunming

Rombongan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) yang sempat berkunjung medio Juli 2026 bersama Ketua Umum Dr Teguh Santosa Dibawah Prasati Chen Ho di Kunming

SEMARANG-Semarang, kota pelabuhan utama di Pulau Jawa, memiliki sejarah yang kaya hingga abad ke-15, ketika navigator Tiongkok Zheng He (dikenal juga dengan Laksamana Cheng Ho) beberapa kali singgah di kota tersebut dalam pelayaran maritim bersejarahnya.

Catatan sejarah menunjukkan bahwa “kapal harta karun” Laksamana Cheng Ho tidak hanya membawa perdagangan yang berkembang pesat, tetapi juga hubungan yang berkelanjutan antara kedua bangsa. Tradisi setempat bahkan menyatakan bahwa kota itu dinamai untuk menghormati Zheng, dengan kuil Sam Poo Kong yang ikonik berdiri hingga saat ini sebagai bukti abadi warisannya.

Menuju utara dari pusat kota Semarang, deru mesin terdengar di tengah gelombang panas yang menyengat. Di lokasi pembangunan jalan tol tanggul pertama di Indonesia, Yue Zhenhong, manajer proyek pengembangan jalan tol Semarang-Demak 1B yang dibangun oleh China Road and Bridge Corporation (CRBC), menavigasi jalur akses utama dengan mengenakan helm keselamatan dan seragam kerja biru. Di belakangnya, buldoser dan alat pemadat jalan beroperasi bergantian, sementara lebih dari 1.000 truk pengangkut material beroperasi sepanjang waktu, menciptakan suasana sibuk yang dipenuhi dengan suara klakson.

“Kami bekerja dalam sif 24 jam tanpa henti untuk mencoba menyelesaikan konstruksi penggalian tanah dasar sebelum musim hujan tiba,” kata pria berusia 35 tahun itu sembari menyeka keringat di dahinya.

Baik Semarang maupun Demak terletak di pesisir utara Provinsi Jawa Tengah. Selama bertahun-tahun, kemacetan lalu lintas di sepanjang jalan raya nasional yang menghubungkan kedua tempat tersebut sangat parah. Pemerintah berharap dapat mengurangi tekanan lalu lintas dan menyelesaikan masalah banjir pasang surut yang sudah berlangsung lama di sepanjang pesisir itu melalui proyek ini. Menurut Yue, proyek tersebut mengintegrasikan fungsi transportasi dan pengendalian banjir. Setelah rampung, waktu tempuh antara kedua kota akan berkurang drastis dari 60 menit saat jam sibuk menjadi hanya 10 menit, secara signifikan menurunkan biaya logistik dan memberikan momentum baru bagi pertumbuhan ekonomi setempat.

Baca Juga:  Cara Nyaman Belajar Bahasa Mandarin bagi Pemula

Namun, mewujudkan visi tersebut membutuhkan upaya untuk mengatasi tantangan yang besar. Lapisan lumpur lunak yang dalamnya mencapai 30 meter di bawah dasar laut di sepanjang rute itu membuat konstruksi seperti “membangun rumah di atas tahu.” Meningkatkan daya dukung fondasi yang lunak sekaligus mengendalikan stabilitas konstruksi dan penurunan pascakonstruksi merupakan tantangan besar bagi tim proyek.

“Disesuaikan dengan kondisi geologi setempat dan ketersediaan sumber daya, kami secara kreatif menerapkan solusi perawatan fondasi untuk tanah yang sangat lunak: tiang dan tikar bambu ditambah papan drainase vertikal dan horizontal dengan prapembebanan tambahan,” jelas Yue.

Dia menyoroti bahwa kekuatan solusi ini terletak pada pemanfaatan bambu yang melimpah di daerah setempat. Dengan menggunakan bambu untuk menggantikan material beremisi karbon tinggi, seperti baja dan semen, proyek ini secara signifikan akan memangkas emisi karbon di sepanjang siklus hidupnya. Selama lebih dari 20 tahun beroperasi di Indonesia, CRBC telah membangun berbagai proyek penting yang menjadi landmark di seluruh penjuru negara kepulauan ini. Proyek-proyek tersebut tidak hanya memperkaya keahlian dalam pembangunan jalan raya tanggul, tetapi juga turut membina sumber daya manusia lokal yang berbakat di bidang teknik.


Foto yang diabadikan pada 18 Agustus 2026 ini menunjukkan seorang teknisi asal Tiongkok (pertama dari kiri), beserta rekan-rekannya asal Indonesia melakukan pekerjaan di lokasi pembangunan proyek Jalan Tol Semarang-Demak 1B di Semarang. (Xinhua)

Muhammad Rizky Pradana, seorang insinyur berusia 26 tahun yang bergabung dengan perusahaan tersebut satu setengah tahun yang lalu, telah menumbuhkan apresiasi yang mendalam terhadap ketatnya standar teknik rekayasa Tiongkok. Rizky mengakui, awalnya dia merasa cukup tertekan menghadapi persyaratan manajemen mutu proyek yang ketat. Namun, berkat bimbingan langsung dari rekan-rekan kerjanya yang berasal dari Tiongkok, dirinya dengan cepat menguasai keahlian tersebut.

“Pengendalian kualitas yang ketat dalam proyek ini telah memungkinkan saya mempelajari berbagai keterampilan profesional dan metode manajemen baru. Kesempatan untuk berkembang di platform seperti ini membuat saya benar-benar merasa puas dengan pekerjaan saya,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemuda Indonesia Rasakan Pesona Budaya Tiongkok di Ningxia

Bagi Mochamad Zumar Habibi (37), tahun ini menandai satu dekade perjalanan kariernya bersama CRBC, yang sekaligus menjadi contoh nyata komitmen jangka panjang perusahaan dalam membina staf lokal.

Menurut Habibi, efisiensi dan dedikasi perusahaan Tiongkok tersebut telah senantiasa menginspirasinya. Bekerja di CRBC telah meningkatkan taraf hidup keluarganya, serta membuat orang tua dan istrinya sangat bangga dengan kariernya. “Saya berharap dapat terus bekerja di CRBC hingga masa pensiun,” ujar Habibi. Bagi warga setempat, kehadiran para kontraktor Tiongkok tidak hanya membawa teknologi dan keterampilan, tetapi juga rasa tanggung jawab sosial yang kuat.

“Dulu, abrasi laut yang parah merusak rumah, jalan, dan tambak ikan. Setiap kali air pasang datang, air laut setinggi hampir satu meter meluap masuk dan melumpuhkan akses jalan,” kenang Kumaidi, seorang perangkat desa setempat, seraya menambahkan ancaman banjir rob telah menghantui desanya selama bertahun-tahun.

Setelah mengetahui kondisi tersebut, tim proyek CRBC memberikan bantuan dengan meninggikan jalan pedesaan yang membentang sepanjang hampir 5 kilometer di sekitarnya hingga sekitar 1 meter, sehingga secara signifikan menambah kemampuan jalan tersebut sebagai penahan banjir. Kumaidi mengungkapkan rasa syukurnya karena kondisi perjalanan di desa tersebut kini telah jauh membaik, dan warga tidak lagi sering terjebak akibat banjir rob. Selain itu, tim proyek juga memasang lampu jalan di sejumlah titik strategis untuk menerangi jalanan yang sebelumnya gelap gulita pada malam hari.

“Persis seperti armada Cheng Ho saat tiba di Semarang berabad-abad yang lalu, para kontraktor dari Tiongkok saat ini juga datang membawa persahabatan dan kerja sama yang saling menguntungkan,” tutur Kumaidi.[]


Penulis : Romy Agus


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Xi Jinping dan Prabowo Hadiri KTT BRICS
35 Tewas dan 54 Hilang akibat Kebakaran Kapal di Filipina
Sekolah Berwawasan Lingkungan, DLH Lampung Target 160 SMA/SMK/MA Raih Adiwiyata
Trump Takut Kalah Saing di Antariksa, Paksa Perusahaan AS Tarik Diri dari KTT Paris
PP JMSI Tegaskan Akun Medsos Resmi Media Bagian Aktivitas Jurnalistik
Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping Dorong Kerja Sama Global South
IRGC Iran Sebut Hantam Drone Laut AS di Selat Hormuz
Israel Mengaku Hancurkan Infrastruktur Hizbullah

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 21:03 WIB

Xi Jinping dan Prabowo Hadiri KTT BRICS

Sabtu, 12 September 2026 - 20:53 WIB

35 Tewas dan 54 Hilang akibat Kebakaran Kapal di Filipina

Sabtu, 12 September 2026 - 11:17 WIB

Sekolah Berwawasan Lingkungan, DLH Lampung Target 160 SMA/SMK/MA Raih Adiwiyata

Sabtu, 12 September 2026 - 04:19 WIB

Trump Takut Kalah Saing di Antariksa, Paksa Perusahaan AS Tarik Diri dari KTT Paris

Jumat, 11 September 2026 - 19:18 WIB

PP JMSI Tegaskan Akun Medsos Resmi Media Bagian Aktivitas Jurnalistik

Berita Terbaru

Prabowo-Xi Jinping

#indonesiaswasembada

Xi Jinping dan Prabowo Hadiri KTT BRICS

Sabtu, 12 Sep 2026 - 21:03 WIB

Kapal Filipinan yang terbakar [NHK]

#indonesiaswasembada

35 Tewas dan 54 Hilang akibat Kebakaran Kapal di Filipina

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:53 WIB

#indonesiaswasembada

PP JMSI Tegaskan Akun Medsos Resmi Media Bagian Aktivitas Jurnalistik

Jumat, 11 Sep 2026 - 19:18 WIB