OMC Dilakukan Guna Tekan Karhutla

Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG- Pemerintah Provinsi Lampung mengerahkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus mengatasi kekeringan yang mulai berdampak pada waduk dan lahan pertanian di sejumlah wilayah.

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan OMC merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengantisipasi dampak kekeringan dan potensi karhutla di Lampung. “Pada kesempatan hari ini, kita bisa meluncurkan OMC di Provinsi Lampung ini, atas arahan dan atensi Bapak Presiden untuk bisa melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca di Provinsi Lampung,” ujar Wagub Jihan di Posko Pengamatan Cuaca Bandara Radin Inten II, Rabu (26/8/2026).

Kick off OMC dilakukan Wakil Gubernur Jihan Nurlela bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Posko Pengamatan Cuaca Bandara Radin Inten II. Operasi tersebut menyasar wilayah yang mengalami kekeringan dan memiliki titik panas, dengan pelaksanaan menyesuaikan kondisi pertumbuhan awan.

Wagub Jihan mengatakan OMC tidak hanya ditujukan untuk membantu mengendalikan karhutla, tetapi juga meningkatkan ketersediaan air bagi sektor pertanian. Pemerintah daerah meminta hujan hasil modifikasi cuaca nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk membasahi lahan maupun mengisi sumber air di sekitar wilayah sasaran.

“Semoga apa yang kita lakukan hari ini bisa membawa manfaat, selain membantu membasahi lahan-lahan kita yang berpotensi terjadi hotspot, juga bisa membantu komoditas kita, khususnya pertanian yang hari ini memang perlu pembasahan atau air,” kata Wagub Jihan.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Lepas 57 Kafilah MTQ Nasional XXXI 2026 ke Jawa Tengah

Menurut Wagub Jihan, penyemaian awan tidak dapat dilakukan berdasarkan lokasi yang ditentukan semata. Pelaksanaannya harus mengikuti perkembangan awan yang memiliki potensi menghasilkan hujan serta mempertimbangkan keberadaan hotspot.

“Menyesuaikan dengan keadaan hotspot-nya dan berdasarkan yang paling utama, berdasarkan pertumbuhan awannya,” ujarnya.

Pada sorti pertama, pesawat OMC diarahkan ke wilayah Lampung Timur dan sebagian wilayah yang berbatasan dengan Lampung Selatan. Pemantauan citra satelit BMKG menunjukkan adanya sejumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang hingga tinggi di kawasan tersebut.

Prakirawan BMKG Iqbal mengatakan pelaksanaan OMC menghadapi tantangan berupa terbatasnya pertumbuhan awan hujan. Kondisi atmosfer saat ini membuat tim harus menunggu dan memanfaatkan awan yang tumbuh secara alami dan dinilai cukup potensial untuk menghasilkan hujan.

“Memang dari kondisi sirkulasi saat ini, sangat sulit mencari awan yang berpotensi menghasilkan hujan. Selagi terdapat potensi awan yang cukup bagus dan daerah tersebut ada hotspot, semaksimal mungkin disemai agar membasahi daerah tersebut,” kata Iqbal.

BMKG juga memantau potensi pertumbuhan awan di Lampung Barat, Tanggamus, Lampung Tengah, hingga Lampung Utara untuk pelaksanaan sorti berikutnya. Sasaran penyemaian akan terus disesuaikan dengan perkembangan awan dan lokasi hotspot.

Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Sjawal Sugiarto mengatakan OMC akan dimaksimalkan selama sekitar lima hari, hingga 30 Agustus 2026. Fokusnya meningkatkan tutupan air di wilayah yang mengalami kekeringan, termasuk waduk dan kawasan pertanian yang menjadi lumbung pangan.

“Sampai dengan tanggal 30 ada kurang lebih lima hari, kita bisa memaksimalkan ikhtiar kita ini untuk meningkatkan tutupan air di wilayah Provinsi Lampung, terutama di waduk-waduk yang memang ada beberapa laporan sudah mengalami kekeringan dan daerah-daerah pertanian yang menjadi lumbung pangan,” ujar Rudy.

Baca Juga:  Lengkapi Ikhtiyar, Pemprov Lampung “Ketuk Pintu Langit” dengan Istisqa

Selain OMC, Pemprov Lampung menyiapkan operasi water bombing untuk menangani titik api yang sudah muncul. Dua pesawat didatangkan untuk mendukung operasi tersebut, masing-masing untuk misi pemadaman dan patroli.

Tim water bombing sebelumnya telah melaksanakan satu sorti pemadaman di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Operasi tersebut diarahkan untuk memadamkan hotspot yang terdeteksi sekaligus mencegah api meluas ke kawasan lain.

Pemprov Lampung juga memperkuat koordinasi BPBD, BMKG, BNPB, tim OMC, tim water bombing, serta unsur terkait di lapangan. Kepala BPBD diminta memastikan air hujan hasil OMC dapat ditampung dan dimanfaatkan apabila turun di wilayah yang membutuhkan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadapi ancaman hidrometeorologi kering yang diperkirakan masih berlangsung hingga September dan Oktober. Dengan menggabungkan OMC untuk meningkatkan pembasahan dan water bombing untuk pemadaman, pemerintah berharap risiko karhutla dapat ditekan sekaligus menjaga ketersediaan air.

Bagi masyarakat Lampung, kebijakan ini diharapkan memberikan manfaat langsung berupa berkurangnya ancaman kebakaran, terjaganya sumber air, serta tersedianya pasokan air bagi lahan pertanian. Upaya tersebut juga diharapkan membantu melindungi produksi pangan dan aktivitas masyarakat dari dampak kekeringan yang semakin meluas. []


Penulis : Desty


Editor : Rudi


Sumber Berita : Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Sekolah Berwawasan Lingkungan, DLH Lampung Target 160 SMA/SMK/MA Raih Adiwiyata
Trump Takut Kalah Saing di Antariksa, Paksa Perusahaan AS Tarik Diri dari KTT Paris
PP JMSI Tegaskan Akun Medsos Resmi Media Bagian Aktivitas Jurnalistik
Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping Dorong Kerja Sama Global South
IRGC Iran Sebut Hantam Drone Laut AS di Selat Hormuz
Israel Mengaku Hancurkan Infrastruktur Hizbullah
Gubernur Mirza Dorong FKLPID Jadi Penghubung Tenaga Kerja dan Dunia Industri
GAK Tak Terdeteksi Erupsi, Hujan Turun, Pemprov Lampung Perkuat Kesiapsiagaan

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 11:17 WIB

Sekolah Berwawasan Lingkungan, DLH Lampung Target 160 SMA/SMK/MA Raih Adiwiyata

Sabtu, 12 September 2026 - 04:19 WIB

Trump Takut Kalah Saing di Antariksa, Paksa Perusahaan AS Tarik Diri dari KTT Paris

Jumat, 11 September 2026 - 19:18 WIB

PP JMSI Tegaskan Akun Medsos Resmi Media Bagian Aktivitas Jurnalistik

Jumat, 11 September 2026 - 18:54 WIB

Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping Dorong Kerja Sama Global South

Jumat, 11 September 2026 - 18:43 WIB

IRGC Iran Sebut Hantam Drone Laut AS di Selat Hormuz

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

PP JMSI Tegaskan Akun Medsos Resmi Media Bagian Aktivitas Jurnalistik

Jumat, 11 Sep 2026 - 19:18 WIB

Xi Jinping

#indonesiaswasembada

Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping Dorong Kerja Sama Global South

Jumat, 11 Sep 2026 - 18:54 WIB

Orang-orang menghadiri upacara pemakaman seorang komandan Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC), yang tewas akibat serangan AS-Israel, di Teheran, Iran, pada 1 April 2026. (Xin)

#indonesiaswasembada

IRGC Iran Sebut Hantam Drone Laut AS di Selat Hormuz

Jumat, 11 Sep 2026 - 18:43 WIB