Cangkir Sekali Pakai, Biodegradable tak Aman Buat Manusia

Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Seorang wanita minum secangkir kopi dengan hiasan latte di atasnya dalam ajang Restaurants Canada Show (RC Show) 2026 di Mississauga, Ontario, Kanada, pada 8 Maret 2026. (Xinhua)

Seorang wanita minum secangkir kopi dengan hiasan latte di atasnya dalam ajang Restaurants Canada Show (RC Show) 2026 di Mississauga, Ontario, Kanada, pada 8 Maret 2026. (Xinhua)

SYDNEY-Cangkir kertas sekali pakai yang digunakan untuk pesanan kopi takeaway dan minuman panas lainnya dapat melepaskan jutaan partikel mikroplastik saat terpapar cairan panas, demikian ungkap sebuah penelitian terbaru.

Tim peneliti dari Universitas Queensland (UQ) Australia meneliti cangkir sekali pakai yang dilapisi dengan polietilena (polyethylene/PE) berbasis fosil dan asam polilaktat (polylactic acid/PLA), sejenis plastik yang dapat terurai secara hayati (biodegradable). Mereka menemukan bahwa dalam percobaan, cangkir yang dilapisi PLA melepaskan total massa partikel sekitar 12 kali lebih tinggi dibandingkan cangkir yang dilapisi PE, papar pernyataan UQ yang dirilis pada Kamis (27/8).

“Cangkir yang sebagian besar terbuat dari kertas tidak berarti cangkir tersebut bebas plastik, karena banyak di antaranya mengandung lapisan plastik tipis untuk memberikan ketahanan terhadap air dan menjaga keutuhan strukturnya,” papar Elvis Okoffo, peneliti dari UQ. Dia menambahkan bahwa cangkir kertas sekali pakai digunakan di seluruh dunia untuk minuman kopi, teh, dan minuman panas lainnya.

Baca Juga:  Gubernur Mirza Tekankan Penghormatan terhadap Teman Tuli

Penelitian tersebut, yang telah diterbitkan di dalam jurnal ACS Food Science & Technology, mengukur sekitar 4,3 juta nanopartikel per mililiter dari cangkir berlapis PLA, dibandingkan dengan 2,7 juta nanopartikel per mililiter dari cangkir berlapis PE. Ukuran nanopartikel itu kira-kira 1.000 kali lebih tipis daripada sehelai rambut manusia.

Temuan-temuan tersebut menambah bukti yang semakin banyak bahwa produk plastik yang digunakan untuk penyimpanan dan penyiapan makanan merupakan sumber paparan plastik yang signifikan pada manusia yang masuk melalui jalur pencernaan, namun sering kali diabaikan, kata Okoffo.

Baca Juga:  Xi Jinping: AS Seharusnya Jadi Mitra, Bukan Rival

Kendati demikian, dia mengatakan hasil tersebut tidak serta-merta berarti masyarakat harus berhenti menggunakan cangkir kertas atau bahwa PLA pada dasarnya tidak aman, seraya menuturkan bahwa dampak partikel plastik terhadap kesehatan manusia masih belum jelas.

Para peneliti menyerukan kepada badan pembuat regulasi untuk mempertimbangkan panduan keselamatan atau label peringatan pada bahan-bahan yang bersentuhan langsung dengan makanan. Para peneliti juga mengatakan bahwa produsen dapat mengembangkan lapisan dalam cangkir yang melepaskan lebih sedikit partikel plastik saat terpapar cairan panas. []


Penulis : Nara J Afkar


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Normalisasi Sungai Way Pisang Lampung Selatan Capai 90%
Jambore Nasional PPAJI, Spirit of Krakatoa
Revitalisasi Sekolah: Menilai Kebijakan dari Kebutuhan, Bukan Prasangka
AS Gertak Iran akan Serang Pakai “MOAB”
18 Tewas Akibat Atap Sekolah Ambruk
Gubernur Mirza Raih Grand BAZNAS Awards 2026
Warga Palestina Terluka, Bentrok Pemukim vs Pasukan Israel
Mayjen TNI Kristomei Sianturi Jadi Kepala BNPB

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 04:04 WIB

Normalisasi Sungai Way Pisang Lampung Selatan Capai 90%

Jumat, 16 Oktober 2026 - 03:53 WIB

Jambore Nasional PPAJI, Spirit of Krakatoa

Jumat, 16 Oktober 2026 - 01:34 WIB

Revitalisasi Sekolah: Menilai Kebijakan dari Kebutuhan, Bukan Prasangka

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:36 WIB

AS Gertak Iran akan Serang Pakai “MOAB”

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:32 WIB

18 Tewas Akibat Atap Sekolah Ambruk

Berita Terbaru

Berita Utama

Normalisasi Sungai Way Pisang Lampung Selatan Capai 90%

Jumat, 16 Okt 2026 - 04:04 WIB

Berita Utama

Jambore Nasional PPAJI, Spirit of Krakatoa

Jumat, 16 Okt 2026 - 03:53 WIB

KILATAN Cahaya Senjata Iran saat Serang Pangkalan AS [xin]

Bencana

AS Gertak Iran akan Serang Pakai “MOAB”

Kamis, 15 Okt 2026 - 23:36 WIB

Bencana

18 Tewas Akibat Atap Sekolah Ambruk

Kamis, 15 Okt 2026 - 23:32 WIB