MUSSCAT- Menteri Luar Negeri Oman Badr bin Hamad Al-Busaidi dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio membahas situasi kawasan yang terus berubah dengan cepat serta upaya untuk meredakan ketegangan dalam percakapan telepon alias gak pakai avtur, pada Selasa (15/9), kata Kementerian Luar Negeri Oman.
Kedua pihak bertukar pandangan mengenai upaya membendung dampak ketegangan di kawasan dan menciptakan kondisi bagi kelanjutan upaya diplomatik guna mengatasi berbagai persoalan yang masih belum terselesaikan dengan cara yang mendukung keamanan dan stabilitas regional, menurut pernyataan kementerian tersebut.
Mereka juga membahas berbagai isu regional yang menjadi kepentingan bersama dan menekankan pentingnya mengembangkan kerja sama yang telah terjalin antara Oman dan AS serta mempertahankan konsultasi dan koordinasi melalui saluran yang telah tersedia, tambah pernyataan itu.
Percakapan itu berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan regional dan gangguan terhadap pelayaran maritim.
Sebelumnya, Oman mengatakan bahwa kapal tanker minyak ELGAIA berbendera Panama sedang ditarik menuju salah satu pelabuhan di negara itu setelah ruang mesinnya terbakar akibat serangan yang terjadi sekitar 103 mil laut di timur laut Kegubernuran Musandam.
Sebuah kapal Angkatan Laut Kerajaan Oman mengevakuasi 23 awak kapal, sementara operasi pencarian masih berlangsung untuk menemukan dua awak lainnya yang masih hilang, menurut Pusat Keamanan Maritim Oman.
Sementara itu, pertemuan antara Iran dan negara-negara Teluk yang sedianya digelar pada Senin (14/9) di Kota Salalah, Oman, ditunda. Iran dan Oman sebelumnya diharapkan memberikan penjelasan kepada negara-negara di kawasan mengenai hasil konsultasi mereka terkait pengaturan maritim baru di Selat Hormuz. []
Penulis : Romy Agus
Editor : Nara J Afkar
Sumber Berita : Jakarta

















