Keren, Kades Indonesia Belajar ke Tiongkok

Rabu, 16 September 2026 | 09:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto tanpa keterangan tanggal ini menunjukkan suasana di Desa Sanman, Xishuangbanna, Provinsi Yunnan, Tiongkok barat daya. (Xinhua)

Foto tanpa keterangan tanggal ini menunjukkan suasana di Desa Sanman, Xishuangbanna, Provinsi Yunnan, Tiongkok barat daya. (Xinhua)

KUNMING-Rumah-rumah panggung etnis Dai tersebar di tengah hutan hujan tropis, dengan kendaraan energi baru (NEV) terparkir di bawahnya. Sebuah menara air yang tak lagi digunakan telah diubah menjadi kafe, sementara hutan karet dengan produktivitas rendah disulap menjadi taman hutan hujan.

Bagi Titin Bainah, seorang kepala desa dari Sumatra Utara, kunjungan pertamanya ke Desa Sanman di Xishuangbanna, Provinsi Yunnan, Tiongkok barat daya, memberinya kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana sebuah masyarakat perdesaan dapat mengubah sumber daya lokal menjadi peluang baru.

“Desa ini sangat bersih, dan saya terkesan dengan perpaduan antara pariwisata dan budaya, serta ekonomi kolektif,” kata Titin, seraya menambahkan bahwa dirinya berharap dapat membawa sebagian pengalaman tersebut kembali ke Indonesia.

Pada 12 hingga 13 September, sekelompok pejabat desa dari Indonesia mengunjungi komunitas perdesaan di daerah perbatasan Yunnan. Mereka tidak hanya mengagumi pemandangan, tetapi juga menanyakan bagaimana warga desa terlibat, bagaimana industri lokal berkembang, bagaimana budaya tradisional diubah menjadi sumber daya ekonomi, dan bagaimana warga desa turut menikmati manfaatnya.

Baca Juga:  Material Besi Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Revitalisasi SDN 3 Subik Disorot

Di Desa Sanman, mereka melihat bagaimana tiga desa tetangga beralih dari pola pengembangan secara terpisah menjadi kerja sama. Sanman merupakan bagian dari Komite Desa Mangajian. Dahulu, ketiga desa tersebut memiliki industri yang terpisah dan terutama mengandalkan penyadapan karet serta pekerjaan migran. Kerajinan tradisional pun kesulitan mendapatkan penerus.


Pada 12 September 2026, para pejabat desa dari Indonesia mempraktikkan pembuatan kerajinan tangan yang merupakan warisan budaya takbenda di Desa Sanman, Kota Jinghong, Provinsi Yunnan, Tiongkok barat daya. (Xinhua)

Sejak 2023, sebuah tim yang dipimpin oleh Profesor Li Xiaoyun dari Universitas Pertanian Tiongkok telah membantu dalam perencanaan dan pengelolaan. Sembari tetap mempertahankan karakteristik desa etnis Dai, masyarakat setempat telah mengembangkan kafe, pengalaman wisata hutan hujan, serta toko-toko produk budaya dan kreatif, sehingga menyatukan berbagai sumber daya yang sebelumnya tersebar.

Hal yang paling menarik perhatian para pejabat Indonesia adalah bagaimana penduduk desa memperoleh manfaat dari perubahan-perubahan tersebut. Pendapatan dari pengeluaran pengunjung didistribusikan melalui koperasi, perusahaan pengelola, badan usaha kolektif desa, dan kelompok-kelompok desa, sehingga memungkinkan rumah tangga untuk turut menikmati manfaatnya. Pada 2025, Sanman mencatatkan omzet usaha sebesar 2,58 juta yuan (1 yuan = Rp2.629). Perusahaan kolektif desa tersebut meraup pendapatan sebesar 570.000 yuan, termasuk 70.000 yuan yang dibagikan sebagai dividen kepada seluruh 140 rumah tangga.

Baca Juga:  Konflik Houthi-Arab Saudi, Israel Happy

“Terkait pembangunan perdesaan, pada akhirnya yang terpenting adalah warga desa mendapatkan manfaatnya,” ujar Titin.

Dia menyatakan bahwa pembangunan perdesaan membutuhkan lebih dari sekadar lingkungan yang indah. Diperlukan pula industri yang mendorong warga desa untuk tetap terlibat aktif. Dia sangat tertarik pada bagaimana desa-desa di Yunnan mengubah kafe, lokasi menikmati matahari terbenam, dan berbagai daya tarik sehari-hari lainnya menjadi sumber pendapatan baru. Hal ini menginspirasinya untuk memikirkan bagaimana desa-desa di Indonesia dapat memanfaatkan sumber daya mereka sendiri dengan lebih baik.[]


Penulis : Romy Agus


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi
Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar
Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri
Beda TMT, Beda Waktu Gaji PPPK Paruh Waktu, BKD Lampung Selatan Pastikan SK Perpanjangan Segera Terbit
Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing
Mesir Kirim 2.600 Ton Bantuan ke Gaza
Senator AS Curigai Pentagon Soal Perang Iran
Lampung Kawal Percepatan Pengembangan PLTP Rajabasa

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Beda TMT, Beda Waktu Gaji PPPK Paruh Waktu, BKD Lampung Selatan Pastikan SK Perpanjangan Segera Terbit

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing

Berita Terbaru

Berita Utama

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi

Kamis, 8 Okt 2026 - 14:09 WIB

Berita Utama

Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar

Kamis, 8 Okt 2026 - 14:06 WIB

Berita Utama

Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing

Kamis, 8 Okt 2026 - 06:47 WIB