PARIS-Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Antariksa Internasional (International Space Summit) pertama dibuka pada Rabu (9/9), dengan hampir 120 delegasi asing membahas masa depan luar angkasa, mulai dari keamanan dan regulasi hingga pengembangan komersial. Namun, beberapa perusahaan luar angkasa besar Amerika Serikat (AS) tidak hadir setelah dilaporkan mendapat tekanan dari pemerintah AS. Trump takut kalah saing di antariksa.
Penarikan diri perusahaan-perusahaan tersebut mencerminkan persaingan yang semakin besar dalam industri antariksa, di mana Washington berupaya mempertahankan superioritas AS di luar angkasa, sementara Eropa berupaya memperoleh otonomi yang lebih besar.
Penarikan Diri dan Dibawah Tekanan
SpaceX, Blue Origin, produsen roket Stoke Space, dan perusahaan rintisan (startup) pusat data antariksa Starcloud telah memberi tahu otoritas Prancis terkait pembatalan partisipasi mereka dalam KTT tersebut, kata seorang pejabat dari kementerian antariksa Prancis.
Politico sebelumnya melaporkan bahwa Kantor Kebijakan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Office of Science and Technology Policy/OSTP) Gedung Putih telah mendesak beberapa perusahaan antariksa AS untuk tidak menghadiri acara tersebut, seraya memperingatkan bahwa partisipasi itu dapat dipandang sebagai dukungan terhadap posisi kebijakan Eropa.
Pejabat OSTP mengatakan kepada para perwakilan industri bahwa Prancis tidak berkoordinasi dengan AS terkait KTT itu, menuduh Prancis melakukan “praktik antipersaingan,” dan menyampaikan bahwa panel-panel diskusi dalam acara itu tidak dirancang untuk memasukkan perspektif Amerika serta dapat melemahkan upaya industri AS, demikian menurut sumber-sumber Politico.
Seorang juru bicara Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Antariksa Prancis berkata, “Kami tentu saja ingin terus bekerja sama dengan mitra dan sekutu kami di AS, meskipun perubahan arah strategis dan tekanan politik terkadang membuat tugas ini menjadi rumit tanpa alasan yang perlu.”
“Amerika tidak hanya disambut baik, kami ingin kalian hadir di sana,” kata Philippe Baptiste, menteri antariksa Prancis, di platform X. “Jangan takut terhadap multilateralisme,” lanjutnya.
Xavier Pasco, direktur Foundation for Strategic Research, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan lembaga penyiaran publik Belgia, RTBF, pada Rabu bahwa ketidakhadiran perusahaan-perusahaan besar AS dipengaruhi oleh faktor politik, karena Uni Eropa (UE) sedang mempersiapkan Undang-Undang Antariksa (Space Act).
Undang-undang baru itu akan menetapkan kerangka kerja untuk tata kelola kegiatan antariksa, dan AS juga ingin memiliki andil dalam penetapan aturan baru tersebut. “Oleh karena itu, terdapat aspek konfrontasi simbolis,” ujar Pasco.
“Antariksa terdampak oleh pergolakan geopolitik,” tutur Thomas Pesquet, astronaut Prancis yang menjadi utusan khusus Macron untuk KTT tersebut, dalam wawancara dengan saluran televisi Prancis TF1 pada Selasa (8/9).
Persaingan Antariksa
Penarikan diri tersebut terjadi tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengunggah sebuah gambar di platform Truth Social yang bertuliskan “The Moon is Ours” (Bulan Adalah milik Kita) di samping bendera AS.
Pada Desember 2025, Trump menandatangani perintah eksekutif bertajuk “Memastikan Superioritas Amerika di Antariksa” (Ensuring American Space Superiority) yang menyerukan agar AS kembali mengirimkan warganya ke Bulan pada 2028, meletakkan landasan bagi pengembangan ekonomi di Bulan dan mempersiapkan perjalanan menuju Mars.
Eric Berger, editor senior bidang antariksa di Ars Technica, mengatakan bahwa salah satu motivasi penarikan diri perusahaan-perusahaan AS tersebut adalah karena para pejabat kebijakan AS memandang industri antariksa komersial sebagai salah satu kekuatan utama Amerika yang harus dilindungi.
Seorang pejabat perusahaan antariksa yang menghadiri KTT tersebut mengaitkan penarikan diri itu dengan sikap Trump terhadap Eropa dan Macron. “Ini sangat khas Trump,” ungkap pejabat tersebut. “Trump suka meremehkan orang-orang Eropa … dan terlebih lagi Macron, yang entah bagaimana mewakili ‘kepemimpinan’ Eropa.”
Pada saat yang sama, Prancis dan negara-negara Eropa lainnya sedang berupaya memperkuat kemampuan antariksa Eropa sendiri dan mengurangi ketergantungan pada AS.
“Sisi positifnya adalah kami sedang mendiversifikasi kemitraan kami di seluruh dunia, berinvestasi dalam industri antariksa kami. Ini bukan soal memisahkan diri, melainkan melihat apa yang bisa kami lakukan bersama mitra lain,” tutur seorang pejabat antariksa.
Christophe Grudler, seorang anggota Parlemen Eropa asal Prancis yang turut menyusun Undang-Undang Antariksa UE, mengatakan bahwa jika para pemain lain di sektor antariksa menunjukkan “sikap yang lebih kooperatif,” mereka “tentu saja akan mendapat nilai plus.”
Salah satu bidang yang menjadi sumber ketegangan adalah komunikasi satelit. Edward Northmore menulis di Tech Times bahwa program satelit IRIS² UE merupakan salah satu alasan mengapa OSTP menuduh Prancis melakukan “praktik antipersaingan.” Dia mengatakan bahwa upaya Eropa untuk memperkuat kedaulatan di bidang satelit dapat menjadi tantangan komersial bagi posisi SpaceX di pasar layanan pita lebar (broadband) berbasis satelit.
Seorang CEO perusahaan satelit mengatakan kepada Politico bahwa “dua isu utama yang dipertaruhkan memang berkaitan dengan akses terhadap dua sumber daya yang terbatas, yakni orbit dan spektrum, dalam konteks di mana SpaceX memiliki kebijakan dominasi penuh atas keduanya.”
“Oleh karena itu, tidak mengherankan jika Eropa ingin fokus pada bidang ini, dan tidak mengherankan pula jika pemerintah AS meresponsnya dengan melakukan aksi boikot,” tambah CEO tersebut.
Penulis : Nara J Afkar
Editor : Rudi Alfian
Sumber Berita : Jakarta







![Warga Israel Tinggalkan Israel Capai 270.000 Orang [Xin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/Warga-Israel-Tinggalkan-Israel-Capai-270.000-Orang-225x129.jpg)





![Warga Israel Tinggalkan Israel Capai 270.000 Orang [Xin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/Warga-Israel-Tinggalkan-Israel-Capai-270.000-Orang-129x85.jpg)



