GAK Tak Terdeteksi Erupsi, Hujan Turun, Pemprov Lampung Perkuat Kesiapsiagaan

Jumat, 11 September 2026 | 16:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDARLAMPUNG—- Pemerintah Provinsi Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung menyampaikan perkembangan terkini mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK). Berdasarkan hasil pemantauan pada Jumat, 11 September 2026 periode pukul 00.00 hingga 12.00 WIB, tidak tercatat adanya aktivitas gempa dengan kategori letusan atau erupsi.

​Meski masih mencatat aktivitas kegempaan vulkanik, pengamatan kondisi atmosfer dari permukaan hingga ketinggian sekitar 20.000 kaki menunjukkan arah angin bertiup ke arah barat hingga barat laut dengan kecepatan lemah hingga sedang. Selain itu, hasil pantauan citra satelit Himawari-9 melalui Terminal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tidak mendeteksi adanya sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau.

​Sebagai wujud kesiapsiagaan dan langkah mitigasi bencana, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) bersama BPBD Provinsi Lampung dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait terus memperkuat koordinasi dan monitoring secara berkala.

Baca Juga:  Firli Bahuri  Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih  IPK 4,0

​Di tengah kewaspadaan tersebut, masyarakat di sejumlah wilayah Kota Bandar Lampung, seperti Jagabaya, Sukabumi, dan Rajabasa, juga menyambut turunnya hujan dengan rasa penuh syukur. Hujan ini turun berselang satu hari setelah dilaksanakannya Salat Istisqa di Lapangan Korpri Kompleks Kantor Gubernur pada Kamis (10/9/26), yang dihadiri oleh Gubernur Lampung, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparatur sipil negara (ASN), serta elemen masyarakat.

​Turunnya curah hujan ini diharapkan membawa keberkahan, membantu meluruhkan sisa abu vulkanik di udara, memenuhi cadangan kebutuhan air bersih, serta meringankan beban lingkungan dan warga yang sebelumnya terdampak kondisi kekeringan.

Baca Juga:  28 Negara Serukan Hentikan Tindakan "Koersif"

​Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya untuk terus memantau dinamika perkembangan situasi terkini secara berkelanjutan. Pembaruan informasi secara berkala disampaikan kepada publik melalui kanal resmi media sosial BPBD Provinsi Lampung (@bpbdlampung). Konferensi pers resmi juga akan digelar apabila terdapat eskalasi atau perubahan aktivitas vulkanik yang signifikan.

​Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah terpancing oleh isu liar atau kabar bohong (hoaks), serta senantiasa memverifikasi kebenaran informasi melalui pengumuman resmi dari instansi pemerintah yang berwenang.[]


Penulis : Desty Efriyani


Editor : Nara


Sumber Berita : Pemprov Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi
Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar
Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri
Beda TMT, Beda Waktu Gaji PPPK Paruh Waktu, BKD Lampung Selatan Pastikan SK Perpanjangan Segera Terbit
Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing
Mesir Kirim 2.600 Ton Bantuan ke Gaza
Senator AS Curigai Pentagon Soal Perang Iran
Lampung Kawal Percepatan Pengembangan PLTP Rajabasa

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Beda TMT, Beda Waktu Gaji PPPK Paruh Waktu, BKD Lampung Selatan Pastikan SK Perpanjangan Segera Terbit

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing

Berita Terbaru

Berita Utama

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi

Kamis, 8 Okt 2026 - 14:09 WIB

Berita Utama

Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar

Kamis, 8 Okt 2026 - 14:06 WIB

Berita Utama

Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing

Kamis, 8 Okt 2026 - 06:47 WIB