TEHERAN-Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran pada Kamis (10/9) mengatakan bahwa pasukan angkatan lautnya telah menargetkan kendaraan permukaan nirawak (unmanned surface vehicle/USV) milik Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz.
Dalam pernyataan yang dimuat di media resmi IRGC, Sepah News, pada Kamis, IRGC mengatakan USV jenis Saildrone Explorer tersebut sedang menjalankan “misi agresif” dan dihantam di pintu masuk selat tersebut.
IRGC mengatakan USV Saildrone Explorer sebelumnya digunakan di kawasan tersebut oleh Armada Kelima AS dan Satuan Tugas 59 yang bermarkas di Bahrain. IRGC menambahkan bahwa pangkalan Angkatan Laut AS di Bahrain telah menjadi sasaran serangan Iran dan USV tersebut kini digunakan oleh satuan yang berbasis di Khasab, Oman.
IRGC kembali menegaskan bahwa Selat Hormuz ditutup dan berada di bawah kendalinya, seraya memperingatkan bahwa “setiap kehadiran yang bersifat bermusuhan di jalur perairan strategis tersebut akan menjadi sasaran.”
Angkatan Laut IRGC pada Selasa (8/9) mengatakan pasukannya telah menyita salah satu kapal selam nirawak “paling modern dan pintar” milik Angkatan Darat AS, yang diidentifikasi sebagai Dive-LD, di pintu masuk Selat Hormuz. Militer AS kemudian mengatakan salah satu drone bawah airnya mengalami “malafungsi” saat melakukan survei di perairan kawasan tersebut, tanpa menyebutkan apakah perangkat itu disita Iran.[]
Penulis : Heri Suroyo
Editor : Rudi Alfian
Sumber Berita : Jakarta
















