Banjir Bandang Grand Canyon AS, 20 Orang Hilang

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Foto yang diabadikan pada 9 Agustus 2019 ini memperlihatkan pemandangan Grand Canyon di Arizona, Amerika Serikat. (Xinhua)

Foto yang diabadikan pada 9 Agustus 2019 ini memperlihatkan pemandangan Grand Canyon di Arizona, Amerika Serikat. (Xinhua)

LOS ANGELES-Lebih dari 20 orang kemungkinan hilang atau belum diketahui keberadaannya setelah banjir bandang menerjang Grand Canyon National Park di Negara Bagian Arizona, Amerika Serikat (AS), demikian menurut otoritas setempat pada Minggu (30/8).

“Peristiwa banjir bandang yang signifikan” itu terjadi di Bright Angel Canyon dan area Phantom Ranch pada Sabtu (29/8), ungkap Layanan Taman Nasional AS dalam sebuah siaran pers. Pihak otoritas tersebut mengimbau “siapa pun yang mengetahui adanya pendaki atau backpacker yang berada di bagian dalam ngarai sepanjang koridor Bright Angel Creek pada 29 Agustus, serta siapa pun yang memiliki reservasi perkemahan di koridor yang terdampak, untuk memberikan informasi kepada Cabang Layanan Investigasi Layanan Taman Nasional.”

Baca Juga:  Presiden Tiongkok di Mesir Saksikan Takhta Firaun

Pejabat taman nasional menyebutkan pihaknya terus melanjutkan upaya evakuasi dan tanggap darurat berkoordinasi dengan Departemen Keamanan Publik Arizona, sekaligus berupaya mendata para individu yang kemungkinan berada di wilayah terdampak.

Selain itu, pejabat taman nasional juga menyatakan dalam sebuah siaran pers sebelumnya bahwa per Minggu pagi waktu setempat, sebanyak 62 individu telah dievakuasi dari area tersebut, dengan evakuasi tambahan yang dijadwalkan pada Minggu yang sama.

Banjir bandang tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur di seluruh wilayah Bright Angel Canyon. Hampir semua jembatan penyeberangan yang membentang di atas Bright Angel Creek hancur, sehingga para pendaki tidak dapat melintasi anak sungai tersebut, menurut pihak taman nasional.

Baca Juga:  Sambut APEC 2026, Besok Forum Media Asia Pasifik Dibuka

Para pejabat mengatakan beberapa bagian Grand Canyon National Park telah ditutup dan Sungai Colorado juga ditutup untuk lalu lintas sungai hingga pemberitahuan lebih lanjut, karena adanya struktur logam dan puing-puing yang masuk ke sungai.

Mereka juga memperingatkan bahwa badai petir dan hujan lebat susulan kemungkinan akan terjadi pada Minggu dan Senin (31/8), yang berpotensi memicu banjir bandang, aliran material longsoran, dan longsoran batu, serta mengubah kondisi jalur pendakian dan sungai.[]


Penulis : Rudi Alfian


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Fasilitas Minyak & Listrik Libya Disabotase
Ketua Parlemen Iran: Agresi? Dibalas Lebih Menyakitkan
Warga Diminta Kurangi Aktivtas Luar Ruang
Netanyahu Ancam Iran dengan Serangan Besar-Besaran
The Death of Expertise
Pemda Diminta Ciptakan Mesin Pertumbuhan Baru
Entry Meeting BPK Dimulai, Marindo Tegaskan Pemeriksaan untuk Pastikan APBD Tepat Sasaran
Polres Mesuji Gerak Cepat Bagikan Masker Kepada Masyarakat Pasca Erupsi GAK

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 17:40 WIB

Fasilitas Minyak & Listrik Libya Disabotase

Senin, 7 September 2026 - 15:52 WIB

Ketua Parlemen Iran: Agresi? Dibalas Lebih Menyakitkan

Senin, 7 September 2026 - 15:31 WIB

Warga Diminta Kurangi Aktivtas Luar Ruang

Senin, 7 September 2026 - 15:12 WIB

Netanyahu Ancam Iran dengan Serangan Besar-Besaran

Senin, 7 September 2026 - 15:04 WIB

The Death of Expertise

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Fasilitas Minyak & Listrik Libya Disabotase

Senin, 7 Sep 2026 - 17:40 WIB

#indonesiaswasembada

Ketua Parlemen Iran: Agresi? Dibalas Lebih Menyakitkan

Senin, 7 Sep 2026 - 15:52 WIB

#indonesiaswasembada

Warga Diminta Kurangi Aktivtas Luar Ruang

Senin, 7 Sep 2026 - 15:31 WIB

PM Israel Benjamin Netanyahu

#indonesiaswasembada

Netanyahu Ancam Iran dengan Serangan Besar-Besaran

Senin, 7 Sep 2026 - 15:12 WIB

#indonesiaswasembada

The Death of Expertise

Senin, 7 Sep 2026 - 15:04 WIB