9 Pointers Deklarasi New Delhi – KTT BRICS ke-18

Minggu, 13 September 2026 | 15:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Para pemimpin negara-negara BRICS berfoto bersama dalam Sesi I Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 yang diadakan di New Delhi, India, pada 12 September 2026. [Xinhua]

Para pemimpin negara-negara BRICS berfoto bersama dalam Sesi I Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 yang diadakan di New Delhi, India, pada 12 September 2026. [Xinhua]

BERIKUT 9 Poin Utama Deklarasi BRICS di New Delhi India:

1. Tata kelola global yang adil
Menegaskan kembali komitmen reformasi tata kelola global. Mendorong sistem internasional dan multilateral yang lebih adil, setara, gesit, efektif, representatif, dan akuntabel, dalam semangat musyawarah ekstensif, kontribusi bersama, dan manfaat bersama.

2. Multilateralisme dan multipolaritas
Komitmen memperkuat multilateralisme dan multipolaritas, menegakkan hukum internasional. Menyerukan partisipasi dan keterwakilan yang lebih besar dan bermakna dari emerging market, negara berkembang, dan negara kurang berkembang (LDCs) dalam pengambilan keputusan global.

3. Kecaman terhadap pelemahan lembaga multilateral
Mengecam upaya sepihak melemahkan lembaga-lembaga multilateral global, termasuk dengan sengaja menahan pembayaran kontribusi yang telah ditetapkan, yang menghambat pelaksanaan mandat.

Baca Juga:  Senator AS Curigai Pentagon Soal Perang Iran

4. Perdamaian dan keamanan internasional
Menyampaikan keprihatinan atas konflik yang masih berlangsung, polarisasi dan fragmentasi tatanan internasional. Menyerukan penyelesaian sengketa secara damai melalui dialog, musyawarah, dan diplomasi.

5. Diplomasi preventif dan mediasi
Menekankan pentingnya diplomasi preventif dan mediasi, dengan persetujuan para pihak yang bersangkutan, sebagai alat penting untuk menghindari krisis dan mencegah eskalasi, sesuai Tujuan dan Prinsip Piagam PBB.

6. Pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan inklusif
Menyoroti tantangan global yang saling terkait yang menghambat pertumbuhan dan memperlebar kesenjangan pembangunan. Menegaskan kembali pentingnya pembangunan berkelanjutan dan pertumbuhan inklusif dalam agenda PBB.

Baca Juga:  Sol Banjir, Firman ; Benahi dari Hulu ke Hilir

7. Kecerdasan Buatan (AI)
Menyadari bahwa AI menawarkan peluang sangat besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan bagi semua.

8. Kerja sama budaya dan antarmasyarakat
Menegaskan pentingnya pertukaran antarmasyarakat dan inisiatif BRICS untuk meningkatkan saling pengertian, persahabatan, dan kerja sama. Menyerukan penghormatan keragaman budaya, apresiasi warisan budaya, inovasi, kreativitas, dan penguatan kerja sama internasional.

9. Presidensi selanjutnya
Menyatakan dukungan penuh kepada Tiongkok yang akan memegang presidensi BRICS 2027 dan menjadi tuan rumah KTT BRICS ke-19.[]


Penulis : Rudi Alfian


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Purna Paskibraka Indonesia Lampung Utara – BSI, Gelar Ngopi Emas, Ajak Generasi Muda Melek Investasi
AS Jual Rudal Patriot 2,1 miliar Dolar AS ke Ukraina
Pendidikan Pererat Hubungan Tiongkok dan Indonesia
RI dan Negara Produsen Sawit Dorong Kerja Sama dengan Tiongkok
DK PBB Gelar Jajak Pendapat, Grynspan Kandidat Sekjen
Iran Terima Surat “Damai” dari Wapres AS
Saham AS Jatuh, Pasar Minta AS-Iran Kembali Kemeja Perundingan
Houthi Yaman Klaim Serang Arab Saudi

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Purna Paskibraka Indonesia Lampung Utara – BSI, Gelar Ngopi Emas, Ajak Generasi Muda Melek Investasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:48 WIB

AS Jual Rudal Patriot 2,1 miliar Dolar AS ke Ukraina

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Pendidikan Pererat Hubungan Tiongkok dan Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:12 WIB

RI dan Negara Produsen Sawit Dorong Kerja Sama dengan Tiongkok

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:07 WIB

DK PBB Gelar Jajak Pendapat, Grynspan Kandidat Sekjen

Berita Terbaru

Seorang pria mengamati bangunan tempat tinggal yang rusak pascaserangan drone dan rudal berskala besar oleh Rusia di Kiev, Ukraina, pada 9 Januari 2026. (Xinhua)

Berita Utama

AS Jual Rudal Patriot 2,1 miliar Dolar AS ke Ukraina

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:48 WIB

Foto yang diabadikan pada 22 Oktober 2026 ini menunjukkan seorang pemuda Indonesia sedang berlatih merakit panel kontrol listrik di ruang kelas pelatihan di Universitas Teknik Kejuruan Wuhu di Wuhu, Provinsi Anhui, Tiongkok timur. (Xinhua)

Berita Utama

Pendidikan Pererat Hubungan Tiongkok dan Indonesia

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:18 WIB

Foto yang diabadikan pada 27 Oktober 2026 ini menunjukkan Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun (ketiga dari kiri) berfoto bersama para peserta lain dalam Konferensi Minyak Nabati Berkelanjutan (Sustainable Vegetable Oils Conference) keempat yang digelar di Kota Shanghai, Tiongkok timur. (Xinhua)

Berita Utama

RI dan Negara Produsen Sawit Dorong Kerja Sama dengan Tiongkok

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:12 WIB

Para perwakilan melakukan pemungutan suara terhadap sebuah draf resolusi dalam rapat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di markas besar PBB di New York City pada 30 Oktober 2026. (PBB/Xinhua)

Berita Utama

DK PBB Gelar Jajak Pendapat, Grynspan Kandidat Sekjen

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:07 WIB