Penguatan Sistem Keamanan Pangan pada UMKM sebagai Strategi Peningkatan Nilai Jual dan Branding Produk Lokal

Kamis, 19 Maret 2026 | 11:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nurullia Febriati, M.Si, Dosen Fakultas Pertanian Unila

Nurullia Febriati, M.Si, Dosen Fakultas Pertanian Unila

Oleh: Nurullia Febriati, M.Si., Dosen Pertanian Universitas Lampung

Keamanan pangan merupakan aspek mendasar dalam pengembangan usaha pangan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM. Pada persaingan pasar yang semakin kompetitif, produk pangan tidak lagi hanya dinilai dari rasa, harga, dan tampilan kemasan, tetapi juga dari jaminan keamanan, mutu, kebersihan, serta kepercayaan yang dibangun kepada konsumen. Sehingga, penguatan keamanan pangan menjadi strategi penting dalam meningkatkan nilai jual dan memperkuat branding produk lokal.

Bagi UMKM pangan, keamanan pangan mencakup seluruh tahapan produksi, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, sanitasi peralatan, kebersihan tenaga kerja, penyimpanan, pengemasan, hingga distribusi produk. Setiap tahapan tersebut memiliki peran penting dalam memastikan bahwa produk yang dihasilkan aman dikonsumsi dan memiliki mutu yang konsisten. Produk yang diolah tanpa memperhatikan aspek higiene dan sanitasi berisiko mengalami kontaminasi, penurunan kualitas, kerusakan lebih cepat, bahkan dapat membahayakan kesehatan konsumen.
Penerapan keamanan pangan pada UMKM tidak harus selalu dimulai dari teknologi yang mahal. Langkah sederhana seperti mencuci tangan sebelum produksi, menggunakan peralatan bersih, memisahkan bahan mentah dan produk jadi, menjaga kebersihan ruang produksi, menggunakan air bersih, serta menyimpan bahan dan produk pada tempat yang sesuai merupakan fondasi penting dalam menghasilkan produk yang aman. Kebiasaan produksi yang tertib dan higienis akan membantu UMKM menjaga kualitas produk secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Kwarcab Way Kanan Gelar Apel Besar Hari Pramuka 2026

Keamanan pangan berkaitan erat dengan peningkatan nilai jual produk, sebab konsumen cenderung lebih percaya dan bersedia membayar lebih terhadap produk yang terlihat bersih, dikemas dengan baik, memiliki informasi label yang jelas, serta menunjukkan keseriusan pelaku usaha dalam menjaga mutu. Hal ini menjadikan keamanan pangan tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan konsumen, tetapi instrumen ekonomi yang mampu meningkatkan daya saing produk UMKM di pasar. Kamanan pangan memiliki peran membangun branding produk lokal, yang tidak hanya dibentuk melalui nama merek, logo, atau desain kemasan, tetapi melalui persepsi konsumen terhadap kualitas dan keamanan produk. Produk lokal yang diproduksi secara higienis, menggunakan bahan baku yang baik, memiliki kemasan informatif, serta dilengkapi legalitas usaha seperti NIB, PIRT, dan sertifikasi halal akan lebih mudah diterima oleh konsumen. Kepercayaan ini yang kemudian menjadi kekuatan merek produk pangan.

Pada umumnya masih banyak pelaku UMKM yang menghadapi kendala dalam menerapkan keamanan pangan. Kendala tersebut antara lain, keterbatasan pengetahuan, minimnya fasilitas produksi, belum adanya standar operasional sederhana, serta anggapan bahwa penerapan keamanan pangan membutuhkan biaya besar. Kenyataannya keamanan pangan dapat diterapkan secara bertahap melalui pembiasaan produksi yang bersih, pencatatan proses, perbaikan kemasan, dan peningkatan pemahaman pelaku usaha terhadap standar mutu pangan. Pendampingan dari pemerintah, perguruan tinggi dan komunitas usaha sangat diperlukan untuk memperkuat kapasitas UMKM. Pelatihan dan pendampingan mengenai higiene produksi, sanitasi peralatan, pengemasan, pelabelan, izin edar, dan strategi branding perlu dilakukan secara berkelanjutan. Pendampingan dapat membantu UMKM memproduksi pangan yang aman dan memahami bagaimana keamanan pangan dapat menjadi nilai tambah dalam pemasaran produk.

Baca Juga:  SDABMBK Lampung Utara Percepat Pengadaan Alat Berat

Penguatan keamanan pangan berbasis UMKM pada akhirnya menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan daya saing produk lokal. Produk yang aman, bermutu, dan memiliki identitas merek yang kuat akan lebih mudah masuk ke pasar modern, marketplace, pameran produk, koperasi, hingga jaringan distribusi yang lebih luas. Sehingga, keamanan pangan bukan sekadar kewajiban teknis, melainkan strategi pengembangan usaha produk pangan. Penerapan keamanan pangan yang konsisten dapat membangun kepercayaan konsumen, meningkatkan nilai jual, dan memperkuat citra produk lokal. Produk yang aman akan memberikan perlindungan bagi konsumen, sedangkan produk yang bermutu akan menciptakan loyalitas pasar. Oleh karena itu, keamanan pangan dibutuhkan sebagai fondasi utama dalam pengembangan UMKM pangan agar mampu naik kelas, berdaya saing, dan berkelanjutan.


Penulis : Nurullia Febriati


Editor : Ahmad Novriwan

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Wagub Jihan Nurlela Dorong PERSI Perkuat Sinergi dan Transformasi Rumah Sakit di Lampung
Gubernur Mirza Ajak Pemuda Bangun Ekonomi Desa melalui Hilirisasi Komoditas Unggulan
Wagub Jihan Apresiasi 25 Tahun Pengabdian LAZDAI Lampung
Purna Paskibraka Indonesia Lampung Utara – BSI, Gelar Ngopi Emas, Ajak Generasi Muda Melek Investasi
AS Jual Rudal Patriot 2,1 miliar Dolar AS ke Ukraina
Pendidikan Pererat Hubungan Tiongkok dan Indonesia
RI dan Negara Produsen Sawit Dorong Kerja Sama dengan Tiongkok
DK PBB Gelar Jajak Pendapat, Grynspan Kandidat Sekjen

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 06:31 WIB

Wagub Jihan Nurlela Dorong PERSI Perkuat Sinergi dan Transformasi Rumah Sakit di Lampung

Minggu, 1 November 2026 - 06:30 WIB

Gubernur Mirza Ajak Pemuda Bangun Ekonomi Desa melalui Hilirisasi Komoditas Unggulan

Minggu, 1 November 2026 - 05:16 WIB

Wagub Jihan Apresiasi 25 Tahun Pengabdian LAZDAI Lampung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Purna Paskibraka Indonesia Lampung Utara – BSI, Gelar Ngopi Emas, Ajak Generasi Muda Melek Investasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:48 WIB

AS Jual Rudal Patriot 2,1 miliar Dolar AS ke Ukraina

Berita Terbaru

Berita Utama

Wagub Jihan Apresiasi 25 Tahun Pengabdian LAZDAI Lampung

Minggu, 1 Nov 2026 - 05:16 WIB

Seorang pria mengamati bangunan tempat tinggal yang rusak pascaserangan drone dan rudal berskala besar oleh Rusia di Kiev, Ukraina, pada 9 Januari 2026. (Xinhua)

Berita Utama

AS Jual Rudal Patriot 2,1 miliar Dolar AS ke Ukraina

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:48 WIB