Dosen Rekayasa Kehutanan ITERA Edukasi dan Simulasi Mitigasi Bencana di Tanggamus

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 08:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGGAMUS — Upaya membangun masyarakat tangguh bencana terus diperkuat oleh akademisi Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Tim dosen Program Studi Rekayasa Kehutanan, Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITERA melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Air Bakoman, Kabupaten Tanggamus, dengan fokus meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana tanah longsor.

Mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Mitigasi Bencana Kelompok Tani Hutan melalui Metode Edukatif dan Drill guna Mewujudkan Desa Air Bakoman Siaga Bencana”, kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman sekaligus keterampilan praktis kepada masyarakat agar mampu melakukan pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons awal ketika terjadi bencana.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Diyanti Isnani Siregar, S.Hut., M.Sc. sebagai ketua tim pelaksana, dengan melibatkan sejumlah akademisi Rekayasa Kehutanan ITERA, yaitu Nurika Arum Sari, S.Hut., M.Sc., Vilda Puji Dini Anita, S.Hut., M.Si., Maeda Wahyuningrum, S.Hut., M.Si., dan Dr. Arief Juniarto, S.Hut., M.Si.

Program pengabdian ini merupakan bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi dan memperoleh dukungan pendanaan melalui Hibah Internal Institut Teknologi Sumatera skema Pemberdayaan Masyarakat Lingkup Kepakaran (PMLK). Melalui kegiatan ini, tim dosen menghadirkan pendekatan berbasis keilmuan kehutanan untuk menjawab persoalan lingkungan dan risiko bencana yang dihadapi masyarakat, khususnya terkait kerawanan longsor.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Air Bakoman tersebut diikuti oleh 30 anggota Gabungan Kelompok Tani Hutan (Gapoktan) Wana Arba Lestari. Acara diawali dengan sambutan Kepala Desa Air Bakoman, Heriyanto, yang menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kontribusi tim dosen ITERA dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

Baca Juga:  Lampung Dorong Keterwakilan Perempuan dalam Politik

Menurutnya, edukasi mengenai mitigasi bencana serta penyediaan peta kerawanan longsor menjadi langkah penting bagi masyarakat desa dalam memahami kondisi wilayahnya dan menentukan tindakan yang tepat ketika menghadapi ancaman bencana.

“Kegiatan seperti ini sangat penting karena masyarakat membutuhkan pengetahuan praktis mengenai tanda-tanda awal longsor, wilayah rawan, serta langkah penyelamatan yang harus dilakukan ketika terjadi kondisi darurat,” ujar Heriyanto.

Hal senada disampaikan Ketua Gapoktan Wana Arba Lestari, Aripin, yang menyambut positif kegiatan tersebut. Ia berharap program ini tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi melalui dukungan bibit tanaman produktif yang diberikan oleh tim ITERA.

Dalam kegiatan inti, tim dosen memberikan edukasi mengenai berbagai aspek mitigasi tanah longsor, mulai dari mengenali tanda-tanda awal pergerakan tanah, memahami karakteristik topografi wilayah, hingga strategi pengurangan risiko bencana berbasis lingkungan.

Selain penyampaian materi, masyarakat juga mengikuti simulasi atau drill evakuasi bencana. Melalui kegiatan ini, warga dilatih untuk memahami jalur evakuasi, menentukan tindakan prioritas saat kondisi darurat, serta meningkatkan koordinasi antaranggota masyarakat dalam menghadapi potensi longsor.

“Mitigasi bencana tidak cukup hanya dengan mengetahui teori, tetapi masyarakat perlu memiliki pengalaman langsung melalui simulasi agar lebih siap ketika menghadapi kejadian sebenarnya,” jelas Diyanti Isnani Siregar selaku ketua tim pelaksana.

Sebagai bagian dari keberlanjutan program, tim PkM Rekayasa Kehutanan ITERA menyerahkan sejumlah fasilitas pendukung mitigasi bencana kepada pemerintah desa dan kelompok masyarakat.

Baca Juga:  Kinerja Mirza dan Jihan Berdasarkan Ormas Keagamaan

Bantuan tersebut meliputi:

Peta Kerawanan Bencana Longsor, sebagai informasi spasial untuk membantu masyarakat mengenali wilayah dengan tingkat risiko tinggi serta menjadi dasar dalam perencanaan tata guna lahan yang lebih aman.
Poster Edukasi Mitigasi Bencana, yang dapat dipasang di fasilitas umum sebagai media informasi cepat mengenai langkah-langkah menghadapi ancaman longsor.
Bibit Tanaman Multi-Purpose Tree Species (MPTS) berupa tanaman alpukat yang diberikan kepada Gapoktan Wana Arba Lestari.

Pemilihan tanaman alpukat dilakukan dengan pendekatan mitigasi berbasis vegetasi. Sistem perakaran tanaman diharapkan mampu membantu memperkuat struktur tanah dan mengurangi risiko erosi, sekaligus memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat melalui hasil produksi buah. Pelaksanaan kegiatan semakin optimal dengan dukungan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Skema Rekognisi ITERA yang turut berperan aktif mendampingi masyarakat selama kegiatan berlangsung.

Mahasiswa membantu proses koordinasi lapangan, pendampingan peserta, serta menjembatani komunikasi antara akademisi dan masyarakat desa. Kolaborasi tersebut menjadi bukti pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan kelompok masyarakat dalam membangun ketahanan bencana.

Melalui program ini, Tim Rekayasa Kehutanan ITERA berharap Desa Air Bakoman dapat berkembang menjadi desa yang lebih tangguh, mandiri, dan memiliki kapasitas dalam menghadapi risiko bencana secara berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan peran perguruan tinggi tidak hanya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai mitra strategis masyarakat dalam menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan lingkungan dan kebencanaan.


Penulis : Nurullia Febriati


Editor : Ahmad Novriwan

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme
Pemprov Lampung Lantik Tiga Pejabat, Sekdaprov Tekankan Penguatan Pembangunan Manusia
Targetkan Pramuka Aktif Di Setiap Tingkatan, Kwarran Kasui Kunjungi Tiap Gudep
Pemprov-DPRD Sepakat Awas Ketat BBM Subsidi, Antrean Masih Panjang
Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM
Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi
Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar
Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:16 WIB

Pemprov Lampung Lantik Tiga Pejabat, Sekdaprov Tekankan Penguatan Pembangunan Manusia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Targetkan Pramuka Aktif Di Setiap Tingkatan, Kwarran Kasui Kunjungi Tiap Gudep

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pemprov-DPRD Sepakat Awas Ketat BBM Subsidi, Antrean Masih Panjang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM

Berita Terbaru

Berita Utama

Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme

Minggu, 11 Okt 2026 - 08:37 WIB

Berita Utama

Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM

Kamis, 8 Okt 2026 - 18:45 WIB