Menlu China Serukan Penguatan Kerja Sama dengan Indonesia

Jumat, 21 Agustus 2026 | 23:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Luar Negeri China Wang Yi, yang juga merupakan anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis China, bersama-sama memimpin Konferensi Pertama Mekanisme Dialog Strategis Komprehensif China-Indonesia dengan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono di Jakarta pada 21 Agustus 2026. (Xinhua)

Menteri Luar Negeri China Wang Yi, yang juga merupakan anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis China, bersama-sama memimpin Konferensi Pertama Mekanisme Dialog Strategis Komprehensif China-Indonesia dengan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono di Jakarta pada 21 Agustus 2026. (Xinhua)

JAKARTA-Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi pada Jumat (21/8) menyerukan agar China dan Indonesia memperkuat kerja sama menyeluruh dan meningkatkan sinergi pembangunan guna bersama-sama menghadapi berbagai risiko dan tantangan.

Wang, yang juga merupakan anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis China, menyampaikan hal tersebut saat bersama-sama memimpin Konferensi Pertama Mekanisme Dialog Strategis Komprehensif China-Indonesia dengan Menlu Republik Indonesia Sugiono di Jakarta.

Menyebutkan bahwa situasi internasional saat ini ditandai dengan meningkatnya gejolak dan ketidakpastian, dengan unilateralisme dan praktik hegemonik berdampak serius terhadap keamanan dan pembangunan global, Wang mengatakan sudah saatnya bagi China dan Indonesia, sebagai negara berkembang utama, untuk memperkuat komunikasi strategis serta memperdalam kerja sama strategis, yang memiliki arti penting dan berdampak jauh melampaui hubungan bilateral.

Wang mengungkapkan China senantiasa menempatkan Indonesia pada posisi penting dalam diplomasinya, khususnya diplomasi dengan negara-negara tetangga, serta siap bekerja sama dengan Indonesia untuk meningkatkan rasa saling pengertian dan memberikan dukungan satu sama lain.

Baca Juga:  GAK Tak Terdeteksi Erupsi, Hujan Turun, Pemprov Lampung Perkuat Kesiapsiagaan

Menekankan bahwa konferensi tersebut menandai tonggak penting dalam hubungan bilateral, Sugiono menuturkan bahwa perkembangan China telah membawa peluang besar bagi dunia, khususnya bagi negara-negara tetangga seperti Indonesia.

Dia mengatakan bahwa Indonesia dan China memiliki kepentingan yang saling terkait erat, serta menekankan pentingnya memperkuat koordinasi dengan China demi kepentingan bersama seiring dengan upaya Indonesia memajukan strategi-strategi pembangunannya. Sugiono menambahkan bahwa Indonesia dengan teguh berpegang pada kebijakan Satu China dan mendukung upaya reunifikasi China.

Kedua pihak juga sepakat untuk menjunjung tinggi otonomi strategis dan dengan tegas mendukung kepentingan inti masing-masing. Kedua pihak juga memutuskan untuk memulai perumusan Rencana Aksi Lima Tahun China-Indonesia (2027-2031).

Kedua pihak sepakat bahwa memperdalam kerja sama di bidang energi dan sumber daya mineral sejalan dengan kepentingan bersama, serta menyatakan kesiapan untuk bersama-sama membangun kemitraan yang komprehensif, terbuka, dan hijau di bidang energi dan sumber daya mineral.

Indonesia sangat mengapresiasi kontribusi yang diberikan oleh perusahaan-perusahaan China terhadap pembangunan lokal, seraya menyatakan bahwa kesuksesan perusahaan-perusahaan China juga merupakan kesuksesan bagi Indonesia. Indonesia menyatakan kesiapannya untuk menyediakan lingkungan bisnis yang adil, transparan, dan bersahabat bagi perusahaan-perusahaan China.
Kedua pihak juga berjanji untuk memperluas kerja sama di bidang-bidang seperti kecerdasan buatan (AI) dan pengentasan kemiskinan. Kedua pihak sepakat untuk memulai kembali kerja sama di bidang perikanan, mempercepat kerja sama maritim, dan mendorong pembangunan bersama.

Baca Juga:  DPD Apresiasi Kemensos Libatkan Masyarakat Dalam Pemuktahiran Data

Kedua pihak sepakat untuk sepenuhnya dan secara efektif mengimplementasikan Deklarasi tentang Perilaku Para Pihak di Laut China Selatan (Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea) serta mengupayakan penyelesaian segera Pedoman Perilaku di Laut China Selatan (Code of Conduct in the South China Sea). Kedua pihak sepakat untuk menggelar pertemuan kedua mekanisme dialog tersebut di China tahun depan. []


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Romy Agus


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Bupati Ayu Terima Pergunu Way Kanan
Hari Santri, PGNI Lampung Undang Eks Tokoh NII Mengaji
Mau Tahu Total Investasi Asing di Vietnam? Naik 76,4% Hingga Seftember 2026
Lampung Dorong Keterwakilan Perempuan dalam Politik
ITERA [Wajib] Hadirkan Inovasi dan Perkuat Hilirisasi
Pelantikan Pejabat; ‘Abah’ Lukman Kembali Benahi RSUAM
KPK Beri Penghargaan untuk Lampung atas Penguatan Pendidikan Antikorupsi
Lampung Raih Apresiasi Nasional dari BSSN

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:59 WIB

Bupati Ayu Terima Pergunu Way Kanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Hari Santri, PGNI Lampung Undang Eks Tokoh NII Mengaji

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:20 WIB

Mau Tahu Total Investasi Asing di Vietnam? Naik 76,4% Hingga Seftember 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Lampung Dorong Keterwakilan Perempuan dalam Politik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:54 WIB

Pelantikan Pejabat; ‘Abah’ Lukman Kembali Benahi RSUAM

Berita Terbaru

Bupati Way Kanan dan Pengurus Pergunu (RA)

Berita Utama

Bupati Ayu Terima Pergunu Way Kanan

Selasa, 6 Okt 2026 - 23:59 WIB

Ken Setiawan mantan Tokoh NII Mengaji di Hari Santri [RA]

Berita Utama

Hari Santri, PGNI Lampung Undang Eks Tokoh NII Mengaji

Selasa, 6 Okt 2026 - 22:40 WIB

BAKOM RI Syahganda Nainggolan pada acara serah terima jabatan. Jarak Negara-Masyarakat Harus Lebih Dekat [RA]

Lainnya

Syahganda: Jarak Pemerintah dan Masyarakat Diperkecil

Selasa, 6 Okt 2026 - 22:33 WIB

Berita Utama

Lampung Dorong Keterwakilan Perempuan dalam Politik

Selasa, 6 Okt 2026 - 22:06 WIB