Pemerintah Kembali Buka Program Magang Nasional 2026, Kuota 150 Ribu Peserta

Rabu, 12 Agustus 2026 | 12:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pemerintah kembali menjalankan Program Magang Nasional pada 2026 dengan menambah kuota peserta menjadi 150 ribu orang guna memperluas akses pengalaman kerja bagi para lulusan perguruan tinggi.

Adapun program tersebut resmi diluncurkan Sekretaris Kabinet Republik Indonesia Teddy Indra Wijaya, pada Selasa (11/8/2026) di Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta.

Ia menyebut pelaksanaan tahun kedua ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto.

Sedangkan, jumlah peserta meningkat dibandingkan pelaksanaan 2025 yang menyediakan 100 ribu tempat magang.

“Tahun lalu 100 ribu, sekarang menjadi 150 ribu. Harapannya, ke depan jumlahnya bisa terus bertambah,” ujar Teddy.

Sebanyak 50 ribu peserta akan mengikuti tahap pertama yang mulai dibuka pada Agustus. Pemerintah kemudian akan membuka kuota 50 ribu peserta pada bulan berikutnya dan 50 ribu peserta lainnya pada bulan selanjutnya.

Pada pelaksanaan 2025, sebanyak 100 ribu lulusan baru mengikuti program magang selama enam bulan. Peserta mendapatkan uang saku yang besarannya menyesuaikan dengan upah minimum kabupaten/kota lokasi tempat mereka menjalani magang.

Baca Juga:  Prabowo Terima Menlu dan Menhan Tiongkok, GREAT Institute: Indonesia Stabilizing Power

Program tersebut juga dinilai memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan evaluasi pemerintah, sekitar 30 hingga 40 persen peserta program tahun sebelumnya langsung memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan masa magang.

Teddy menilai tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa program magang mampu memberikan pengalaman sekaligus keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

“Selama enam bulan mereka mendapat pengalaman, keterampilan, dan kesempatan untuk bekerja secara langsung di perusahaan,” jelasnya.
Manfaat program ini kata Teddy, juga dirasakan oleh peserta yang menjalani magang di luar daerah asal.

Ia mencontohkan salah seorang peserta yang mengikuti program di Jakarta dan mendapatkan penghasilan sekitar Rp5,5 juta hingga Rp5,7 juta per bulan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, mengatakan bat Program Magang Nasional memiliki manfaat yang lebih luas, bukan hanya dalam meningkatkan kompetensi calon tenaga kerja.

Menurutnya, program tersebut juga menjadi salah satu instrumen stimulus ekonomi karena dapat membantu dunia industri sekaligus mendorong peningkatan daya beli masyarakat.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Minta Perkuat Penanganan Karhutla

“Program ini juga merupakan bagian dari stimulus ekonomi, sehingga dapat membantu industri dan meningkatkan daya beli masyarakat secara nasional,” kata Yassierli.

Selain menyasar lulusan perguruan tinggi dari berbagai latar belakang, Program Magang Nasional 2026 turut memberikan akses bagi penyandang disabilitas.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memperluas kesempatan memperoleh pengalaman dan akses ke dunia kerja.
Lebih lanjut, Teddy berharap semakin banyak perusahaan yang memahami manfaat program tersebut dan ikut berpartisipasi.

Dengan meningkatnya keterlibatan perusahaan, pemerintah menargetkan lebih banyak peserta yang dapat melanjutkan karier setelah masa magang berakhir.

Dengan demikian, pemerintah optimistis Program Magang Nasional dapat terus berkembang sehingga tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi lulusan baru, tetapi juga menjadi jembatan menuju penyerapan tenaga kerja yang lebih luas.(*)


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Desty


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Turki Tingkatkan Belanja Pertahanan Hingga 229 Persen
Fasilitas Minyak & Listrik Libya Disabotase
Ketua Parlemen Iran: Agresi? Dibalas Lebih Menyakitkan
Warga Diminta Kurangi Aktivtas Luar Ruang
Netanyahu Ancam Iran dengan Serangan Besar-Besaran
The Death of Expertise
Pemda Diminta Ciptakan Mesin Pertumbuhan Baru
Entry Meeting BPK Dimulai, Marindo Tegaskan Pemeriksaan untuk Pastikan APBD Tepat Sasaran

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 19:48 WIB

Turki Tingkatkan Belanja Pertahanan Hingga 229 Persen

Senin, 7 September 2026 - 17:40 WIB

Fasilitas Minyak & Listrik Libya Disabotase

Senin, 7 September 2026 - 15:52 WIB

Ketua Parlemen Iran: Agresi? Dibalas Lebih Menyakitkan

Senin, 7 September 2026 - 15:31 WIB

Warga Diminta Kurangi Aktivtas Luar Ruang

Senin, 7 September 2026 - 15:12 WIB

Netanyahu Ancam Iran dengan Serangan Besar-Besaran

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Turki Tingkatkan Belanja Pertahanan Hingga 229 Persen

Senin, 7 Sep 2026 - 19:48 WIB

#indonesiaswasembada

Fasilitas Minyak & Listrik Libya Disabotase

Senin, 7 Sep 2026 - 17:40 WIB

#indonesiaswasembada

Ketua Parlemen Iran: Agresi? Dibalas Lebih Menyakitkan

Senin, 7 Sep 2026 - 15:52 WIB

#indonesiaswasembada

Warga Diminta Kurangi Aktivtas Luar Ruang

Senin, 7 Sep 2026 - 15:31 WIB

PM Israel Benjamin Netanyahu

#indonesiaswasembada

Netanyahu Ancam Iran dengan Serangan Besar-Besaran

Senin, 7 Sep 2026 - 15:12 WIB