Hingga Juli 2026, Usaha Bangkrut di Jepang Melebihi 1000 Perusahan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pejalan kaki menyeberangi jalan di dekat Stasiun Tokyo di Tokyo, Jepang [Xin]

Pejalan kaki menyeberangi jalan di dekat Stasiun Tokyo di Tokyo, Jepang [Xin]

TOKYO-Angka kebangkrutan perusahaan di Jepang pada Juli melampaui 1.000 kasus untuk bulan kedua berturut-turut, seiring krisis tenaga kerja dan kenaikan harga terus menekan usaha-usaha kecil, demikian dilaporkan media lokal pada Senin (10/8), mengutip survei sebuah perusahaan riset kredit.

Menurut Tokyo Shoko Research, sebanyak 1.028 perusahaan gulung tikar pada Juli lalu, naik 6,9 persen dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya, dengan total liabilitas melonjak sebesar 41,4 persen menjadi 236,3 miliar yen (1 yen = Rp113) atau sekitar 1,5 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp17.913), menurut laporan Kyodo News.

Baca Juga:  Rieke Diah Pitaloka: Foto Jurnalistik Parlemen Jadi Warisan Sejarah Demokrasi Indonesia

Kebangkrutan yang dipicu oleh krisis tenaga kerja menyentuh rekor tertinggi sebanyak 63 kasus, termasuk 36 yang disebabkan oleh lonjakan biaya personel, dua kali lipat dibanding setahun sebelumnya. Sementara itu, kasus yang berakar pada kenaikan harga mencapai 93 kasus, yang tertinggi sejak 2022, seiring pelemahan yen mendorong biaya material dan bahan baku, ungkap laporan tersebut.

Berdasarkan industri, sektor jasa mencatatkan angka kebangkrutan terbanyak dengan 342 kasus, sementara sektor informasi dan komunikasi mencatat lonjakan kebangkrutan sebesar 62,5 persen, dengan angka tersebut mencakup perusahaan-perusahaan yang berkaitan dengan perangkat lunak yang terdampak oleh meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Baca Juga:  Pemprov-DPRD Lampung Sepakati Perubahan KUA-PPAS APBD 2026

Perusahaan-perusahaan skala kecil dengan liabilitas di bawah 100 juta yen menyumbang hampir 80 persen dari total angka kebangkrutan tersebut. []


Penulis : Heri S


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Korban Tewas Gempa Kolombia Jadi 111 Orang
Trump Diam-diam Ganti Pesawat setelah Kunjungan ke Turkiye
‎Aguswanto Pimpin JMSI, Vasko Beri Dukungan Penuh
Kamabida Lampung Lepas 598 Kontingen JAMNAS XII 2026
Gubernur Lampung Dorong Mahasiswa Jadi Penggerak Pembangunan
Gubernur Mirza Dorong Mahasiswa Baru Unila Jadi Agen Perubahan dan Pembangunan Lampung
HMI Kotabumi Perkuat Literasi, Kepemudaan dan Pemberdayaan
51 Peserta Jamnas Way Kanan Dilepas

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:07 WIB

Hingga Juli 2026, Usaha Bangkrut di Jepang Melebihi 1000 Perusahan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:12 WIB

Korban Tewas Gempa Kolombia Jadi 111 Orang

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:02 WIB

Trump Diam-diam Ganti Pesawat setelah Kunjungan ke Turkiye

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:50 WIB

‎Aguswanto Pimpin JMSI, Vasko Beri Dukungan Penuh

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:44 WIB

Kamabida Lampung Lepas 598 Kontingen JAMNAS XII 2026

Berita Terbaru

Pejalan kaki menyeberangi jalan di dekat Stasiun Tokyo di Tokyo, Jepang [Xin]

#indonesiaswasembada

Hingga Juli 2026, Usaha Bangkrut di Jepang Melebihi 1000 Perusahan

Selasa, 11 Agu 2026 - 23:07 WIB

Korban Gempa Kolombia dan Tim Penyelamat [xin]

#indonesiaswasembada

Korban Tewas Gempa Kolombia Jadi 111 Orang

Selasa, 11 Agu 2026 - 22:12 WIB

Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan (kiri) bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Kompleks Kepresidenan di Ankara, Turkiye, pada 7 Juli 2026. (Xin)

#indonesiaswasembada

Trump Diam-diam Ganti Pesawat setelah Kunjungan ke Turkiye

Selasa, 11 Agu 2026 - 22:02 WIB

Aguswanto (Kedua dari Kanan) Pimpin JMSI SUmbar

#indonesiaswasembada

‎Aguswanto Pimpin JMSI, Vasko Beri Dukungan Penuh

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:50 WIB

Gubernur Lampung Lepas Peserta Jamnas 2026

#indonesiaswasembada

Kamabida Lampung Lepas 598 Kontingen JAMNAS XII 2026

Selasa, 11 Agu 2026 - 21:44 WIB