Pertemuan Xi-Trump Suntik Kepercayaan dan Stabilitas Global

Minggu, 27 September 2026 | 23:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Tiongkok Xi Jinping melakukan diskusi dalam kelompok kecil dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Ruang Oval setelah upacara penyambutan di Gedung Putih, Washington DC, AS, pada 24 September 2026. Trump menggelar upacara penyambutan bagi Xi, yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke AS, di Gedung Putih pada Kamis (24/9). (Xinhua)

Presiden Tiongkok Xi Jinping melakukan diskusi dalam kelompok kecil dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Ruang Oval setelah upacara penyambutan di Gedung Putih, Washington DC, AS, pada 24 September 2026. Trump menggelar upacara penyambutan bagi Xi, yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke AS, di Gedung Putih pada Kamis (24/9). (Xinhua)

BEIJING-Presiden Tiongkok Xi Jinping melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat Rabu (23/9) hingga Jumat (25/9). Dalam kunjungan tersebut, Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump bertukar pandangan secara mendalam serta mencapai banyak kesepahaman mengenai isu-isu utama yang menyangkut hubungan Tiongkok-AS, serta perdamaian dan pembangunan dunia.

Para pengamat dari berbagai negara yang telah dengan cermat mengikuti kunjungan tersebut mengatakan bahwa kunjungan itu telah meningkatkan kepercayaan bahwa visi membangun hubungan Tiongkok-AS dengan stabilitas strategis yang konstruktif berdasarkan rasa hormat, keadilan, dan timbal balik akan diwujudkan melalui tindakan nyata yang sejalan dengan visi tersebut, sehingga membawa manfaat yang lebih besar bagi masyarakat kedua negara dan seluruh dunia.

Cendekiawan AS Robert Lawrence Kuhn mengatakan pencapaian utama dari pertemuan puncak Xi-Trump adalah mengirimkan sinyal kuat bahwa para pemimpin dua negara besar dunia, sembari mengakui adanya persaingan, tetap dapat bertemu dalam suasana harmonis dan dengan semangat positif.

“Hubungan Tiongkok-AS yang stabil dan konstruktif kini merupakan kebaikan global, yang memengaruhi perdamaian internasional dan stabilitas ekonomi,” ujar Kuhn.

Baca Juga:  BNN Cegah Vape Jadi Sarana Penyalahgunaan Narkotika

Dalam kunjungannya, Xi menekankan bahwa “Jebakan Thucydides dapat diatasi” dan “mencapai peremajaan besar bangsa Tiongkok serta menjadikan Amerika hebat kembali dapat berjalan beriringan.”

Hal ini menunjukkan visi Tiongkok yang lebih luas, yakni memandang hubungan Tiongkok-AS dari perspektif pembangunan kedua negara dan dunia secara keseluruhan, alih-alih mengejar permainan bermentalitas menang-kalah (zero-sum), kata Gu Qingyang, associate professor di Lee Kuan Yew School of Public Policy di Universitas Nasional Singapura, seraya menambahkan bahwa hal itu juga mewujudkan logika kerja sama budaya Tiongkok.

Saat bertemu dengan Trump, Xi mengatakan kedua negara perlu berupaya menuju hubungan yang menjadikan kerja sama sebagai unsur utama, persaingan yang moderat, perbedaan yang dapat dikelola, dan janji perdamaian.

Cavince Adhere, seorang cendekiawan hubungan internasional yang berbasis di Kenya, mengatakan bahwa kerja sama Tiongkok-AS yang lebih kuat sangat penting bagi pembangunan global dengan memulihkan prediktabilitas bagi dua ekonomi terbesar di dunia, menurunkan hambatan perdagangan, dan menciptakan ruang untuk mengatasi tantangan bersama.

Baca Juga:  Dari Lumbung Pangan Jadi Lumbung Energi, Gubernur Mirza Dorong Lampung Pimpin Pengembangan Bioetanol

“Menjaga persaingan dalam batas-batas yang dapat dikelola dapat membantu menciptakan kondisi untuk stabilitas keseluruhan dalam hubungan bilateral dan untuk kerja sama di bidang-bidang seperti perdagangan dan ekonomi, perubahan iklim, serta kesehatan masyarakat,” kata Adhere.

Dalam pertemuan mereka, kedua presiden itu juga mencapai kesepahaman bersama untuk mempertahankan dialog dan memperkuat kerja sama di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). “Konsensus ini bukanlah akhir dari tantangan; sebaliknya, ini menandai awal dari eksplorasi jalan yang tepat ke depan,” ujar Jinrui Zhang, ilmuwan AI senior di Shell di Belanda.

Dengan bekerja sama untuk mencegah penyalahgunaan dan pelanggaran, Tiongkok dan AS dapat membantu merancang arah yang jelas untuk pengembangan AI yang bertanggung jawab dan tertib, kata Zhang.[]


Penulis : Romy Agus


Editor : Heri Suroyo


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Rusia Hancurkan 25% Fasilitas Internet dan Starlink Ukraina
Menlu Iran: Lebih dari 5.000 Tewas dalam Serangan AS-Israel
Persenjataan Iran Aman, Ditempatkan di Bawah Tanah
Trump Tolak Usulan Iran: Hormuz Merana, Perang Jalan Terus
Lampung Perkuat Pembangunan SDM Berbasis Akhlak
Mirza Buka “Gubernur Lampung Badminton Open 2026”
Asian Games: Angkat Besi Pecahkan Enam Rekor Dunia
2 Tahun Pimpin Mesuji, Elfianah Tuai Pujian

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 23:27 WIB

Rusia Hancurkan 25% Fasilitas Internet dan Starlink Ukraina

Minggu, 27 September 2026 - 23:17 WIB

Pertemuan Xi-Trump Suntik Kepercayaan dan Stabilitas Global

Minggu, 27 September 2026 - 21:22 WIB

Menlu Iran: Lebih dari 5.000 Tewas dalam Serangan AS-Israel

Minggu, 27 September 2026 - 21:21 WIB

Persenjataan Iran Aman, Ditempatkan di Bawah Tanah

Minggu, 27 September 2026 - 18:36 WIB

Trump Tolak Usulan Iran: Hormuz Merana, Perang Jalan Terus

Berita Terbaru

Foto yang diabadikan pada 15 Agustus 2024 ini memperlihatkan sebuah tank Ukraina yang hancur akibat serangan Rusia di Toretsk. (Xinhua)

Berita Utama

Rusia Hancurkan 25% Fasilitas Internet dan Starlink Ukraina

Minggu, 27 Sep 2026 - 23:27 WIB

Presiden Tiongkok Xi Jinping melakukan diskusi dalam kelompok kecil dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Ruang Oval setelah upacara penyambutan di Gedung Putih, Washington DC, AS, pada 24 September 2026. Trump menggelar upacara penyambutan bagi Xi, yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke AS, di Gedung Putih pada Kamis (24/9). (Xinhua)

Berita Utama

Pertemuan Xi-Trump Suntik Kepercayaan dan Stabilitas Global

Minggu, 27 Sep 2026 - 23:17 WIB


Foto yang diabadikan pada 23 Maret 2026 ini menunjukkan sebuah bangunan yang hancur di daerah permukiman usai serangan gabungan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran di Teheran, Iran. (Xinhua)

Berita Utama

Menlu Iran: Lebih dari 5.000 Tewas dalam Serangan AS-Israel

Minggu, 27 Sep 2026 - 21:22 WIB

Iran sangat siap Hadapi Perang, lawan Amerika sekalipun

Berita Utama

Persenjataan Iran Aman, Ditempatkan di Bawah Tanah

Minggu, 27 Sep 2026 - 21:21 WIB

Presiden AS Larangan Beberapa media liputan di Gedung Putih. Menurutnya larangan itu karena media tersebut sering membuat laporan palsu.[Xinhua]

Berita Utama

Trump Tolak Usulan Iran: Hormuz Merana, Perang Jalan Terus

Minggu, 27 Sep 2026 - 18:36 WIB