Trump Tolak Usulan Iran: Hormuz Merana, Perang Jalan Terus

Minggu, 27 September 2026 | 18:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden AS Larangan Beberapa media liputan di Gedung Putih. Menurutnya larangan itu karena media tersebut sering membuat laporan palsu.[Xinhua]

Presiden AS Larangan Beberapa media liputan di Gedung Putih. Menurutnya larangan itu karena media tersebut sering membuat laporan palsu.[Xinhua]

WASHINGTON-Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Sabtu (26/9) mengatakan dirinya telah menolak usulan bersyarat Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Dari sikap ini, dipastikan Hormuz merana, karena saling bertahan antara masing-masing pihak.

“Kami memegang kendali penuh atas Selat Hormuz. Minyak dalam jumlah besar keluar dari Selat Hormuz. Tadi malam, ada 29 kapal yang melintas keluar,” ujar Trump kepada para wartawan di Gedung Putih.

“Mereka ingin membuat kesepakatan, dan menurut saya itu tidak masalah. Saya juga senang membuat kesepakatan, tetapi kesepakatan itu tidak akan bisa diterima,” tambahnya.

Baca Juga:  Velli Kembali Pimpin Percasi Way Kanan

Pada Jumat (25/9), Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi mengatakan kepada para wartawan di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York City bahwa Iran telah menyampaikan rencana “konkret” kepada AS melalui Qatar, yang memungkinkan selat tersebut dibuka kembali dalam waktu tujuh hari jika syarat-syarat yang diperlukan terpenuhi.

Iran sepertinya siap perang. Modal Persenjataan dan daya jelajah sangat mungkin menghancurkan Israel.

Jangka waktu tujuh hari tersebut akan dimulai segera setelah Washington menerimanya, ujarnya.

Baca Juga:  Pelajar Indonesia Nikmati Festival Musim Gugur di Tiongkok

Berdasarkan rencana tersebut, AS perlu melakukan langkah-langkah tertentu yang menurut Iran mungkin memakan waktu empat atau lima hari, ujar Araghchi, seraya menambahkan bahwa pada hari keenam, selat tersebut akan dibuka. “Dan pada hari ketujuh, pembicaraan dengan AS akan dimulai untuk membahas kesepakatan final mengenai hal-hal yang telah disepakati bersama,” ujarnya.

Dia menambahkan, langkah-langkah yang perlu diambil AS bukanlah hal baru, karena langkah-langkah tersebut telah tercantum dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada Juni lalu. []


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi
Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar
Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri
Beda TMT, Beda Waktu Gaji PPPK Paruh Waktu, BKD Lampung Selatan Pastikan SK Perpanjangan Segera Terbit
Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing
Mesir Kirim 2.600 Ton Bantuan ke Gaza
Senator AS Curigai Pentagon Soal Perang Iran
Lampung Kawal Percepatan Pengembangan PLTP Rajabasa

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Beda TMT, Beda Waktu Gaji PPPK Paruh Waktu, BKD Lampung Selatan Pastikan SK Perpanjangan Segera Terbit

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing

Berita Terbaru

Berita Utama

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi

Kamis, 8 Okt 2026 - 14:09 WIB

Berita Utama

Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar

Kamis, 8 Okt 2026 - 14:06 WIB

Berita Utama

Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing

Kamis, 8 Okt 2026 - 06:47 WIB