Nasarudin: Ageman Menghapus Fanatisme Buta Masa Lalu

Sabtu, 26 September 2026 | 22:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasarudin Eks Napiter

Nasarudin Eks Napiter

APRESIASI erhadap film sinema edukatif Ageman terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat di Provinsi Lampung. Kali ini, tanggapan hangat dan kesaksian emosional datang dari seorang mantan narapidana terorisme (eks napiter) asal Lampung, Nasarudin.

Nasarudin, yang merupakan lulusan Sarjana Teknik Universitas Muhammadiyah Metro dan kini telah memilih jalan moderat, menilai film Ageman karya pemuda Lampung tersebut menjadi cermin nyata atas perjalanan kelam masa lalunya saat terjebak dalam paham fanatisme agama yang ekstrem.

“Film ini adalah cermin diri saya dulu saat fanatisme buta terhadap agama hingganya menapikkan persatuan. Jangankan yang beda agama, yang sama-sama Islam saja dulu dikafirkan semua bila tidak satu jamaah,” ungkap Nasarudin, Sabtu (26/9). Nasarudin membeberkan, masa lalunya diwarnai pemikiran tertutup hingga memandang dunia secara kaku antara hitam dan putih.

Ia sempat dua kali masuk bui akibat keterlibatannya dalam jaringan radikal, Pengalaman pertamanya dipenjara selama 3 tahun terjadi saat ia aktif di kelompok Negara Islam Indonesia (NII).

Baca Juga:  Dany Amrul Ichdan: Lampung Lari Kencang, Saatnya Nilai Tambah Tumbuh di Daerah

Karena terdesak kebutuhan infak organisasi, ia dan kelompoknya nekat merencanakan aksi pembegalan sepeda motor di Lampung Tengah, yang berujung pada main hakim sendiri oleh massa hingga menewaskan rekannya. Usai bebas dari kasus NII, bukannya insyaf, ia justru terjerat lebih dalam dengan bergabung ke jaringan Jamaah Islamiyah (JI) yang dinilainya lebih terstruktur dan ekstrem.

Kiprahnya di JI berakhir

Kini, setelah menyelesaikan masa hukumannya dan mendedikasikan diri sebagai tenaga pengajar di salah satu pondok pesantren di Lampung Selatan, Nasarudin memandang film Ageman memiliki kekuatan narasi visual yang mampu meruntuhkan benteng pertahanan ego dan fanatisme seseorang tanpa merasa digurui.

“Nasihat verbal sering kali membentur dinding ego. Sebaliknya, sebuah cerita film meruntuhkan dinding tersebut karena penonton merasa sedang melihat kisah orang lain, sebelum akhirnya sadar bahwa kisah itu adalah tentang diri mereka sendiri,” tegasnya.

Baca Juga:  Pemkab Lamtim Siap Sukseskan HPN-Porwanas 2027

Sutradara Film Ageman, Jasper Lance, memaparkan bahwa alur cerita film ini diangkat dari kisah nyata perjalanan hidup Ken Setiawan eks aktivis radikal yang telah insyaf dan kini aktif sebagai Kabid Pemuda dan Pendidikan FKPT Lampung guna mengampanyekan pencegahan intoleransi dan terorisme.

Sementara itu, Produser Eksekutif Film Ageman sekaligus Ketua FKPT Provinsi Lampung, Dr. M. Firsada, menegaskan bahwa nilai-nilai inklusif yang diusung dalam film ini diharapkan mampu menjadi benteng moral bagi seluruh elemen masyarakat Indonesia.

Film ini sangat layak ditonton oleh masyarakat luas agar kita semakin menyadari pentingnya menjaga kerukunan dan saling menghargai di tengah perbedaan, tanpa ada lagi celah bagi potensi intoleransi maupun radikalisme,” pungkas Firsada.[]


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Menlu Arab Saudi Berharap Hormus Kembali Pulih
Pelajar Indonesia Nikmati Festival Musim Gugur di Tiongkok
GUSDURIAN: Film Ageman, Selaras dengan Pemikiran Gus Dur
Dany Amrul Ichdan: Lampung Lari Kencang, Saatnya Nilai Tambah Tumbuh di Daerah
Ketua FGI Lepas Tri Wahyuni Perkuat Indonesia di Asian Games 2026
Pemprov Lampung Dorong Ekonomi Berbasis Teknologi dan Komunitas
Gubernur Mirza Tekankan Penghormatan terhadap Teman Tuli
Arab Saudi, Pakistan, dan Turkiye Bahas Pertahanan Bersama

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 11:34 WIB

Menlu Arab Saudi Berharap Hormus Kembali Pulih

Minggu, 27 September 2026 - 11:31 WIB

Pelajar Indonesia Nikmati Festival Musim Gugur di Tiongkok

Minggu, 27 September 2026 - 11:09 WIB

GUSDURIAN: Film Ageman, Selaras dengan Pemikiran Gus Dur

Minggu, 27 September 2026 - 08:50 WIB

Dany Amrul Ichdan: Lampung Lari Kencang, Saatnya Nilai Tambah Tumbuh di Daerah

Sabtu, 26 September 2026 - 22:55 WIB

Nasarudin: Ageman Menghapus Fanatisme Buta Masa Lalu

Berita Terbaru


Debat Umum sesi ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) diselenggarakan di markas besar PBB di New York City pada 22 September 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Menlu Arab Saudi Berharap Hormus Kembali Pulih

Minggu, 27 Sep 2026 - 11:34 WIB

Beatrice Faustina Jesslyn, pelajar Indonesia berusia 19 tahun, tampil dalam acara malam Festival Pertengahan Musim Gugur yang diselenggarakan di Universitas Tianjin, Tiongkok utara, pada 24 September 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Pelajar Indonesia Nikmati Festival Musim Gugur di Tiongkok

Minggu, 27 Sep 2026 - 11:31 WIB

Yogi Ketua Jaringan Gusdurian

Berita Utama

GUSDURIAN: Film Ageman, Selaras dengan Pemikiran Gus Dur

Minggu, 27 Sep 2026 - 11:09 WIB

#indonesiaswasembada

Dany Amrul Ichdan: Lampung Lari Kencang, Saatnya Nilai Tambah Tumbuh di Daerah

Minggu, 27 Sep 2026 - 08:50 WIB

Nasarudin Eks Napiter

Berita Utama

Nasarudin: Ageman Menghapus Fanatisme Buta Masa Lalu

Sabtu, 26 Sep 2026 - 22:55 WIB