RIYADH-Para pemimpin militer Arab Saudi, Pakistan, dan Turkiye melangsungkan pertemuan di Riyadh pada Jumat (25/9) untuk membahas situasi keamanan dan berbagai cara guna memperkuat kerja sama pertahanan, demikian menurut Kementerian Pertahanan Arab Saudi.
Dalam pernyataan yang diunggah di platform media sosial X, kementerian tersebut menyatakan bahwa para pemimpin militer dari ketiga negara telah meninjau situasi keamanan serta ancaman yang dihadapi Arab Saudi, dan mengecam keras serangan-serangan yang menargetkan Kota Makkah serta infrastruktur sipil dan ekonomi kerajaan tersebut.
Para partisipan membahas berbagai cara untuk semakin memperkuat kerja sama di antara angkatan bersenjata ketiga negara, termasuk meningkatkan kerja sama intelijen, koordinasi militer, dan integrasi kapabilitas, dengan tujuan memperkuat daya tangkal serta pertahanan kolektif.
Selain itu, para partisipan juga menegaskan kembali komitmen mereka terhadap pertahanan kolektif dan tekad mereka untuk mempertahankan keamanan, kedaulatan, dan keutuhan wilayah Arab Saudi, menurut pernyataan itu.
Arab Saudi dan kelompok Houthi Yaman saling melancarkan serangan dalam beberapa hari terakhir. Kelompok Houthi menyatakan pihaknya telah menyerang sejumlah target di wilayah Arab Saudi, termasuk ibu kota Riyadh, sebagai balasan atas serangan udara Arab Saudi terhadap daerah-daerah yang berada di bawah kendali mereka.
Arab Saudi, Pakistan, dan Turkiye menandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah (Mecca Joint Defense Agreement) pada 7 Agustus di Kota Makkah, Arab Saudi, yang menetapkan bahwa serangan terhadap salah satu pihak penanda tangan akan dianggap sebagai serangan terhadap semua pihak. []
Penulis : Heri Suroyo
Editor : Rudi Alfian
Sumber Berita : Jakarta
















