Arab Saudi, Pakistan, dan Turkiye Bahas Pertahanan Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 17:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


PUTRA Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman bin Abdulaziz al-Saud (tengah), Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan (kiri), dan Perdana Menteri Pakistan Muhammad Shehbaz Sharif berfoto bersama setelah penandatanganan Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah di Makkah, Arab Saudi, pada 7 Agustus 2026. (Saudi Press Agency/Xinhua)

PUTRA Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman bin Abdulaziz al-Saud (tengah), Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan (kiri), dan Perdana Menteri Pakistan Muhammad Shehbaz Sharif berfoto bersama setelah penandatanganan Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah di Makkah, Arab Saudi, pada 7 Agustus 2026. (Saudi Press Agency/Xinhua)

RIYADH-Para pemimpin militer Arab Saudi, Pakistan, dan Turkiye melangsungkan pertemuan di Riyadh pada Jumat (25/9) untuk membahas situasi keamanan dan berbagai cara guna memperkuat kerja sama pertahanan, demikian menurut Kementerian Pertahanan Arab Saudi.

Dalam pernyataan yang diunggah di platform media sosial X, kementerian tersebut menyatakan bahwa para pemimpin militer dari ketiga negara telah meninjau situasi keamanan serta ancaman yang dihadapi Arab Saudi, dan mengecam keras serangan-serangan yang menargetkan Kota Makkah serta infrastruktur sipil dan ekonomi kerajaan tersebut.

Para partisipan membahas berbagai cara untuk semakin memperkuat kerja sama di antara angkatan bersenjata ketiga negara, termasuk meningkatkan kerja sama intelijen, koordinasi militer, dan integrasi kapabilitas, dengan tujuan memperkuat daya tangkal serta pertahanan kolektif.

Baca Juga:  Ketegangan dengan Arab, Houthi Bantah Targetkan Makkah

Selain itu, para partisipan juga menegaskan kembali komitmen mereka terhadap pertahanan kolektif dan tekad mereka untuk mempertahankan keamanan, kedaulatan, dan keutuhan wilayah Arab Saudi, menurut pernyataan itu.

Arab Saudi dan kelompok Houthi Yaman saling melancarkan serangan dalam beberapa hari terakhir. Kelompok Houthi menyatakan pihaknya telah menyerang sejumlah target di wilayah Arab Saudi, termasuk ibu kota Riyadh, sebagai balasan atas serangan udara Arab Saudi terhadap daerah-daerah yang berada di bawah kendali mereka.

Baca Juga:  Persepsi Publik Kinerja Mirza dan Jihan Didasari Profesi

Arab Saudi, Pakistan, dan Turkiye menandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah (Mecca Joint Defense Agreement) pada 7 Agustus di Kota Makkah, Arab Saudi, yang menetapkan bahwa serangan terhadap salah satu pihak penanda tangan akan dianggap sebagai serangan terhadap semua pihak. []


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi
Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar
Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri
Beda TMT, Beda Waktu Gaji PPPK Paruh Waktu, BKD Lampung Selatan Pastikan SK Perpanjangan Segera Terbit
Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing
Mesir Kirim 2.600 Ton Bantuan ke Gaza
Senator AS Curigai Pentagon Soal Perang Iran
Lampung Kawal Percepatan Pengembangan PLTP Rajabasa

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Beda TMT, Beda Waktu Gaji PPPK Paruh Waktu, BKD Lampung Selatan Pastikan SK Perpanjangan Segera Terbit

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing

Berita Terbaru

Berita Utama

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi

Kamis, 8 Okt 2026 - 14:09 WIB

Berita Utama

Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar

Kamis, 8 Okt 2026 - 14:06 WIB

Berita Utama

Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing

Kamis, 8 Okt 2026 - 06:47 WIB