Tiongkok-Indonesia Kerja Sama Perikanan Tangkap

Jumat, 25 September 2026 | 22:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di Tuyal Kerjasama Ikan Tangka Indonesia-Tiongkok ditandatangani [kkp]

Di Tuyal Kerjasama Ikan Tangka Indonesia-Tiongkok ditandatangani [kkp]

TUAL-Indonesia dan Tiongkok pada Kamis (24/9) meluncurkan program kerja sama perikanan tangkap di Tual, sebuah kota pesisir di Provinsi Maluku.

Lebih dari 100 perwakilan pemerintah, kalangan bisnis, dan asosiasi perikanan setempat dari kedua negara menghadiri upacara peluncuran di sebuah pelabuhan perikanan utama di dekat pertemuan Laut Banda dan Laut Arafura. Usai peluncuran, sejumlah kapal penangkap ikan modern membunyikan klakson dan bertolak menuju laut lepas.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan kepada Xinhua bahwa lima inisiatif ekonomi biru kementeriannya selaras dengan visi Tiongkok untuk perikanan global yang berkelanjutan. Dia menyampaikan bahwa Indonesia berharap dapat mempererat kerja sama dengan Tiongkok di bidang perikanan tangkap, akuakultur, dan konservasi laut.

Baca Juga:  Beda TMT, Beda Waktu Gaji PPPK Paruh Waktu, BKD Lampung Selatan Pastikan SK Perpanjangan Segera Terbit

Li Hongwei, Minister-Counselor Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia, dalam upacara tersebut menyatakan bahwa Jalur Sutra Maritim Abad ke-21 yang diusulkan oleh Tiongkok, sebuah komponen kunci dari Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (Belt and Road Initiative), sangat selaras dengan strategi Poros Maritim Dunia Indonesia. Kedua belah pihak terus mendorong penyelarasan strategi, rencana, industri, dan proyek guna membangun komunitas maritim dengan masa depan bersama, ujarnya.

Li mengatakan, Tiongkok siap memanfaatkan peluncuran tersebut sebagai peluang untuk memperkuat kerja sama teknis, konservasi sumber daya, dan koordinasi di sepanjang rantai nilai perikanan bersama Indonesia. Lebih dari 90 persen wilayah Provinsi Maluku merupakan lautan, dan masyarakat setempat sangat bergantung pada sumber daya kelautan serta perikanan.

Baca Juga:  Rombongan 5 Jurnalis Hilang Kontak Hendak Meliput Aktivitas GAK

Proyek ini akan meningkatkan rantai nilai untuk pendaratan ikan, penyimpanan rantai dingin, pengolahan, dan ekspor. Berdasarkan informasi proyek, kegiatan ini diperkirakan akan menciptakan sekitar 1.100 lapangan kerja, baik di laut maupun di darat, sekaligus mendorong investasi pendukung di bidang perbaikan kapal, penyimpanan dingin, pengujian mutu, dan pelatihan keterampilan, membantu meningkatkan pendapatan dan standar hidup penduduk setempat. []


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi
Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar
Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri
Beda TMT, Beda Waktu Gaji PPPK Paruh Waktu, BKD Lampung Selatan Pastikan SK Perpanjangan Segera Terbit
Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing
Mesir Kirim 2.600 Ton Bantuan ke Gaza
Senator AS Curigai Pentagon Soal Perang Iran
Lampung Kawal Percepatan Pengembangan PLTP Rajabasa

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Beda TMT, Beda Waktu Gaji PPPK Paruh Waktu, BKD Lampung Selatan Pastikan SK Perpanjangan Segera Terbit

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing

Berita Terbaru

Berita Utama

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi

Kamis, 8 Okt 2026 - 14:09 WIB

Berita Utama

Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar

Kamis, 8 Okt 2026 - 14:06 WIB

Berita Utama

Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing

Kamis, 8 Okt 2026 - 06:47 WIB