BANDARLAMPUNG-Jaringan GUSDURIAN Lampung Dukung Penuh Film Toleransi “Ageman”. Menurut mereka, Film ini Selaras Pemikiran K.H Abdurrahman Wahid.
Koordinator GUSDURIAN Lampung Yogi Prazani mengatakan bahwa, karya Film Ageman ini bukan sekadar hiburan visual, melainkan sebuah refleksi jernih yang menangkap esensi terdalam dari pemikiran, perjuangan, dan warisan nilai-nilai Gus Dur, terutama dalam konteks toleransi.
Film ini secara berani dan jujur berhasil memotret bagaimana toleransi tidak boleh berhenti sebagai slogan di atas kertas, melainkan harus dihidupkan dalam laku sehari-hari, dalam ruang-ruang dialog yang setara, dan dalam pembelaan terhadap mereka yang terpinggirkan.
”Oleh karena itu, kami mengajak seluruh penggerak GUSDURIAN, pencinta pemikiran Gus Dur, serta seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk bersama-sama mengapresiasi, menonton, dan mendiskusikan film ini.Mari kita jadikan karya ini sebagai pemantik ruang-ruang dialog yang inklusif di lingkungan kita masing-masing. Mari kita teruskan perjuangan Gus Dur untuk merawat Indonesia yang majemuk, adil, dan manusiawi,” tutur Yogi.
”Selamat atas lahirnya karya yang menginspirasi ini.Semoga pesan-pesan perdamaian di dalamnya mampu mengetuk pintu hati kita semua untuk terus memanusiakan manusia.”imbuhnya.
Sutradara Film Ageman, Jasper Lance, memaparkan bahwa alur cerita film ini diangkat dari kisah nyata perjalanan hidup Ken Setiawan eks aktivis radikal yang telah insyaf dan kini aktif sebagai Kabid Pemuda dan Pendidikan FKPT Lampung guna mengampanyekan pencegahan intoleransi dan terorisme.
Sementara itu, Produser Eksekutif Film Ageman sekaligus Ketua FKPT Provinsi Lampung, Dr. M. Firsada, menegaskan bahwa nilai-nilai inklusif yang diusung dalam film ini diharapkan mampu menjadi benteng moral bagi seluruh elemen masyarakat Indonesia.
”Film ini sangat layak ditonton oleh masyarakat luas agar kita semakin menyadari pentingnya menjaga kerukunan dan saling menghargai di tengah perbedaan, tanpa ada lagi celah bagi potensi intoleransi maupun radikalisme,” pungkas Firsada.[]
Penulis : Desty Efriyani
Editor : Rudi Alfian
Sumber Berita : Lampung
















