Menlu Iran: Lebih dari 5.000 Tewas dalam Serangan AS-Israel

Minggu, 27 September 2026 | 21:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto yang diabadikan pada 23 Maret 2026 ini menunjukkan sebuah bangunan yang hancur di daerah permukiman usai serangan gabungan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran di Teheran, Iran. (Xinhua)

Foto yang diabadikan pada 23 Maret 2026 ini menunjukkan sebuah bangunan yang hancur di daerah permukiman usai serangan gabungan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran di Teheran, Iran. (Xinhua)

TEHERAN-Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi menyatakan bahwa lebih dari 5.000 orang, termasuk ratusan perempuan dan anak-anak, tewas dalam “agresi” Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran, demikian dilansir media Iran pada Sabtu (26/9) dini hari.

Dalam pernyataannya pada konferensi pers di New York, Araghchi menyebutkan beberapa sasaran sipil yang menjadi target serangan AS dan Israel, antara lain kawasan permukiman, sekolah, rumah sakit, fasilitas energi, kompleks olahraga dan budaya, serta infrastruktur transportasi, menurut kantor berita semiresmi Iran, Fars.

Baca Juga:  Bimo E: Lampung Begawi 2026 Lebih Komprehensif

Araghchi menekankan bahwa pembunuhan mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei serta sejumlah pejabat politik dan militer senior negara itu merupakan “kejahatan terang-terangan dan melanggar hukum internasional,” tulis laporan itu.

Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap ibu kota Iran, Teheran, dan kota-kota lainnya. Sejak itu, Iran memperketat kendalinya atas Selat Hormuz.

Pada 18 Juni, AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) mengenai penghentian perang di kawasan tersebut di semua front, termasuk Lebanon.

Baca Juga:  HUT ke-81 PMI, Purnama Wulan Sari Mirza Perkuat Gerakan Kemanusiaan di Lampung

Berdasarkan MoU itu, kedua pihak dijadwalkan mengadakan perundingan dalam waktu 60 hari untuk mencapai kesepakatan final, dengan batas waktu yang berakhir pada 17 Agustus. Namun, nasib perundingan tersebut masih belum jelas di tengah eskalasi yang terjadi belakangan ini. []


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Romy


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi
Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar
Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri
Beda TMT, Beda Waktu Gaji PPPK Paruh Waktu, BKD Lampung Selatan Pastikan SK Perpanjangan Segera Terbit
Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing
Mesir Kirim 2.600 Ton Bantuan ke Gaza
Senator AS Curigai Pentagon Soal Perang Iran
Lampung Kawal Percepatan Pengembangan PLTP Rajabasa

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Beda TMT, Beda Waktu Gaji PPPK Paruh Waktu, BKD Lampung Selatan Pastikan SK Perpanjangan Segera Terbit

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing

Berita Terbaru

Berita Utama

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi

Kamis, 8 Okt 2026 - 14:09 WIB

Berita Utama

Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar

Kamis, 8 Okt 2026 - 14:06 WIB

Berita Utama

Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing

Kamis, 8 Okt 2026 - 06:47 WIB