Kristomei: Perang Sekarang Gak Lagi Pakai Tank!

Rabu, 12 Agustus 2026 | 12:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAR LAMPUNG – Pangdam XXI/Radin Inten Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi mengingatkan mahasiswa baru Universitas Lampung (Unila) agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang beredar di ruang digital.

Menurut Kristomei, kemampuan memilah informasi pada saat ini merupakan bagian dari aktualisasi bela negara. Sebab, perkembangan teknologi membuat ruang digital menjadi salah satu ruang yang dapat memengaruhi kondisi sosial dan ketahanan bangsa.

Pesan tersebut disampaikan Kristomei saat memberikan pembekalan bertajuk “Bela Negara Zaman Now” dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unila 2026 di Gedung Serbaguna (GSG) Unila, Selasa, 11 Agustus 2026.

Pembekalan itu diikuti oleh 9.450 mahasiswa baru. Sebanyak 4.000 mahasiswa mengikuti kegiatan secara tatap muka, sementara 5.450 mahasiswa lainnya mengikuti secara daring.

Kristomei mengatakan, pemahaman mengenai bela negara harus menyesuaikan perkembangan zaman. Bela negara tidak lagi hanya dikaitkan dengan senjata, tentara, maupun peperangan fisik.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Apresiasi Peluncuran Empat Program PPDS Baru FK Unila

“Bela negara zaman sekarang bukan lagi semata-mata tentang senapan dan tank. Medan perjuangan telah berubah. Perang informasi kini berada dalam genggaman kita melalui telepon seluler,” kata Pangdam.

Ia menjelaskan, mahasiswa perlu memiliki sikap kritis ketika menerima informasi. Informasi yang ramai diperbincangkan di media sosial tidak boleh langsung dipercaya ataupun disebarluaskan tanpa melalui proses pemeriksaan.

Membaca secara menyeluruh, bertanya, memverifikasi sumber, dan memahami konteks informasi menjadi langkah yang perlu dilakukan agar masyarakat tidak terjebak hoaks dan disinformasi.

Selain persoalan ruang digital, Kristomei juga mengingatkan mahasiswa mengenai lima nilai dasar bela negara. Nilai tersebut meliputi cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia kepada Pancasila, rela berkorban, serta memiliki kemampuan awal bela negara.

Menurut dia, penerapan nilai-nilai tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab anggota TNI atau aparat negara. Setiap warga negara dapat menjalankan bela negara sesuai dengan profesi dan keahliannya.

Baca Juga:  Gubernur Lampung Dorong Mahasiswa Jadi Penggerak Pembangunan

“Apa pun pekerjaan dan keahlian kita, selama memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara, itu merupakan bagian dari bela negara,” tegasnya.

Oleh karena itu, mahasiswa didorong untuk memanfaatkan perkembangan teknologi guna menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Ruang digital tidak seharusnya hanya menjadi tempat untuk menerima informasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk berkarya, menyampaikan gagasan, membangun komunikasi, dan memperkuat persatuan.

Pembekalan tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada mahasiswa baru bahwa kontribusi terhadap bangsa dapat dimulai dari aktivitas sederhana, termasuk bagaimana bersikap dan bertanggung jawab ketika berada di ruang digital.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, DEA., IPM., ASEAN Eng., jajaran wakil rektor Unila, serta Asintel Kasdam XXI/Radin Inten Kolonel Inf. Erwin A. T. Wiyono, S.T., M.Tr. (Han).


Penulis : Romy Agus


Editor : Nara


Sumber Berita : Unila

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

GAK, Pemkab Mesuji Tindak Lanjuti Surat Edaran Gubernur Lampung
Serangan Balasan, IRGC Iran Hantam Tiga Kapal AS
Direktur Pemberitaan ANTARA Ungkap Harapan Kerja Sama Media Asia-Pasifik
Pastikan Penyaluran 800 Ribu Ton Beras Bapang Tepat Sasaran, Elfianah Bentuk Tim Seluruh Kecamatan
Pemprov Lampung Dukung PPDS Anestesiologi Unila, Perkuat Layanan Kegawatdaruratan dan SDM Kesehatan
Pengurus Bundokanduang Minangkabau Provinsi Lampung 2026-2030, Dikukuhkan
Guncang Industri Sinema Indonesia, Dua Siswi MTs Muhammadiyah Bintangi Film ‘Ageman’
Suling Jembatani Pertukaran Budaya Tiongkok-Indonesia

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 23:41 WIB

GAK, Pemkab Mesuji Tindak Lanjuti Surat Edaran Gubernur Lampung

Minggu, 6 September 2026 - 23:32 WIB

Serangan Balasan, IRGC Iran Hantam Tiga Kapal AS

Minggu, 6 September 2026 - 23:26 WIB

Direktur Pemberitaan ANTARA Ungkap Harapan Kerja Sama Media Asia-Pasifik

Minggu, 6 September 2026 - 21:12 WIB

Pastikan Penyaluran 800 Ribu Ton Beras Bapang Tepat Sasaran, Elfianah Bentuk Tim Seluruh Kecamatan

Minggu, 6 September 2026 - 20:45 WIB

Pemprov Lampung Dukung PPDS Anestesiologi Unila, Perkuat Layanan Kegawatdaruratan dan SDM Kesehatan

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

GAK, Pemkab Mesuji Tindak Lanjuti Surat Edaran Gubernur Lampung

Minggu, 6 Sep 2026 - 23:41 WIB

#indonesiaswasembada

Serangan Balasan, IRGC Iran Hantam Tiga Kapal AS

Minggu, 6 Sep 2026 - 23:32 WIB

Virgandhi Prayudantoro, direktur pemberitaan Kantor Berita ANTARA, menyampaikan pidatonya pada Forum Media Asia-Pasifik yang digelar di Kota Shenzhen, Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Direktur Pemberitaan ANTARA Ungkap Harapan Kerja Sama Media Asia-Pasifik

Minggu, 6 Sep 2026 - 23:26 WIB