LAMPUNG UTARA – Harapan warga Jalan Punai, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara, untuk mendapatkan jembatan yang layak kembali pupus, alias kena prank. Jembatan Way Umban yang sebelumnya disebut bakal diperbaiki karena kondisinya mengalami kerusakan parah, ternyata kembali gagal masuk dalam program prioritas pembangunan tahun ini.
Plt Kepala SDABMBK Lampura, Sukatno melalui Kepala Bidang Bina Marga, Iko Herza Haritius, membenarkan rencana rehabilitasi atau pembangunan Jembatan Way Umban yang sempat disiapkan dengan anggaran sekitar Rp800 juta batal direalisasikan.
Menurut Iko, anggaran tersebut kemudian dialihkan untuk program pembangunan jalan yang berada di Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Disperkimciptaru).
“Saya sudah perjuangkan. Tapi mungkin ada skala prioritas pembangunan jalan yang lebih mendesak. Mudah-mudahan tahun depan bisa terealisasi,” kata Iko saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu 30 September 2026.
Selain pertimbangan skala prioritas, faktor waktu pengerjaan juga menjadi salah satu alasan. Menurutnya, tahun anggaran sudah mendekati akhir sehingga waktu yang tersedia dinilai tidak memungkinkan untuk merealisasikan pekerjaan tersebut.
“Persoalan waktu pengerjaan jadi bahan pertimbangan, ini kan sudah mau akhir tahun,” ujarnya.
Meski kembali gagal diperbaiki tahun ini, Iko menyatakan pihaknya akan memperjuangkan agar pembangunan atau perbaikan total Jembatan Way Umban masuk dalam prioritas tahun anggaran 2027. Jembatan tersebut diketahui menjadi salah satu akses penting bagi warga setempat dalam menunjang aktivitas dan mobilitas sehari-hari.

Sebelumnya, kondisi Jembatan Way Umban semakin memprihatinkan setelah mengalami kerusakan akibat diterjang banjir yang terjadi setiap tahun. Harapan warga sempat tumbuh ketika tim teknis turun ke lokasi untuk melakukan pengukuran dan mengambil dokumentasi kondisi jembatan. Namun, setelah proses tersebut, pekerjaan fisik tak kunjung terealisasi.
“Kami kira jembatan ini benar-benar mau diperbaiki. Sudah ada yang ngukur, sudah difoto-foto. Tapi sampai sekarang tidak ada apa-apa,” kata Iwan, warga setempat.
Ia menyebut kondisi jembatan yang amblas dan terdapat cekungan cukup membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor. Bahkan, belum lama ini seorang perempuan dilaporkan terjatuh dari sepeda motor setelah tidak mengetahui adanya cekungan pada badan jembatan.
Kini, di tengah adanya tambahan pembiayaan melalui pinjaman kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah, perbaikan jembatan dengan kebutuhan anggaran kurang dari Rp1 miliar itu kembali tidak tersentuh.[]
Penulis : Rudi Alfian
Editor : Nara J Afkar
Sumber Berita : Lampung Utara
















