Indonesia Raih Dua Emas di World Climbing Series Guiyang

Senin, 14 September 2026 | 13:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Antasyafi Robby Al Hilmi naik ke podium setelah meraih gelar juara untuk nomor speed putra pada 11 September 2026. (Xinhua)

Antasyafi Robby Al Hilmi naik ke podium setelah meraih gelar juara untuk nomor speed putra pada 11 September 2026. (Xinhua)

GUIYANG-Indonesia mencatatkan perolehan dua medali emas pada ajang World Climbing Series Guiyang yang digelar di Kota Guiyang, Provinsi Guizhou, Tiongkok barat daya, setelah menyelesaikan dua hari kompetisi.

Setelah Antasyafi Robby Al Hilmi memenangkan nomor speed putra, Raharjati Nursamsa dan Rajiah Sallsabillah merebut medali emas pada nomor mixed speed relay (estafet campuran) dengan catatan waktu 11,35 detik pada Sabtu (12/9) malam.
Tim kedua Tiongkok yang diperkuat Zhou Ziyu dan Zhang Mengli meraih medali perak dengan catatan waktu 14,85 detik, sedangkan medali perunggu diraih tim pertama Amerika Serikat (AS) yang diperkuat Samuel Watson dan Emma Hunt dengan catatan waktu 11,85 detik.

Drama dimulai pada babak semifinal ketika tim kedua Tiongkok berhadapan dengan tim pertama AS, pemegang rekor dunia nomor mixed relay dengan catatan waktu 10,89 detik. Kesalahan yang dilakukan tim AS membuat tim kedua Tiongkok melaju ke babak final dengan catatan waktu 11,82 detik.

Pada babak final, tim kedua Tiongkok melakukan kesalahan saat memanjat dan finis dengan catatan waktu 14,85 detik, sedangkan tim pertama Indonesia melaju mulus sepanjang perlombaan untuk mengamankan emas dengan torehan waktu 11,35 detik.

Baca Juga:  Prof Sudarman: Film Ageman Simbol Kedamaian

Penampilan Indonesia secara keseluruhan juga impresif. Selain emas yang diraih tim pertama, tim kedua Indonesia yang diperkuat Antasyafi Robby Al Hilmi dan Kadek Adi Asih kalah dari tim pertama AS pada babak perempat final dengan catatan waktu 11,97 detik berbanding 11,46 detik. Tim pertama AS kemudian mengalahkan pasangan Prancis Jerome Morel dan Capucine Viglione dengan catatan waktu 11,85 detik berbanding 13,40 detik dalam perebutan medali perunggu.


Raharjati Nursamsa dan Rajiah Sallsabillah memberikan keterangan kepada media setelah merebut medali emas dalam nomor mixed speed relay pada 12 September 2026. (Xinhua)

Indonesia mengirimkan lima atlet ke Guiyang, terdiri atas dua putra dan tiga putri. Dalam ajang yang berlangsung selama tiga hari itu, mereka meraih emas di nomor speed putra dan mixed speed relay. Yang menarik, Hilmi memenangkan gelar individu speed putra sehari sebelum final mixed relay. Sepanjang final mixed relay, dia dan pelatihnya terus memberikan semangat kepada tim pertama Indonesia dari bawah dinding panjat.

Hilmi juga beberapa kali menggunakan ponselnya untuk merekam penampilan rekan-rekannya saat memanjat dan upacara penganugerahan medali. Seusai seremoni tersebut, dia sempat memberikan ucapan selamat dan mewawancarai kedua rekannya, sehingga menciptakan suasana yang hangat dan meriah.

Baca Juga:  Indonesia-Malaysia Teken Kerja Sama Pembangunan Pedesaan

“Saya sangat senang dan bersyukur bisa meraih medali emas,” kata Nursamsa. Dia menegaskan bahwa tidak ada rahasia khusus di balik kemenangan tersebut. “Konsistensi dalam latihan adalah kunci untuk meraih emas.”

“Saya sangat senang bisa berdiri di podium tertinggi. Di Krakow, saya juga berpasangan dengan Nursamsa, tetapi kami tidak berhasil naik podium. Saya hanya berusaha membuat diri saya lebih baik, dan sekarang saya berada di podium tertinggi,” ujar Sallsabillah, yang meraih medali emas pertamanya pada musim 2026.

“Keberhasilan ini berkat konsistensi para atlet dalam berlatih,” tutur Galar Pandu Asmoro, pelatih kepala tim nasional panjat tebing Indonesia. Dia mengatakan tim mixed speed relay telah memenuhi seluruh target yang ditetapkan.

Kekuatan Indonesia dalam speed climbing terlihat jelas. Medali emas dalam mixed speed relay di Guiyang semakin memperkuat keunggulan timnya di nomor tersebut. []


Penulis : Nara J Afkar


Editor : Heri Suroyo


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi
Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar
Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri
Beda TMT, Beda Waktu Gaji PPPK Paruh Waktu, BKD Lampung Selatan Pastikan SK Perpanjangan Segera Terbit
Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing
Mesir Kirim 2.600 Ton Bantuan ke Gaza
Senator AS Curigai Pentagon Soal Perang Iran
Lampung Kawal Percepatan Pengembangan PLTP Rajabasa

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Beda TMT, Beda Waktu Gaji PPPK Paruh Waktu, BKD Lampung Selatan Pastikan SK Perpanjangan Segera Terbit

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing

Berita Terbaru

Berita Utama

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi

Kamis, 8 Okt 2026 - 14:09 WIB

Berita Utama

Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar

Kamis, 8 Okt 2026 - 14:06 WIB

Berita Utama

Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing

Kamis, 8 Okt 2026 - 06:47 WIB