KPH Sungai Buaya dan BKSDA Lampung Pasang Perangkap Harimau di Kawasan Register 45

Selasa, 24 Juni 2025 | 13:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MESUJI – Kabar menggemparkan datang dari kawasan Register 45 Sungai Buaya, Kabupaten Mesuji. Pasalnya, belum lama ini ada penampakan Harimau Sumatera di hutan kawasan tersebut. Hal ini di benarkan oleh Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sungai Buaya, Edi Hermanto.

Edi menjelaskan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan BKSDA Lampung untuk memasang Perangkap di PT Alba V.

” Benar beberapa waktu lalu sempat ada laporan dari pekerja PT Alba bahwa mereka melihat seekor Harimau bahkan ada tapak (jejak) namun jejak tersebut tidak besar. Tetapi kami sudah berkoordinasi dengan BKSDA dan sudah kami pasang perangkap di wilayah tersebut.” Jelas Edi saat di konfirmasi senin, (23/06/25).

Edi juga mengatakan Harimau memiliki kawasan berburu sangat luas dan hewan yang dimangsa pun hewan seperti babi hutan, kijang, atau sapi bahkan kambing. Namun hingga saat ini pihaknya belum pernah mendapatkan laporan terkait kehilangan hewan ternak di wilayah sekitar.

Baca Juga:  China Serukan Akhiri Konflik Israel-Palestina

” Mengingat Harimau adalah hewan buas yang mencari mangsa berupa babi hutan kijang atau sapi bahkan kambing. Sementara lokasi tersebut sangat kecil yaitu hanya 100 Hektare karena mereka memiliki jangkauan yang luas bisa sekitar 1000 hektare. Kecil kemungkinan bahwa yang di lihat oleh pekerja adalah Harimau namun kita tetap melakukan penanganan agar meminimalisir korban. Hingga saat ini belum ada warga atau pekerja yang merasa kehilangan hewan ternak mereka, ” Jelasnya.

Lebih lanjut Edi menambahkan semenjak ada laporan dari pekerja KPH Sungai buaya dan BKSDA telah melakukan penanganan yaitu memasang perangkap Harimau.

Baca Juga:  Puan : DPR Akan Gelar Rapat Lintas Komisi Kawal Penanganan Pasca Karhutla

“Hari ini perangkap yang kita pasang bersama BKSDA Lampung belum mendapatkan hasil. Kalau untuk pemasangan perangkap sendiri sudah beberapa waktu lalu kita lakukanlakukan. Sepertinya kecil kemungkinan yang di lihat oleh pekerja itu adalah Harimau. Karena kami sudah melakukan pengecekan di seluruh wilayah tersebut. Mulai dari wilayah yang di nilai jadi tempat mereka minum dan lokasi jejak dari telapak kaki tidak di temukan adanya bekas cakaran di pohon sekitar. Mungkin yang dilihat oleh pekerja adalah anjing hutan kita juga tidak tahu persisnya.” Tutup Edi.


Penulis : Romy


Editor : Rudi


Sumber Berita : mesuji

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Teheran tak Pernah Menolak Keinginan AS, Perang Ok, Damai Jadi!
Tiongkok-Indonesia Jajaki Kerjasama Kelautan
Indonesia dan Makau Bidik Kerja Sama
1 WNI Selamat, 1 Masih Hilang, Kapal Tunda Terbalik
Seni Dekatkan Peradaban Mesir dan Tiongkok
Polutan Akibat Karhutla Bahaya, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruang
Mediasi Tanah; Warga vs PT BTLA Berlangsung Alot
Masyarakat 8 Desa Minta HGU PT PAL Ditinjau Ulang

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 23:11 WIB

Teheran tak Pernah Menolak Keinginan AS, Perang Ok, Damai Jadi!

Rabu, 2 September 2026 - 23:04 WIB

Tiongkok-Indonesia Jajaki Kerjasama Kelautan

Rabu, 2 September 2026 - 22:57 WIB

Indonesia dan Makau Bidik Kerja Sama

Rabu, 2 September 2026 - 22:52 WIB

1 WNI Selamat, 1 Masih Hilang, Kapal Tunda Terbalik

Rabu, 2 September 2026 - 22:43 WIB

Seni Dekatkan Peradaban Mesir dan Tiongkok

Berita Terbaru

ilustrasi Berita Sikap Iran terhadap AS

#indonesiaswasembada

Teheran tak Pernah Menolak Keinginan AS, Perang Ok, Damai Jadi!

Rabu, 2 Sep 2026 - 23:11 WIB


Li Shujiang, insinyur senior setingkat profesor di Institut Oseanografi Pertama di bawah Kementerian Sumber Daya Alam Tiongkok, berbagi kisah dalam acara

#indonesiaswasembada

Tiongkok-Indonesia Jajaki Kerjasama Kelautan

Rabu, 2 Sep 2026 - 23:04 WIB

Ilustrasi Kerjasama Indonesia-Makau

#indonesiaswasembada

Indonesia dan Makau Bidik Kerja Sama

Rabu, 2 Sep 2026 - 22:57 WIB

Ilustrasi Kapal Tunda Terbalik di Korea

#indonesiaswasembada

1 WNI Selamat, 1 Masih Hilang, Kapal Tunda Terbalik

Rabu, 2 Sep 2026 - 22:52 WIB

Sejumlah wisatawan menunggang unta di kompleks Piramida Giza, Mesir, pada 9 April 2026. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Seni Dekatkan Peradaban Mesir dan Tiongkok

Rabu, 2 Sep 2026 - 22:43 WIB