SANAA-Kelompok Houthi Yaman pada Sabtu (12/9) mengatakan lalu lintas pelayaran internasional melalui Selat Bab al-Mandab yang strategis tetap berjalan hampir seperti biasa, meskipun pertempuran darat yang sengit terus berkecamuk di pesisirnya.
Dalam pernyataan yang dirilis melalui stasiun TV al-Masirah yang dikelola Houthi, kelompok tersebut mengatakan 73 kapal internasional, termasuk kapal kontainer dan kapal komersial lainnya, melintasi selat tersebut dalam kurun 48 jam terakhir.
Pernyataan itu menambahkan bahwa 36 kapal melintasi jalur air tersebut pada Kamis (10/9) dan 37 kapal pada Jumat (11/9), setara dengan 98,6 persen dari rata-rata lalu lintas harian yang tercatat sebelum Houthi memberlakukan larangan terhadap kapal-kapal Arab Saudi pada 20 Juli.
Kelompok tersebut menyatakan pelayaran internasional tetap “bebas, aman, dan lancar,” sambil menekankan bahwa kapal-kapal Arab Saudi tetap dilarang melintas.Pasukan Houthi pada Jumat memperkuat kendali mereka atas pesisir barat Yaman dan wilayah-wilayah kunci di sekitar Selat Bab al-Mandab, menyusul penaklukan mereka atas Mocha, sebuah kota pelabuhan strategis di Laut Merah, sehari sebelumnya.
Selat Bab al-Mandab menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan berfungsi sebagai pintu gerbang penting bagi perdagangan dan pengiriman energi antara Asia dan Eropa.
Konflik di Yaman dimulai pada akhir 2014 ketika kelompok Houthi merebut Sanaa dan sebagian besar wilayah Yaman utara, yang mendorong koalisi pimpinan Arab Saudi untuk melakukan intervensi pada tahun berikutnya guna mendukung pemerintah yang diakui secara internasional.
Penulis : Romy Agus
Editor : Nara J Afkar
Sumber Berita : Jakarta


![Pasukan Houthi di Yaman [xinhua]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/Pasukan-Houthi-di-Yaman.jpg)













