Fakultas Adab UIN RIL Siap Usulkan Prodi Baru

Jumat, 19 September 2025 | 05:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDARLAMPUNG-Fakultas Adab Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) mengusulkan pembukaan Program Studi (Prodi) baru yakni Bahasa dan Kebudayaan Inggris. Usulan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi bersama Senat Universitas yang digelar di Ruang Sidang Komisi Senat Lantai 1 Gedung Academic & Research Center, Kamis (18/09/2025).

Rapat dihadiri Ketua Senat Prof. Dr. Idham Kholid, M.Ag., Sekretaris Senat Prof. Dr. Moh. Bahrudin, M.Ag., dan Ketua Komisi I Prof. Dr. H. Agus Pahrudin, M.Pd.

Sementara dari tim pengusul hadir Wakil Dekan I Fakultas Adab Dr. Nadirsah Hawari, M.A., Ketua Gugus Penjamin Mutu Fakultas (GPMF) Adab M. Bisri Mustofa, Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris M. Ridho Kholid, dosen Pendidikan Bahasa Inggris Yulan Puspita Rini, serta dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Yeni Susanti.

Usulan pembukaan prodi baru ini didasarkan pada beberapa pertimbangan, yakni kebutuhan masyarakat dan dunia kerja terhadap bidang keilmuan Bahasa dan Sastra Inggris, ketersediaan sumber daya manusia (dosen dan tenaga kependidikan) serta sarana prasarana yang memadai, serta dukungan visi-misi UIN RIL untuk menjadi perguruan tinggi Islam unggul dan kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.

Ketua Senat Prof. Idham menyampaikan bahwa usulan pembukaan Prodi Bahasa dan Kebudayaan Inggris dinilai memiliki relevansi dan daya tarik tersendiri. Menurutnya, secara substansi prodi ini lebih diarahkan untuk membangun kompetensi mahasiswa agar sesuai dengan kebutuhan zaman.

“Kalau melihat kemungkinannya, Sastra Inggris memang menarik. Namun jika dilihat dari kemasan dan orientasinya, Bahasa dan Kebudayaan Inggris lebih relevan. Secara substantif, usulan ini sudah disusun secara argumentatif,” ujarnya.

Prof. Idham menambahkan, usulan ini perlu segera ditindaklanjuti. “Proposalnya terlihat bagus dan argumentasinya tidak hanya disampaikan secara lisan, tetapi juga perlu terdokumentasi dengan baik. Semoga ini membawa kebaikan bagi lembaga kita,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi I Senat Prof. Dr. H. Agus Pahrudin, M.Pd. menekankan pentingnya kurikulum yang nyata dan berorientasi pada profil lulusan. Ia meminta agar prodi ini memiliki pembeda dari Sastra Inggris, relevan secara internal dan eksternal, serta merespon perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat.

“Kurikulum bukan sekadar dokumen, tetapi harus diwujudkan dalam kegiatan pembelajaran. Standar juga harus dipastikan, termasuk kesiapan SDM dan kesesuaian dengan keilmuan agama,” tandasnya.

Wakil Dekan I Dr. Nadirsah mengungkapkan, usulan pembukaan prodi baru telah melalui proses yang panjang. Saat ini Fakultas Adab baru memiliki dua prodi yang sudah berjalan.

“Keinginan mendirikan prodi ini sebenarnya sudah lama ada. Baru tahun ini, setelah kami melihat ada beberapa prodi baru dibuka, pimpinan memberi semacam sinyal untuk menghidupkan kembali semangat lama yang masih membara,” ujarnya.

Menurutnya, Fakultas Adab telah mendapat lampu hijau dari Dekan dan pimpinan untuk melanjutkan proses pengusulan.

“Ini menjadi bentuk keseriusan pimpinan. Kami juga sudah menyampaikan kepada Rektor secara langsung dan beliau memberikan semangat yang sama untuk mendukung pembukaan Prodi ini,” lanjutnya.

“Insya Allah pada akhir September ini proposal sudah kami siapkan dalam sistem SIAGA Kementerian. Kami mendengar penilaian biasanya dilakukan pada bulan Oktober. Mudah-mudahan dengan tekad dan sistem yang ada akan ada keputusan yang menggembirakan, walaupun tentu pekerjaan ini masih proses panjang,” jelasnya.

Ia menegaskan, pengusulan ini bukan hanya untuk menambah jumlah prodi, tetapi juga memperkuat eksistensi Fakultas Adab sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Ini yang menjadi harapan kami agar tiga pilar utama pimpinan, terutama pilar internasional, bisa tercapai,” katanya.

Menjawab pertanyaan terkait latar belakang pembukaan Prodi Bahasa dan Kebudayaan Inggris, Dr Nadirsah menyebut ada dua alasan utama. Pertama, kajian tentang kebudayaan menjadi topik yang menarik sekaligus penting sebagai pusat peradaban.

“Bahasa Inggris adalah bahasa yang paling banyak dipakai di dunia, termasuk di pendidikan. Maka bahasa dan kebudayaan tentu menjadi perangkat untuk memajukan dan mendukung profil lulusan. Harapan kami, ke depan akan lahir alumni yang mampu berkiprah, termasuk sebagai diplomat,” ujarnya.

Alasan kedua adalah faktor regulasi dan peluang yang dibuka pemerintah. Setelah moratorium pembukaan prodi dicabut, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi membuka kesempatan untuk pendirian prodi-prodi baru.

“Hari ini di rumpun bahasa ada dua jalur, yakni Sastra Inggris, kemudian Bahasa dan Kebudayaan Inggris. Kami melihat yang dibuka dalam sistem adalah Bahasa dan Kebudayaan Inggris. Ini lebih unik dan menarik dibandingkan sekadar berbicara sastra,” terangnya.

Wakil Dekan I optimistis pembukaan prodi baru ini akan memberikan warna baru bagi Fakultas Adab. “Tinggal bagaimana nanti ramuan dan proses pendidikan yang kami siapkan agar sesuai dengan kebutuhan zaman,” tutupnya.


Penulis : Romy Agus


Editor : Desty


Sumber Berita : UIN RIL

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Gamescom 2026, Pameran Gim Terbesar di Dunia
Diseminasi BULD DPD RI, Jihan: Selaras Dengan Program Desaku Maju
Perda Peramgkat Daerah Way Kanan Diteken
Gerindra Way Kanan Komitmen Dukung Program Gubernur di Daerahnya
Polres Mesuji Hadapi Natal dan Tahun Baru 2026
Wagub Bertemu RMI, Perkuat Silaturahmi
Penetapan Tersangka Nuryadin Sah!
BKSAP: Diplomasi Parlemen Berperan Penting dalam Politik Luar Negeri RI

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Gamescom 2026, Pameran Gim Terbesar di Dunia

Kamis, 5 Februari 2026 - 06:27 WIB

Diseminasi BULD DPD RI, Jihan: Selaras Dengan Program Desaku Maju

Senin, 22 Desember 2025 - 18:18 WIB

Perda Peramgkat Daerah Way Kanan Diteken

Sabtu, 20 Desember 2025 - 08:42 WIB

Gerindra Way Kanan Komitmen Dukung Program Gubernur di Daerahnya

Sabtu, 20 Desember 2025 - 05:41 WIB

Polres Mesuji Hadapi Natal dan Tahun Baru 2026

Berita Terbaru

Seorang pria mengamati bangunan tempat tinggal yang rusak pascaserangan drone dan rudal berskala besar oleh Rusia di Kiev, Ukraina, pada 9 Januari 2026. (Xinhua)

Berita Utama

AS Jual Rudal Patriot 2,1 miliar Dolar AS ke Ukraina

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:48 WIB

Foto yang diabadikan pada 22 Oktober 2026 ini menunjukkan seorang pemuda Indonesia sedang berlatih merakit panel kontrol listrik di ruang kelas pelatihan di Universitas Teknik Kejuruan Wuhu di Wuhu, Provinsi Anhui, Tiongkok timur. (Xinhua)

Berita Utama

Pendidikan Pererat Hubungan Tiongkok dan Indonesia

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:18 WIB

Foto yang diabadikan pada 27 Oktober 2026 ini menunjukkan Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun (ketiga dari kiri) berfoto bersama para peserta lain dalam Konferensi Minyak Nabati Berkelanjutan (Sustainable Vegetable Oils Conference) keempat yang digelar di Kota Shanghai, Tiongkok timur. (Xinhua)

Berita Utama

RI dan Negara Produsen Sawit Dorong Kerja Sama dengan Tiongkok

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:12 WIB

Para perwakilan melakukan pemungutan suara terhadap sebuah draf resolusi dalam rapat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di markas besar PBB di New York City pada 30 Oktober 2026. (PBB/Xinhua)

Berita Utama

DK PBB Gelar Jajak Pendapat, Grynspan Kandidat Sekjen

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:07 WIB